Demo ’25 Agustus’ Tolak Tunjangan DPR di Jakarta Berakhir Ricuh, Polisi Pukul Mundur Massa dengan Water Cannon dan Gas Air Mata

- Penulis

Senin, 25 Agustus 2025 - 17:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Demo '25 Agustus' Tolak Tunjangan DPR di Jakarta Berakhir Ricuh, Polisi Pukul Mundur Massa dengan Water Cannon dan Gas Air Mata

Demo '25 Agustus' Tolak Tunjangan DPR di Jakarta Berakhir Ricuh, Polisi Pukul Mundur Massa dengan Water Cannon dan Gas Air Mata

Ribuan warga Jakarta turun ke jalan pada hari Senin, 25 Agustus 2025 untuk menolak tunjangan rumah bagi anggota DPR.

Massa berkumpul di sekitar Gedung DPR/MPR di Senayan, membawa spanduk dan menyuarakan tuntutan dengan keras.

Ketegangan meningkat ketika beberapa demonstran mencoba mendekati kendaraan taktis yang disiapkan aparat untuk pengendalian kerumunan.

Aksi pelemparan benda oleh sebagian massa memaksa polisi bertindak tegas menggunakan water cannon dan gas air mata.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Langkah ini diambil untuk mencegah kerusakan fasilitas publik dan memastikan keselamatan semua pihak di lokasi.

Penempatan Personel dan Strategi Pengamanan

Polisi menurunkan sekitar 1.250 personel gabungan untuk mengamankan area kompleks DPR.

Pagar tinggi dilapisi oli hitam dipasang di sekeliling gedung untuk mencegah penetrasi massa.

Kendaraan anti huru-hara ditempatkan di titik strategis untuk meredam kemungkinan bentrokan.

Kapolres Metro Jakarta Pusat, Kombes Pol Susatyo Purnomo Condro, berulang kali mengimbau agar pengunjuk rasa tetap tertib dan menghormati aturan.

Meski imbauan terdengar, sebagian demonstran dari kalangan pelajar tetap memprovokasi dengan melempar benda ke arah gedung dan aparat.

Polisi membagi massa ke beberapa lokasi untuk mengurangi kepadatan kerumunan.

Langkah ini memungkinkan pengendalian situasi tanpa menimbulkan bentrokan besar.

Beberapa titik tetap dijaga ketat karena ada indikasi aksi anarkis dari sebagian demonstran.

Penempatan pagar dan kendaraan taktis terbukti efektif menahan arus massa dari menerobos area vital.

Koordinasi internal antar petugas dilakukan secara berkelanjutan untuk menjaga situasi tetap terkendali.

Water Cannon dan Gas Air Mata Dikeluarkan untuk Menekan Massa

Demo ™25 Agustus™ Tolak Tunjangan DPR di Jakarta Berakhir Ricuh, Polisi Pukul Mundur Massa dengan Water Cannon dan Gas Air Mata

Polisi menggunakan mobil water cannon untuk memukul mundur kerumunan secara bertahap ke arah Jalan Gerbang Pemuda dan Slipi.

Gas air mata ditempatkan sebagai antisipasi ketika beberapa demonstran mulai bersikap agresif.

Langkah ini memecah konsentrasi massa sekaligus menekan tindakan anarkis.

Di depan Gerbang Pancasila DPR, satu sepeda motor dibakar oleh demonstran, menambah ketegangan dan memicu kepanikan.

Jalan Palmerah ditutup sementara untuk mencegah situasi memburuk lebih jauh.

Kapolres menegaskan, setiap perilaku perusakan dan kekerasan tidak akan ditoleransi.

Pengunjuk rasa diarahkan mundur ke beberapa titik agar aspirasi tetap tersampaikan tanpa menimbulkan kerugian.

Aparat terus mengawasi titik-titik rawan untuk mencegah potensi kericuhan lanjutan.

Langkah memecah kerumunan terbukti efektif menekan risiko bentrokan lebih luas.

Meski ketegangan masih terlihat, pengendalian polisi menjaga agar kondisi tetap bisa dikendalikan.

Dampak Lalu Lintas dan Penutupan Jalan

Kericuhan demonstrasi memengaruhi arus kendaraan di sekitar kompleks DPR.

Jalan Gatot Subroto arah Slipi ditutup, kendaraan dialihkan ke Jalan Gerbang Pemuda, Asia Afrika, dan Bendungan Hilir.

Kemacetan meluas hingga kawasan Semanggi karena volume kendaraan tinggi dan jalur utama tidak dapat dilewati.

Tol Dalam Kota KM 12+500 arah Slipi juga ditutup sementara untuk meminimalkan risiko kecelakaan dan kemacetan.

Petugas menyarankan pengendara menggunakan jalur alternatif agar tetap bisa melintasi wilayah tanpa terjebak macet panjang.

Penutupan jalan memungkinkan polisi memantau kerumunan dan mengendalikan arus kendaraan.

Massa yang tersebar ke beberapa arah membuat rekayasa lalu lintas perlu disesuaikan dengan cepat.

Petugas lalu lintas tetap siaga untuk memastikan kendaraan tetap bergerak lancar.

Masyarakat diminta mematuhi petunjuk agar tidak terjadi gangguan tambahan.

Langkah ini menjaga keselamatan warga, pengunjuk rasa, dan aparat di lapangan.

Kondisi Terbaru dan Imbauan Kepolisian

Hingga pukul 13.00 WIB, akses tol menuju Slipi mulai dibuka secara bertahap.

Situasi di depan Gedung DPR mulai lebih aman, meski pengawasan tetap dilakukan secara ketat.

Kapolres menekankan agar penyampaian aspirasi dilakukan dengan tertib sesuai aturan hukum.

Demonstrasi yang damai lebih efektif untuk menyampaikan tuntutan tanpa merugikan publik.

Masyarakat diimbau memantau jalur alternatif agar tidak terjebak kemacetan akibat aksi unjuk rasa.

Demo menolak tunjangan DPR ini menjadi bukti nyata bahwa aksi massa berpotensi menimbulkan risiko bagi fasilitas publik, keselamatan, dan arus lalu lintas.

Water cannon, gas air mata, dan rekayasa arus kendaraan terbukti menekan kerusuhan lebih luas.

Peran pengunjuk rasa yang disiplin sangat penting agar aspirasi tersampaikan tanpa menimbulkan kerugian.

Meskipun situasi kini lebih stabil, aparat tetap bersiaga untuk mencegah gangguan susulan.

Peristiwa ini menunjukkan bahwa demonstrasi perlu disiplin, koordinasi, dan kesadaran hukum agar tujuan sosial-politik tercapai tanpa kekacauan.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengenal Kriteria Desil 1 sampai 10 Terbaru, Cek Tingkat Kesejahteraan dan Cara Melihatnya
Jangan Lewatkan! Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Cek Syarat dan Harganya
Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:55 WIB

Mengenal Kriteria Desil 1 sampai 10 Terbaru, Cek Tingkat Kesejahteraan dan Cara Melihatnya

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:31 WIB

Jangan Lewatkan! Promo Tambah Daya PLN Agustus 2026, Cek Syarat dan Harganya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB