Joget THR Viral di Lebaran 2025: Tren Seru atau Sekadar Ikut-Ikutan?

- Penulis

Jumat, 4 April 2025 - 17:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Joget THR

Joget THR Viral di Lebaran 2025: Tren Seru atau Sekadar Ikut-Ikutan?

Berikut ini fakta tentang joget THR yang sedang viral di lebaran 2025 ini. Lebaran 2025 membawa warna baru dalam perayaan Hari Raya Idul Fitri.

Tak hanya soal baju baru, ketupat, dan silaturahmi, dunia maya juga ikut meriah dengan munculnya tren-tren viral yang menghiasi lini masa media sosial.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah Joget THR, tarian simpel dan ceria yang dilakukan sambil membagikan Tunjangan Hari Raya (THR).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tren ini awalnya muncul sebagai cara seru untuk berbagi kebahagiaan, namun kini menimbulkan perdebatan karena dikaitkan dengan asal-usul tarian dari budaya Yahudi.

Pertanyaannya, benarkah demikian? Dan, apakah semua tren harus kita ikuti?

Joget THR: Tren Lebaran yang Melejit di Dunia Maya

Dalam hitungan hari menjelang Lebaran, berbagai video berjoget sambil membagikan THR mulai membanjiri TikTok, Instagram Reels, hingga YouTube Shorts.

Gerakannya sederhana: kaki maju mundur, lalu bergeser ke kanan dan kiri, sembari menyodorkan amplop THR kepada orang-orang di sekitar.

Tarian ini, yang dikenal juga sebagai “Joget Bagi-Bagi THR”, sontak menjadi hits. Dari anak-anak muda, keluarga besar, hingga figur publik pun tak ketinggalan ikut meramaikan tren ini.

Momen berbagi THR jadi semakin menarik dan terasa kekinian.

Namun, di balik keceriaan itu, muncul perbincangan yang cukup sensitif. Salah satu akun TikTok, @sampit.update, mengunggah klaim bahwa gerakan tarian ini berasal dari tradisi Yahudi, yang kemudian menuai reaksi beragam dari publik.

Dituding Mirip Tarian Yahudi, Netizen Heboh

Banyak warganet membandingkan joget THR dengan gerakan tarian khas Yahudi seperti Penguin Dance dan Bunny Hop.

Tarian ini disebut-sebut memiliki kemiripan dalam pola langkah dan formasinya. Bahkan, ada pula yang mengaitkannya dengan tarian asal Finlandia bernama Jenkka yang sempat populer di era 1960-an.

Klaim ini memicu reaksi keras dari sebagian netizen. Beberapa menyatakan tarian tersebut tidak pantas dilakukan saat momen keagamaan seperti Lebaran, karena dianggap berasal dari budaya yang berbeda secara ideologi.

Bahkan, ada pula yang menyebut tren ini haram diikuti karena dianggap meniru budaya agama lain.

Namun, jika menilik sejarahnya lebih dalam, Bunny Hop dan Penguin Dance sebenarnya hanyalah tarian rakyat yang berkembang di berbagai negara dan tidak mengandung unsur ritual keagamaan. Tarian ini sudah sejak lama digunakan dalam berbagai acara sosial di berbagai belahan dunia.

Lebaran di Era Digital: Antara Ekspresi dan Tekanan Sosial

Fenomena joget THR juga memperlihatkan bagaimana perayaan Lebaran kini tak hanya berlangsung secara fisik, tapi juga merambah ke ruang digital.

Video-video yang viral tak sekadar menjadi hiburan, tetapi juga alat untuk menunjukkan eksistensi seseorang di media sosial.

Tak sedikit orang merasa perlu ikut serta dalam tren ini karena takut ketinggalan zaman. Fear of Missing Out (FOMO) menjadi pendorong kuat di balik partisipasi banyak orang.

Bahkan, sebagian melakukannya bukan karena ingin, melainkan karena merasa harus ikut agar tidak dicap ketinggalan tren.

Bagi para kreator konten, tren ini juga membuka peluang besar. Viralitas berarti cuan. Endorsement, paid promote, dan monetisasi konten menjadi motivasi tambahan di balik fenomena ini.

Namun, penting untuk bertanya pada diri sendiri: apakah kita ikut tren karena memang ingin bersenang-senang, atau hanya ingin diakui dan dianggap relevan?

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pinjaman Jaminan BPKB Motor untuk Dana Mendesak
Tiga Game NES Klasik Resmi Hadir di Switch Online
Ubah Data Golongan Darah KTP-el Kini Bisa Lewat IKD Kemendagri
Ancaman Karhutla 2027, DPR Minta Mitigasi Sejak Dini
Rupiah Menguat ke Rp17.679 Ditopang Prinsip 3I Destry Damayanti
Ikan Stiphodon annieae, Spesies Unik dari Halmahera
Varietas Kopi Paling Langka di Dunia yang Termahal
Sebastian Fundora vs Ermal Hadribeaj Rebutkan Gelar WBC

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 02:07 WIB

Pinjaman Jaminan BPKB Motor untuk Dana Mendesak

Jumat, 4 September 2026 - 01:50 WIB

Ubah Data Golongan Darah KTP-el Kini Bisa Lewat IKD Kemendagri

Jumat, 4 September 2026 - 01:49 WIB

Ancaman Karhutla 2027, DPR Minta Mitigasi Sejak Dini

Jumat, 4 September 2026 - 01:46 WIB

Rupiah Menguat ke Rp17.679 Ditopang Prinsip 3I Destry Damayanti

Jumat, 4 September 2026 - 01:45 WIB

Ikan Stiphodon annieae, Spesies Unik dari Halmahera

Berita Terbaru

Folarin Balogun memutuskan bertahan di AS Monaco dan batal pindah ke Everton.

Olahraga, Berita

Folarin Balogun Batal Gabung Everton dan Pilih Stay di Monaco

Jumat, 4 Sep 2026 - 02:15 WIB

Pengamat menilai perusahaan perlu mengevaluasi ulang alokasi anggaran CX 2027 agar tidak salah arah.

CUSTOMER EXPERIENCE

Anggaran CX 2027 Salah Arah Akibat Terlalu Fokus pada AI

Jumat, 4 Sep 2026 - 02:14 WIB

Anker resmi meluncurkan perangkat audio terbaru Soundcore AeroClip 2 dengan integrasi fitur AI di ajang IFA 2026.

Teknologi

Anker Soundcore AeroClip 2 Meluncur di IFA 2026 Bawa Fitur AI

Jumat, 4 Sep 2026 - 02:10 WIB

Pinjaman jaminan BPKB motor menjadi salah satu solusi alternatif untuk memenuhi kebutuhan finansial yang mendesak.

Viral

Pinjaman Jaminan BPKB Motor untuk Dana Mendesak

Jumat, 4 Sep 2026 - 02:07 WIB

Menteri Kehutanan menegaskan penegakan hukum tegas tanpa pandang bulu terhadap pelanggar lingkungan penyebab kebakaran hutan.

Nasional

Sanksi Karhutla, 6 Perusahaan di Kalimantan Disanksi Menhut

Jumat, 4 Sep 2026 - 02:07 WIB