Viral Pendaki Nyalakan Flare di Gunung Andong, 6 Pemuda Akui Hanya Numpang Foto, Pengelola Marah

- Penulis

Minggu, 5 Mei 2024 - 08:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Pendaki Nyalakan Flare di Gunung Andong, 6 Pemuda Akui Hanya Numpang Foto, Pengelola Marah

Viral Pendaki Nyalakan Flare di Gunung Andong, 6 Pemuda Akui Hanya Numpang Foto, Pengelola Marah

Redaksiku.com – Sebuah video yang menampilkan kepulan asap flare di puncak Gunung Andong, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah jadi viral di sarana sosial.

Sebab, kepulan asap berwarna merah berikut mengganggu pendaki lain yang mendirikan tenda di puncak Gunung Andong.

Segerombolan remaja justru asyik berfoto di monumen puncak bersama dengan flare yang menyelimuti area tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Viral Pendaki Nyalakan Flare di Gunung Andong, 6 Pemuda Akui Hanya Numpang Foto, Pengelola Marah
Viral Pendaki Nyalakan Flare di Gunung Andong, 6 Pemuda Akui Hanya Numpang Foto, Pengelola Marah

Tampak pendaki lain memelihara diri berasal dari asap di balik tenda dan menutupi wajah.

Diduga momen itu berlangsung di Puncak Alap-Alap terhadap Rabu (1/5/2024).

Video berikut jadi viral sesudah diunggah oleh account Instagram @andongviapendem sampai mendapatkan 92,9 ribu penayangan.

Klarifikasi

Viral Pendaki Nyalakan Flare di Gunung Andong, 6 Pemuda Akui Hanya Numpang Foto, Pengelola Marah
Viral Pendaki Nyalakan Flare di Gunung Andong, 6 Pemuda Akui Hanya Numpang Foto, Pengelola Marah

Sejumlah pendaki yang tertangkap kamera tengah berfoto bersama dengan kepulan asap flare itu telah jalankan klarifikasi terhadap pengelola.

Mereka juga membantah tak menyalakan flare dan cuma numpang berfoto kala flare tetap menyala.

Hal berikut diungkapkan oleh Kepala Resort Pemangkuan rimba Pagergunung, BKPH Ambarawa, KPH Kedu Utara, Muhlisin.

Mereka telah berkomunikasi bersama dengan pengelola basecamp Pandem untuk jalankan klarifikasi terhadap Jumat (3/5/2024).

“Ini sanggup informasi berasal dari yang perihal itu dambakan mengklarifikasi kaitannya bersama dengan kejadian itu bahwa ada informasi kala mereka itu cuma numpang foto,” ujar Muhlisin, Jumat (3/5/2024).

Sementara, soal siapa pemilik dan oknum yang menyalakan flare, mereka tak mengetahui sebab kondisinya di puncak tergolong ramai kala itu.

“Jadi sempat mereka memberikan juga mereka cuma numpang foto di situ yang menyalakan flare bukan dia, sebab mungkin banyaknya pengunjung mereka juga tidak mengetahui si A si B nya itu,” katanya.

Pengelola dinilai kecolongan

Pihak kepolisian telah mendalami momen berikut bersama dengan berharap keterangan sejumlah pihak.

Mulai berasal dari pengelola Basecamp Pandem sampai penjaga warung yang berada di puncak Gunung Andong.

Pengelola basecamp via Pandem dinilai kecolongan supaya ada pendaki yang mempunyai flare sampai puncak

Padahal, sebelum akan momen terjadi, pendaki Gunung Andong telah diingatkan oleh pengelola warung untuk tidak menyalakan flare sebab sanggup membahayakan dan mengganggu pengunjung lain.

Hal berikut dikatakan oleh Kapolsek Ngablak, AKP Suhartoyo.

“Pengunjung yang jalankan atau menyalakan flare yang muncul di medsos kebanyakan anak-anak yang tetap remaja. Dari pengelola basecamp pendakian Gunung Andong menjadi terlalu kecolongan bersama dengan ada kejadian berikut dan menjadikan ketidak nyamanan semua pihak,” ungkapnya, Jumat (3/5/2024).

Saat ini polisi mengupayakan melacak pengunjung yang menyalakan flare.

Pengelola juga diminta memicu banner berisi imbauan serta larangan barang bawaan yang tidak diperbolehkan.

“Dilakukan tracing pengunjung yang teregister di loket nomer HP dan alamat pengunjung di masing-masing loket basecamp,” katanya.

Razia secara selektif kepada para pengunjung juga bakal dilakukan.

Nantinya, bakal dilaksanakan kontrol terhadap semua barang bawaan pendaki dan jalankan pendataan barang bawaan yang tidak boleh dibawa dan dititipkan di basecamp.

Kemudian barang boleh diambil ulang sesudah pengunjung turun berasal dari puncak gunung.

“Akan dilaksanakan peningkatan pengawasan kepada para pengunjung dan jalankan patroli bersama,” ujar Suhartoyo.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Siswa SMK di Kupang Tusuk Guru Saat Tidur, Ini Motif yang Diungkap Polisi
Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat
Richard Lee Hadapi Sidang Pembuktian, Ini Fakta Terbaru Perkaranya
Merdeka Run 2026 Siap Ramaikan Jakarta, Cek Jadwal, Lokasi, Rute, dan Status Tiket Terbaru
Jangan Sampai Ketinggalan! Event Jakarta Agustus 2026 yang Bisa Dikunjungi Akhir Pekan Ini
Mita Hilang Usai Menelepon Ibunya, Polisi Ungkap Fakta Mengejutkan
Pilot Lolos dari KLIA Bawa 26 Kg Narkoba, Menteri Malaysia Bela Scanner Bandaranya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:11 WIB

Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Siswa SMK di Kupang Tusuk Guru Saat Tidur, Ini Motif yang Diungkap Polisi

Jumat, 14 Agustus 2026 - 17:08 WIB

Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:50 WIB

Richard Lee Hadapi Sidang Pembuktian, Ini Fakta Terbaru Perkaranya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Merdeka Run 2026 Siap Ramaikan Jakarta, Cek Jadwal, Lokasi, Rute, dan Status Tiket Terbaru

Berita Terbaru

Penyebab Anak Sulit Konsentrasi Saat Belajar

Pendidikan

5 Penyebab Anak Sulit Konsentrasi Saat Belajar

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:50 WIB

Siapa Maya Boyd? Bintang Broadway yang Kini Jadi Sorotan

Hiburan

Siapa Maya Boyd? Bintang Broadway yang Kini Jadi Sorotan

Sabtu, 15 Agu 2026 - 12:34 WIB