Redaksiku.com – Fenomena laut Surabaya dipenuhi busa putih mendadak jadi sorotan publik setelah video yang direkam warga viral di media sosial. Dalam rekaman itu, permukaan air di sekitar Jembatan Suramadu terlihat dipenuhi gumpalan busa tebal yang terus keluar dari arah rumah pompa.
Pemandangan tak biasa tersebut langsung memicu diskusi warganet. Banyak yang awalnya menduga ada pencemaran industri, ada pula yang mengira busa tersebut berasal dari tumpahan bahan kimia. Namun, pihak berwenang langsung turun tangan memberikan penjelasan.
Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya memastikan fenomena itu bukan kejadian baru. Mereka menyebut busa tersebut terbentuk dari akumulasi limbah cair domestik yang dialirkan warga ke sungai tanpa proses pengolahan.
Rekaman Warga Bikin Fenomena Ini Viral
Video laut Surabaya dipenuhi busa putih viral setelah beberapa warga mengunggah rekamannya ke media sosial. Dalam video itu terlihat busa menyebar cepat mengikuti arus, membuat area sekitar Suramadu tampak memutih seperti terkena tumpahan sabun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Banyak komentar bermunculan. Ada yang kaget, ada yang penasaran, ada yang langsung mempertanyakan kondisi kualitas air di kawasan tersebut. Fenomena visualnya memang cukup ekstrem, sehingga wajar jika warganet langsung heboh.
DLH Surabaya Tegaskan Berasal dari Limbah Domestik
Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, mengonfirmasi bahwa laut Surabaya dipenuhi busa putih akibat limbah cair rumah tangga yang tidak diolah. Air sabun dari kegiatan mencuci, mandi, hingga laundry langsung dialirkan ke sungai yang kemudian bermuara ke laut.
Dedik menjelaskan, busa muncul karena pompa air bertekanan tinggi di hilir sungai sedang beroperasi. Tekanan tersebut membuat zat surfaktan dalam limbah sabun berubah menjadi busa dalam jumlah besar.
Tidak ada industri di sepanjang aliran sungai itu. Jadi ini murni limbah domestik, tegasnya.
Menumpuk Saat Kemarau, Menghilang Saat Hujan
Fenomena laut Surabaya dipenuhi busa putih biasanya terjadi saat musim kemarau. Debit air di sungai lebih sedikit, sehingga limbah rumah tangga menjadi lebih pekat. Ketika pompa dinyalakan, busa yang terbentuk pun lebih banyak.
Sebaliknya, saat musim hujan, busa cenderung berkurang. Debit air meningkat dan campuran air hujan membuat konsentrasi sabun menjadi lebih encer. Itulah sebabnya fenomena ini tidak muncul sepanjang tahun.
DLH menyebut fenomena ini bukan indikasi pencemaran berat, tapi tetap perlu diawasi karena menunjukkan buruknya pengelolaan limbah domestik warga.
Tidak Ada Kegiatan Industri di Sekitar Sungai
Sempat muncul spekulasi bahwa busa di kawasan Suramadu berasal dari pembuangan limbah industri. Namun, DLH membantah hal tersebut.
Menurut Dedik, kawasan aliran sungai yang menuju laut itu tidak dilewati perusahaan manufaktur atau pabrik. Artinya, sumber busa benar-benar dari sisa aktivitas harian warga sekitar.
Pengecekan lebih lanjut tetap dilakukan, tetapi sejauh ini tidak ada indikasi keterlibatan sektor industri.
Rumah Pompa Jadi Pemicu Visual Busa yang Ekstrem
Dalam fenomena laut Surabaya dipenuhi busa putih, peran rumah pompa sangat signifikan. Ketika pompa menyedot dan menyemburkan air bercampur limbah, surfaktan langsung bereaksi dengan udara dan tekanan sehingga busa meluber ke permukaan laut.
Tanpa pompa, tumpukan busa tidak akan sebesar yang terlihat dalam rekaman viral tersebut. Karena itu, fenomena visual yang muncul sering kali tampak lebih dramatis dari kondisi sebenarnya.
DLH Lanjutkan Pemeriksaan Lapangan
Meski sudah mengetahui penyebab umum, DLH tetap melakukan pengecekan lanjutan untuk memastikan tidak ada faktor lain yang memperburuk situasi.
Pengecekan meliputi titik rumah pompa, aliran sungai, hingga kemungkinan adanya aktivitas ilegal yang luput dari pantauan.
Hari ini dicek lagi untuk melihat intensitas busa dan kemungkinan faktor penunjang lainnya, ujar Dedik.
Warganet Ramai Bandingkan Fenomena Busa dengan Laut Sabun
Seiring video laut Surabaya dipenuhi busa putih viral, warganet mulai membanjiri media sosial dengan berbagai komentar dan perbandingan kocak.
Banyak yang menyamakan pemandangan tersebut dengan laut sabun, buih deterjen tumpah, hingga efek mesin cuci raksasa.
Meski banyak komentar bercanda, sebagian netizen juga menyoroti seriusnya persoalan limbah domestik yang mengalir ke sungai tanpa pengolahan.
Diskusi publik langsung melebar ke isu pengelolaan lingkungan dan kebiasaan masyarakat dalam membuang limbah harian.
Fenomena ini membuktikan bahwa visual yang mencolok di lapangan bisa memancing perhatian publik dalam hitungan detik, dan dalam kasus ini, ikut mendorong DLH mempercepat pemeriksaan lapangan.
Fenomena laut Surabaya dipenuhi busa putih kembali mengingatkan publik bahwa limbah rumah tangga masih menjadi persoalan serius di berbagai kota besar.
Visual busa yang viral memang mengejutkan, tetapi penyebabnya ternyata sederhana dan berasal dari kebiasaan harian masyarakat yang belum tertata.
DLH memastikan fenomena ini dalam pantauan dan akan terus melakukan evaluasi. Sementara itu, warganet masih ramai membahas video tersebut karena pemandangannya yang tidak biasa dan cukup mencolok.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau






