Redaksiku.com – Masyarakat di berbagai wilayah Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara harus menghadapi gangguan layanan listrik dalam beberapa hari terakhir akibat kebijakan pemadaman bergilir yang diterapkan oleh PT PLN (Persero). Gangguan ini meluas hingga ke sejumlah daerah seperti Gowa, Maros, Pasangkayu, hingga Kendari, yang menyebabkan terganggunya aktivitas rumah tangga, sektor pendidikan, hingga operasional pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Manajer Komunikasi dan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) PLN UID Sulselrabar, Niki Rendra Adisetiawan, menjelaskan bahwa pemadaman tersebut merupakan langkah pengaturan beban terencana. Kebijakan ini diambil menyusul adanya pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan pada sejumlah fasilitas di sistem Sulawesi bagian selatan (Sulbagsel).
Pemeliharaan tersebut dilaporkan berdampak langsung pada berkurangnya daya mampu pasok listrik secara sistemik. Pihak PLN menegaskan bahwa langkah ini dilakukan sebagai upaya preventif untuk menjaga stabilitas jaringan listrik jangka panjang di wilayah tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Pihak PLN menargetkan proses pemeliharaan infrastruktur kelistrikan di PLTU akan selesai sepenuhnya pada 5 September 2026 sehingga pasokan listrik diharapkan kembali normal.
Dampak Luas Bagi Sektor Publik dan Ekonomi
Dampak dari pemadaman ini dirasakan cukup signifikan oleh masyarakat luas. Di Kendari, misalnya, pemadaman yang terjadi selama tiga malam berturut-turut telah memicu keluhan dari warga setempat karena durasi pemadaman yang mencapai empat jam per sesi. Situasi ini turut memaksa institusi pendidikan, seperti FISIP UHO Kendari, untuk menyesuaikan metode perkuliahan dengan menerapkan sistem daring dan luring secara fleksibel.
Sementara itu, di wilayah Maros, pemadaman listrik menyasar hingga sepuluh zona berbeda, termasuk kawasan vital seperti kantor bupati dan kantor DPRD setempat. Di Pasangkayu, jadwal pemadaman terbagi secara bertahap mulai pukul 12.30 WITA hingga 18.00 WITA, mencakup puluhan desa yang tersebar di delapan kecamatan.
Berbagai pihak, termasuk Ombudsman Sulsel, telah menyoroti fenomena ini dan meminta agar PLN lebih transparan terkait penyebab serta durasi gangguan. Mereka menekankan pentingnya komunikasi yang jelas agar masyarakat dapat mempersiapkan diri menghadapi ketidakpastian pasokan daya.

Ketidakpuasan masyarakat terhadap durasi pemadaman memicu aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Gerakan Aktivis Mahasiswa (GAM) di depan kantor PLN UID Sulselrabar pada 3 September 2026.
Kritik Terhadap Tata Kelola Kelistrikan
Meski PLN berdalih bahwa pemadaman disebabkan oleh pemeliharaan infrastruktur, sejumlah pengamat dan masyarakat mempertanyakan kondisi sistem kelistrikan di Sulawesi. Banyak pihak menyoroti kontradiksi antara ketersediaan pembangkit listrik yang melimpah dengan masih seringnya terjadi pemadaman bergilir di lapangan.
Beberapa poin kritik yang muncul di tengah masyarakat mencakup:
- Kurangnya transparansi terkait jadwal pemadaman yang sering berubah-ubah di lapangan.
- Dampak ekonomi yang nyata bagi UMKM akibat terhentinya operasional selama berjam-jam.
- Kebutuhan mendesak untuk perbaikan tata kelola manajemen beban listrik agar tidak selalu mengandalkan pemadaman.
- Kesiapan infrastruktur cadangan yang dinilai belum optimal dalam mengantisipasi periode pemeliharaan.
Warga diimbau untuk memantau kanal informasi resmi PLN melalui aplikasi PLN Mobile atau media sosial resmi terkait jadwal pemadaman harian di wilayah masing-masing.
Informasi mengenai dugaan keterlibatan delapan orang WNI dalam konflik militer di luar negeri tidak memiliki kaitan faktual dengan kondisi pemadaman listrik yang saat ini terjadi di Sulawesi.
Pertanyaan Umum
Mengapa pemadaman listrik harus dilakukan secara bergilir?
Pemadaman bergilir dilakukan sebagai langkah pengaturan beban sistem akibat adanya pemeliharaan rutin pada infrastruktur pembangkitan atau transmisi. Hal ini diperlukan untuk mencegah kerusakan yang lebih luas pada sistem kelistrikan Sulbagsel.
Kapan kondisi kelistrikan di Sulawesi diperkirakan normal kembali?
PLN menargetkan pemulihan sistem secara bertahap dan memproyeksikan kondisi kelistrikan akan kembali stabil setelah seluruh rangkaian pemeliharaan infrastruktur selesai pada 5 September 2026.
Di mana masyarakat bisa mendapatkan jadwal pemadaman yang akurat?
Masyarakat dapat mengakses informasi jadwal terbaru melalui aplikasi PLN Mobile, situs resmi PLN, atau mengikuti akun media sosial resmi PLN UID Sulselrabar untuk mendapatkan pengumuman terkini sesuai dengan wilayah terdampak.
Ringkasan
Simak informasi jadwal pemadaman listrik di Parepare hari ini, 4 September 2026. PLN melakukan pemeliharaan infrastruktur sistem Sulbagsel hingga 5 September.






