2 Kali Ancaman Bom Gegerkan Penerbangan Haji Indonesia, Kemenag Minta Keamanan Penerbangan Diperketat

- Penulis

Minggu, 22 Juni 2025 - 22:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, berharap insiden ancaman bom pesawat jemaah haji tak terulang, keselamatan jemaah jadi prioritas mutlak. (Foto: kemenag go.id)

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, berharap insiden ancaman bom pesawat jemaah haji tak terulang, keselamatan jemaah jadi prioritas mutlak. (Foto: kemenag go.id)

Keamanan jemaah haji kembali menjadi perhatian utama setelah muncul dua insiden ancaman bom terhadap pesawat yang mengangkut jemaah asal Indonesia.

Meski keduanya dipastikan aman, kejadian itu menimbulkan kecemasan, baik di kalangan jemaah maupun publik.

Kementerian Agama (Kemenag) pun mendesak semua pihak untuk memperketat pengawasan demi mencegah insiden serupa terulang.

Ancaman Bom Terjadi Dua Kali Dalam Sepekan

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Hilman Latief, berharap insiden ancaman bom pesawat jemaah haji tak terulang, keselamatan jemaah jadi prioritas mutlak. (Foto: kemenag go.id)
2 Kali Ancaman Bom Gegerkan Penerbangan Haji Indonesia, Kemenag Minta Keamanan Penerbangan Diperketat

Dalam sepekan terakhir, dua penerbangan yang membawa jemaah haji Indonesia mengalami gangguan serius akibat ancaman bom.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kasus ancaman bom yang pertama terjadi pada Selasa, 17 Juni 2025, ketika pesawat Saudia dengan rute Jeddah-Jakarta menerima informasi ancaman.

Akibatnya, pesawat harus dialihkan dan mendarat di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatra Utara, guna dilakukan pemeriksaan keamanan.

Setelah penyisiran oleh tim kepolisian dan otoritas penerbangan, tidak ditemukan benda mencurigakan, dan pesawat dinyatakan aman untuk kembali melanjutkan penerbangan.

Meski demikian, situasi tersebut membuat jemaah sempat cemas dan perjalanan menjadi tertunda beberapa jam.

Belum genap sepekan, kejadian serupa kembali terjadi pada Sabtu, 21 Juni 2025.

Kali ini, pesawat yang terkena ancaman merupakan penerbangan jemaah menuju Surabaya.

Pesawat yang semula dijadwalkan langsung ke Tanah Air juga dialihkan ke Kualanamu untuk pemeriksaan keamanan lanjutan.

Lagi-lagi, hasil pemeriksaan menunjukkan tidak adanya indikasi bahan peledak atau benda berbahaya lain di dalam pesawat.

Namun, dua kejadian beruntun ini cukup untuk membuat para jemaah merasa tidak nyaman dan khawatir terhadap perjalanan pulang mereka.

Kemenag: Keselamatan Jemaah Adalah Prioritas Utama

Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Hilman Latief, menyampaikan keprihatinan atas kejadian tersebut.

Dalam pernyataannya di Madinah pada Minggu (22/6/2025), ia menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi tanggung jawab bersama dan harus dijaga dengan serius.

“Pesawat diperiksa secara menyeluruh dan diinapkan. Alhamdulillah, informasi terakhir menyebutkan bahwa ancaman bom itu tidak terbukti,” ujar Hilman.

Ia pun menyampaikan harapannya agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi di masa mendatang.

Menurut Hilman, otoritas terkait harus mampu menelusuri pelaku di balik ancaman tersebut agar proses hukum bisa berjalan dan tidak ada pihak yang merasa bebas menebar teror.

Hilman juga menambahkan bahwa proses kepulangan jemaah haji harus berlangsung dengan lancar dan tanpa gangguan.

Ketegangan akibat isu ancaman bom dikhawatirkan bisa mengganggu ketenangan jemaah dan berdampak pada kondisi fisik maupun psikologis mereka.

Kementerian Agama berharap kerja sama antara otoritas bandara, aparat keamanan, dan maskapai bisa terus ditingkatkan demi menjamin keamanan maksimal.

Ini bukan sekadar teknis penerbangan, tapi soal kepercayaan publik dan kenyamanan jemaah, tegas Hilman.

Ia pun mendesak agar investigasi dilakukan secara serius demi mencegah tindakan serupa terjadi di masa depan.

Tanggapan Otoritas dan Penelusuran Ancaman Bom

Polisi menyatakan telah memulai investigasi menyeluruh terkait sumber ancaman yang diterima oleh dua penerbangan tersebut.

Meski hasil pemeriksaan pesawat menunjukkan nihil ancaman nyata, asal-muasal informasi palsu tetap harus dilacak.

Menurut sumber internal di Bandara Kualanamu, sistem keamanan telah bekerja optimal sesuai standar internasional, termasuk penyisiran kabin, bagasi, dan kokpit.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Muncul di Gunung Dempo Bawa Senjata, Pria Ini Diamankan Polisi Usai Bikin Warga Resah
Jadwal Full Moon 2026 Lengkap, Catat Tanggal Buck Moon hingga Cold Moon
Terbaru! Contoh Proposal Kegiatan Lomba 17 Agustus Lengkap dengan Susunannya
Kasus Pencuri Ayam di Bali Viral, Simak Kronologi hingga Perkembangan Terbarunya
Korwil BGN Kayong Utara Dimutasi ke Papua Usai Momen Main HP Saat Arahan Kepala BGN Viral
Heboh! Kasat Resnarkoba Tangsel Ditangkap dalam Dugaan Kasus Narkotika, Ini Faktanya
BGN Siap Berbenah Total, Sudrayono Tetapkan 3 Prioritas Utama untuk Program MBG
BGN Tindak Tegas Pelanggaran MBG, 833 SPPG Ditangguhkan dan Ratusan Pegawai Disanksi

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:47 WIB

Jadwal Full Moon 2026 Lengkap, Catat Tanggal Buck Moon hingga Cold Moon

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:34 WIB

Terbaru! Contoh Proposal Kegiatan Lomba 17 Agustus Lengkap dengan Susunannya

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:24 WIB

Kasus Pencuri Ayam di Bali Viral, Simak Kronologi hingga Perkembangan Terbarunya

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:33 WIB

Korwil BGN Kayong Utara Dimutasi ke Papua Usai Momen Main HP Saat Arahan Kepala BGN Viral

Rabu, 29 Juli 2026 - 19:03 WIB

Heboh! Kasat Resnarkoba Tangsel Ditangkap dalam Dugaan Kasus Narkotika, Ini Faktanya

Berita Terbaru