Aksi Kreatif Dua Siswa Berkostum Tikus Berdasi Bawa “Uang Rakyat” Viral di Medsos

- Penulis

Jumat, 15 Agustus 2025 - 08:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Aksi Kreatif Dua Siswa Berkostum Tikus Berdasi Bawa "Uang Rakyat" Viral di Medsos

Aksi Kreatif Dua Siswa Berkostum Tikus Berdasi Bawa "Uang Rakyat" Viral di Medsos

Redaksiku.com – Media sosial kembali dihebohkan dengan aksi nyentrik dua Siswa Berkostum Tikus Berdasi yang tampil beda dalam sebuah lomba sekolah.

Dalam video yang beredar, keduanya tampil dengan kostum tikus berdasi sambil membawa properti yang mereka sebut sebagai “uang rakyat”.

Aksi ini sontak memicu diskusi dan komentar panas dari warganet.

Video yang awalnya diunggah di salah satu platform media sosial itu langsung menyedot perhatian publik. Bukan hanya karena kostumnya unik, tetapi juga karena pesan satir yang tersirat. Banyak netizen menilai bahwa kostum tikus berdasi ini adalah simbol kritik terhadap pejabat yang korup dan menyalahgunakan kepercayaan publik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Konteks di Balik Kostum Tikus Berdasi

Buat yang belum tahu, istilah “tikus berdasi” sudah lama dipakai di Indonesia untuk menyebut pejabat atau oknum yang melakukan korupsi. Dalam budaya populer, tikus digambarkan sebagai hewan yang suka mencuri, sementara dasi melambangkan pejabat atau orang kantoran. Gabungan dua simbol ini sering digunakan untuk menyindir perilaku serakah di dunia pemerintahan.

Dua siswa ini tampaknya memahami simbol tersebut dengan sangat baik. Mereka bahkan menambahkan properti berupa “uang rakyat” yang dibawa di tangan, semakin memperjelas pesan yang ingin mereka sampaikan. Meski hanya tampil dalam lomba sekolah, pesan yang mereka bawa berhasil keluar dari ruang acara dan masuk ke ranah publik.

Respons Warganet: Antara Salut dan Geram

Sejak diunggah, video ini sudah dibanjiri ribuan komentar. Banyak yang memuji keberanian kedua siswa ini dalam menyampaikan kritik sosial lewat cara yang kreatif. Tidak sedikit pula yang menilai bahwa aksi ini mewakili suara masyarakat yang sudah lelah dengan maraknya kasus korupsi.

Salah satu komentar berbunyi, “Banyak yang menyindir para pejabat, tapi hanya pura-pura tidak mengerti. Salut buat adik-adik ini yang berani speak up!” Ada juga komentar lain yang lebih emosional, “Masyarakat sudah muak dengan pejabat yang cuma mikirin diri sendiri.”

Ada pula warganet yang mengingatkan bahwa jika keserakahan terus merajalela, maka masa depan negara bisa terancam. “Negara akan hancur dengan keserakahan para pejabatnya,” tulis seorang pengguna media sosial.

Aksi Kreatif Dua Siswa Berkostum Tikus Berdasi Bawa “Uang Rakyat” Viral di Medsos
Aksi Kreatif Dua Siswa Berkostum Tikus Berdasi Bawa "Uang Rakyat" Viral di Medsos

Satire Lewat Lomba Sekolah

Menariknya, aksi kedua siswa ini bukan bagian dari demonstrasi atau acara politik, melainkan sebuah lomba sekolah. Hal ini menunjukkan bahwa pesan kritis bisa disampaikan di mana saja, bahkan di acara yang awalnya hanya bertujuan untuk hiburan atau kreativitas siswa.

Kreativitas seperti ini juga mencerminkan bahwa generasi muda semakin peka terhadap isu sosial-politik. Mereka tidak hanya fokus pada pelajaran formal, tetapi juga memahami realitas yang terjadi di sekitar mereka.

Pesan Moral di Balik Aksi

Jika dilihat lebih dalam, aksi kostum tikus berdasi ini punya makna moral yang kuat. Pertama, ini adalah bentuk peringatan agar pejabat publik tidak menyalahgunakan kekuasaan. Kedua, ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap kritis dan berani bersuara.

Pesan ini semakin relevan mengingat kasus-kasus korupsi di Indonesia masih sering mencuat ke publik. Beberapa di antaranya bahkan melibatkan pejabat tinggi yang dipercaya untuk mengelola anggaran negara.

Viral Bukan Sekadar Hiburan

Banyak video viral yang hanya mengandalkan unsur lucu atau heboh tanpa pesan berarti. Tapi, kasus ini berbeda. Keviralan video ini justru membuat banyak orang kembali membicarakan masalah korupsi. Bahkan, ada beberapa akun yang membagikan ulang video tersebut sambil menambahkan informasi tentang kasus-kasus korupsi terbaru di Indonesia.

Hal ini membuktikan bahwa media sosial punya kekuatan besar untuk membentuk opini publik. Jika digunakan dengan tepat, platform ini bisa menjadi sarana edukasi yang efektif, meski lewat konten hiburan.

Respon dari Guru dan Sekolah

Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak sekolah, beberapa guru yang mengenal siswa tersebut disebut memberikan dukungan. Menurut mereka, aksi ini adalah bentuk kreativitas yang tidak boleh dimatikan. Selama tidak melanggar aturan sekolah, kritik sosial seperti ini justru bisa menjadi bagian dari pembelajaran.

Namun, ada juga pihak yang mengingatkan agar siswa tetap berhati-hati dalam menyampaikan kritik, terutama jika melibatkan simbol atau isu yang sensitif. Mereka menekankan pentingnya memilih kata dan simbol yang tepat agar pesan bisa sampai tanpa menimbulkan masalah hukum.

Generasi Z dan Keberanian Bersikap

Fenomena ini semakin mempertegas bahwa Gen Z punya cara unik dalam menyuarakan pendapat. Mereka memadukan humor, seni, dan media sosial untuk menyampaikan pesan yang dalam. Tidak heran jika banyak orang merasa terinspirasi dan mendukung aksi seperti ini.

Generasi muda juga semakin melek terhadap isu-isu publik, seperti transparansi anggaran, kebersihan pemerintahan, dan keadilan sosial. Dengan keberanian seperti ini, harapan untuk perubahan positif di masa depan semakin besar.

Mengapa Kritik Perlu Disuarakan Sejak Dini

Kritik terhadap perilaku korup tidak boleh hanya muncul saat kasus besar terungkap. Kesadaran publik harus dibangun sejak dini, termasuk melalui pendidikan di sekolah. Ketika siswa sudah berani berbicara dan bersikap kritis, maka generasi berikutnya akan tumbuh menjadi warga negara yang peduli.

Aksi kedua siswa ini mungkin terlihat sederhana, tapi dampaknya besar. Banyak orang yang awalnya hanya menonton untuk hiburan, akhirnya ikut merenung tentang keadaan negara dan perlunya perbaikan.

Penutup: Pesan dari “Tikus Berdasi”

Dari sekian banyak video yang viral, tidak semua mampu menggabungkan kreativitas, humor, dan kritik sosial seperti ini. Kostum tikus berdasi yang dibawa dua siswa ini telah menjadi simbol perlawanan terhadap keserakahan dan penyalahgunaan kekuasaan.

Harapannya, aksi ini bukan hanya jadi tren sesaat, tetapi juga memicu kesadaran kolektif untuk terus mengawasi dan menuntut integritas dari para pemimpin. Seperti kata pepatah, “Lebih baik mencegah tikus masuk daripada repot mengusirnya setelah merajalela.”

 

Berita Terkait

Istilah Dasarian Viral di Media Sosial, Ternyata Ini Artinya Menurut BMKG
Viral Rekening Aktivis Pati Diblokir, Bagaimana Nasib Saham Bank Mandiri BMRI?
Aduh! Retribusi Leang-Leang Rp1,36 Miliar, Misteri dalam Catatan BPK
Viral Sungai Barito Berubah Seperti Gurun, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya
KKB Sandera 9 Perempuan di Papua, Operasi Besar Dilakukan untuk Bebaskan Korban
Kolom Komentar Bank Mandiri Ramai Diserbu Nasabah, Keluhan Layanan Jadi Sorotan
Respons Hyundai soal Permasalahan Hyundai Ioniq 5 AA Juju yang Viral
Relawan Gempa NTT Ahmad Zaki Ali Wafat Saat Salurkan Bantuan, Gubernur Sampaikan Duka

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Istilah Dasarian Viral di Media Sosial, Ternyata Ini Artinya Menurut BMKG

Senin, 24 Agustus 2026 - 21:56 WIB

Viral Rekening Aktivis Pati Diblokir, Bagaimana Nasib Saham Bank Mandiri BMRI?

Senin, 24 Agustus 2026 - 16:37 WIB

Aduh! Retribusi Leang-Leang Rp1,36 Miliar, Misteri dalam Catatan BPK

Senin, 24 Agustus 2026 - 15:12 WIB

Viral Sungai Barito Berubah Seperti Gurun, Ternyata Ini Faktor Penyebabnya

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:41 WIB

KKB Sandera 9 Perempuan di Papua, Operasi Besar Dilakukan untuk Bebaskan Korban

Berita Terbaru