Provokator Gedung Grahadi ditangkap oleh Kepolisian Daerah Jawa Timur setelah aksi unjuk rasa berujung perusakan dan pembakaran di Surabaya.
Penangkapan dua orang ini menjadi titik balik dalam pengungkapan kasus besar yang membuat ibu kota provinsi Jawa Timur sempat lumpuh.
Polisi menyebut kedua provokator Gedung Grahadi tersebut diduga kuat menjadi otak yang menggerakkan massa hingga puluhan orang.
Dengan ditangkapnya dua pelaku ini, aparat semakin fokus mendalami dalang di balik aksi rusuh yang merusak wajah kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Polda Jawa Timur menegaskan bahwa meski dua provokator Gedung Grahadi telah diamankan, penyelidikan masih berlanjut secara intensif.
Kronologi Penangkapan Provokator Gedung Grahadi

Menurut keterangan resmi, provokator Gedung Grahadi diamankan setelah polisi melakukan serangkaian penyelidikan sejak kericuhan akhir Agustus 2025.
Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, mengatakan dua pelaku tersebut sempat mengaku mengerahkan sekitar 70 orang.
Provokator Gedung Grahadi itu disebut menggerakkan massa dari beberapa titik berbeda di Surabaya sebelum menuju pusat demonstrasi.
Sebelum aksi anarkis pecah, kelompok tersebut berkumpul di sebuah warung kopi sebagai tempat konsolidasi awal.
Dari titik itulah, provokator Gedung Grahadi mengajak massa bergerak ke arah Gedung Negara Grahadi yang menjadi sasaran.
Aparat menyebut bahwa perusakan hingga pembakaran sisi barat gedung tidak lepas dari instruksi kedua pelaku tersebut.
Meski demikian, polisi masih mendalami kemungkinan adanya aktor lain yang memberikan perintah di balik layar.
Halaman : 1 2 Selanjutnya







Jadilah yang pertama berkomentar
Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.