Fenomena Bendera One Piece Jelang HUT RI ke 80 Tuai Respons Pemerintah dan Picu Perdebatan Publik

- Penulis

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 21:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemerintah menanggapi serius pengibaran bendera bajak laut One Piece menjelang HUT RI ke-80 di berbagai wilayah. (Foto: Instagram @/nyinyir_update_official)

Pemerintah menanggapi serius pengibaran bendera bajak laut One Piece menjelang HUT RI ke-80 di berbagai wilayah. (Foto: Instagram @/nyinyir_update_official)

Pengibaran bendera bajak laut Jolly Roger yang identik dengan anime One Piece mulai menjadi sorotan publik menjelang perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia.

Simbol tengkorak tersebut terlihat dikibarkan di beberapa lokasi, termasuk tiang rumah warga dan kendaraan pribadi.

Meski dikenal luas sebagai lambang dari karakter dalam budaya pop Jepang, sejumlah pejabat menilai simbol tersebut memiliki potensi memicu salah tafsir.

Jolly Roger dalam dunia fiksi dikenal sebagai lambang kebebasan dan perlawanan terhadap kekuasaan, namun dalam konteks kenegaraan, maknanya dianggap sensitif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pemerintah dan DPR menyampaikan pernyataan resmi menyikapi fenomena ini.

DPR dan Pejabat Pemerintah Soroti Simbol Bajak Laut dalam Perayaan Nasional

Fenomena Bendera One Piece Jelang HUT RI ke 80 Tuai Respons Pemerintah dan Picu Perdebatan Publik
Fenomena Bendera One Piece Jelang HUT RI ke 80 Tuai Respons Pemerintah dan Picu Perdebatan Publik

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menyatakan keprihatinannya terhadap tren pengibaran bendera bajak laut di tengah suasana kemerdekaan.

Ia meminta semua pihak untuk tidak memperkeruh suasana dengan mengaitkan penggemar One Piece pada narasi makar atau perlawanan terhadap negara.

Tidak perlu ada cerita yang merendahkan penggemar seolah-olah mereka melakukan tindakan makar, ujar Dasco pada Jumat, 1 Agustus 2025.

Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, Bahtiar Baharuddin, juga memberikan imbauan kepada publik agar tetap fokus pada semangat persatuan nasional.

Menurutnya, tantangan bangsa lebih besar daripada sekadar perdebatan simbol.

Fokus saja pada semangat kebangsaan dalam kepemimpinan saat ini. Usia 80 tahun RI harus jadi momentum persatuan, ujarnya.

Sementara itu, Menko Polhukam Budi Gunawan menegaskan bahwa jika pengibaran bendera tersebut dilakukan dengan niat merendahkan simbol negara, maka bisa dikenakan sanksi hukum.

Pemerintah tidak akan tinggal diam jika terdapat unsur kesengajaan atau provokasi, kata Budi dalam keterangan terpisah.

Netizen Ungkit Atribut One Piece yang Pernah Dipakai Wapres Gibran

Setelah munculnya peringatan dari pejabat negara, sejumlah pengguna media sosial justru menyoroti kembali momen ketika Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mengenakan pin Jolly Roger.

Atribut tersebut dikenakan saat debat calon wakil presiden pada 21 Januari 2024 dan kini kembali beredar di media sosial.

Netizen mempertanyakan standar ganda dalam menanggapi simbol serupa yang digunakan masyarakat sipil dan pejabat negara.

Beberapa unggahan mempertanyakan apakah penggunaan simbol Jolly Roger oleh pejabat tinggi juga dianggap berpotensi memecah belah bangsa.

Gibran aja pakai pin One Piece dan tidak disebut makar, ungkap salah seorang netizen.

Fenomena ini kemudian memunculkan perdebatan antara ekspresi budaya populer dan batasan penggunaan simbol non-negara dalam konteks nasional.

Pemerintah Belum Atur Khusus, Penggunaan Simbol Budaya Populer Masih Abu-abu

Hingga saat ini, belum ada regulasi khusus yang mengatur larangan penggunaan simbol budaya populer seperti Jolly Roger dalam perayaan kenegaraan.

Namun, pemerintah mengingatkan pentingnya menjaga kesakralan peringatan Hari Kemerdekaan, terutama dengan tidak menggunakan atribut yang dapat memicu polemik.

Fenomena ini juga menjadi sorotan karena dinilai mencerminkan keresahan sebagian masyarakat terhadap situasi sosial-politik saat ini.

Meski simbol Jolly Roger dalam anime memiliki makna imajinatif, penggunaannya dalam momen resmi dinilai perlu lebih bijak.

Pihak kepolisian dan aparat daerah di sejumlah wilayah disebut tengah memantau fenomena ini untuk mencegah kemungkinan gangguan ketertiban.

Simbol One Piece Jadi Sorotan, Pemerintah Imbau Warga Fokus pada Persatuan

Fenomena pengibaran bendera Jolly Roger dari anime One Piece terus menyita perhatian di berbagai lini masyarakat, terutama menjelang HUT ke-80 Republik Indonesia.

Simbol tengkorak khas bajak laut tersebut dianggap membawa makna perlawanan, yang oleh sebagian pihak dinilai sebagai bentuk ketidakpuasan terhadap pemerintah.

Pemerintah mengingatkan bahwa simbol seperti ini tidak bisa dipandang remeh jika digunakan dalam konteks yang menyinggung simbol negara.

Di sisi lain, penggemar One Piece merasa bahwa Jolly Roger hanyalah bentuk ekspresi kecintaan terhadap tokoh fiksi, bukan simbol pemberontakan.

Pro dan kontra terus bergulir, terutama setelah warganet menemukan kembali foto Gibran memakai pin Jolly Roger saat debat Cawapres.

Banyak yang menilai sikap pemerintah cenderung tidak konsisten karena tokoh publik pun pernah menggunakan simbol serupa tanpa konsekuensi.

Wacana mengenai batas kebebasan berekspresi pun kembali mengemuka di tengah dinamika politik dan budaya pop. Pemerintah diharapkan mampu membedakan antara aksi simbolik yang bersifat fiktif dan tindakan nyata yang mengancam keutuhan bangsa.

Para penggemar anime berharap tidak ada generalisasi atau stigmatisasi yang merugikan komunitas mereka.

Sementara itu, isu ini masih terus ramai diperbincangkan di media sosial, mencerminkan adanya ketegangan antara ekspresi budaya dan sentimen nasionalisme.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Anti Ribet! 15 Ide Bekal Simpel dan Sehat untuk Anak TK yang Bisa Dibuat di Rumah
Nama El Rumi Viral Usai Dikaitkan dengan Inisial EJR di Threads, Ini Respons Hukumnya
Kecelakaan Maut Tol Jagorawi, Mobil Mewah Hancur Usai Tabrak Truk Kontainer
Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Jadi Tersangka KPK, Ini Kronologi OTT dan Kasusnya
Wih! BOSP SDN Tallo Tua Rp151 Juta, Kepala Sekolah Tak Tahu
Duh! Rp19,4 Miliar Digelontorkan, Jalan Pujananting Kok Mandek?
Ruben Onsu Jadi Tersangka Dugaan Penipuan Investasi, Ini Kronologinya
Ambulans Kecelakaan di Tol Batang-Semarang, 3 Orang Tewas

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 16:35 WIB

Anti Ribet! 15 Ide Bekal Simpel dan Sehat untuk Anak TK yang Bisa Dibuat di Rumah

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 09:36 WIB

Nama El Rumi Viral Usai Dikaitkan dengan Inisial EJR di Threads, Ini Respons Hukumnya

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 08:30 WIB

Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Jadi Tersangka KPK, Ini Kronologi OTT dan Kasusnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:35 WIB

Wih! BOSP SDN Tallo Tua Rp151 Juta, Kepala Sekolah Tak Tahu

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Duh! Rp19,4 Miliar Digelontorkan, Jalan Pujananting Kok Mandek?

Berita Terbaru

Cara Tepat Menghadapi Pembeli yang Suka Menawar

Bisnis

4 Cara Tepat Menghadapi Pembeli yang Suka Menawar

Sabtu, 22 Agu 2026 - 12:42 WIB

Foto: Aulia, murid SMKN 5 Barru, menerima bantuan.

Pendidikan

Kepedulian Gubernur Sulsel Sampai ke Murid SMKN 5 Barru

Sabtu, 22 Agu 2026 - 09:49 WIB