Viral Isu Gaji DPR RI Tembus Rp100 Juta Per Bulan, Puan Maharani Angkat Bicara

- Penulis

Senin, 18 Agustus 2025 - 20:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Isu Gaji DPR RI Tembus Rp100 Juta Per Bulan, Puan Maharani Angkat Bicara

Viral Isu Gaji DPR RI Tembus Rp100 Juta Per Bulan, Puan Maharani Angkat Bicara

Isu mengenai gaji DPR RI kembali menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial bahwa gaji anggota dewan periode 20242029 naik hingga Rp100 juta per bulan.

Kabar tersebut memicu perdebatan di masyarakat, terlebih di tengah situasi ekonomi yang masih menantang.

Menanggapi isu tersebut, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Puan Maharani memberikan klarifikasi tegas. Ia menegaskan bahwa tidak ada kenaikan gaji pokok bagi anggota DPR RI.

Menurut Puan, yang terjadi hanyalah perubahan fasilitas dari rumah jabatan menjadi kompensasi uang tunjangan perumahan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hal ini kemudian membuat total penghasilan anggota dewan seolah meningkat, karena kompensasi tersebut digabungkan dengan gaji dan tunjangan lainnya.

Tidak ada kenaikan gaji. Hanya saja sekarang DPR sudah tidak mendapatkan rumah jabatan, melainkan diganti dengan kompensasi uang rumah, kata Puan saat ditemui di Istana Merdeka, Jakarta.

Isu Kenaikan Gaji DPR RI Jadi Sorotan Publik

Benarkah gaji DPR RI tembus Rp100 juta per bulan? Simak klarifikasi Puan Maharani dan pernyataan anggota dewan. (Foto: x.com/puanmaharani_ri)
Viral Isu Gaji DPR RI Tembus Rp100 Juta Per Bulan, Puan Maharani Angkat Bicara

Sebelumnya, unggahan di media sosial menyebut bahwa anggota DPR RI mendapatkan gaji sekitar Rp3 juta per hari, atau setara Rp100 juta per bulan.

Informasi ini cepat menyebar dan menimbulkan spekulasi di masyarakat bahwa ada kenaikan besar-besaran dalam gaji DPR RI.

Isu tersebut makin ramai diperbincangkan karena masyarakat menilai besaran gaji anggota dewan tidak sebanding dengan kinerja yang ditampilkan.

Apalagi, isu kenaikan gaji DPR RI ini muncul berdekatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, ketika publik sedang sensitif terhadap isu kesejahteraan rakyat.

Namun, Puan Maharani menegaskan bahwa persepsi tersebut keliru. Menurutnya, rumah jabatan yang sebelumnya diberikan kepada anggota DPR kini sudah dikembalikan kepada pemerintah.

Sebagai gantinya, anggota dewan menerima uang tunjangan perumahan sekitar Rp50 juta per bulan.

Jadi itu saja, sekarang rumah jabatan sudah dikembalikan kepada pemerintah, dan sebagai gantinya diberikan uang tunjangan. Bukan kenaikan gaji pokok, imbuhnya.

Gaji DPR RI Bisa Lebih dari Rp100 Juta

Meski Puan membantah adanya kenaikan gaji DPR RI, pernyataan berbeda disampaikan anggota Komisi I DPR RI, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin.

Ia secara blak-blakan mengungkapkan bahwa total take home pay anggota DPR RI saat ini memang bisa tembus lebih dari Rp100 juta per bulan.

Menurut Hasanuddin, tambahan tunjangan perumahan sekitar Rp50 juta membuat total penghasilan anggota dewan meningkat dibanding periode sebelumnya. Ia menyebut jumlah tersebut sudah cukup besar, bahkan jika dibagi rata sama dengan Rp3 juta per hari.

Kalau dihitung, take home pay itu lebih dari Rp100 juta. Kan tidak dapat rumah, tapi dapat kompensasi Rp50 juta. Jadi wajar saja. Kalau dibagi rata, Rp3 juta per hari. So what gitu loh, ujar Hasanuddin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Politikus PDI Perjuangan itu juga menegaskan bahwa jumlah gaji tersebut bukanlah rahasia. Menurutnya, transparansi mengenai gaji anggota DPR adalah hal wajar karena uang tersebut bersumber dari rakyat.

Terus disebut buka rahasia, ya enggak lah. Itu kan uang rakyat juga. Jadi masyarakat berhak tahu, katanya.

Kontroversi di Tengah Publik

Pernyataan Hasanuddin menambah panjang polemik soal besaran gaji DPR RI. Bagi sebagian masyarakat, angka Rp100 juta per bulan dinilai sangat besar dibandingkan rata-rata penghasilan rakyat Indonesia.

Isu ini kemudian memicu pertanyaan soal keadilan sosial dan efektivitas kinerja para legislator.

Namun, di sisi lain, ada pandangan bahwa penghasilan tersebut wajar mengingat beban kerja, tanggung jawab, dan tuntutan jabatan sebagai wakil rakyat.

Besaran gaji dan tunjangan DPR juga sudah diatur dalam undang-undang, sehingga tidak bisa serta merta disebut sebagai kenaikan sepihak.

Meski demikian, isu ini tetap sensitif. Dalam kondisi banyak masyarakat yang masih kesulitan secara ekonomi, kabar bahwa anggota dewan menerima gaji di atas Rp100 juta per bulan tentu memunculkan kritik keras.

Pengakuan Politikus Soal Sulitnya Cari Uang Halal di Politik

Kontroversi semakin memanas setelah pernyataan Wakil Ketua Komisi II DPR dari Fraksi Golkar, Zulfikar Arse Sadikin.

Dalam sebuah diskusi yang digelar Indonesia Corruption Watch (ICW) beberapa waktu lalu, Arse mengaku bahwa mencari uang halal di dunia politik tidaklah mudah.

Jangankan di organisasi, di keluarga aja saya enggak selalu terus terang soal duit. Yang penting istri dan anak tercukupi. Tapi saya selalu berusaha mendapatkannya dengan cara halalan toyyiban, kata Arse.

Ia menambahkan, praktik korupsi bukan hanya terjadi di dunia politik, melainkan juga di sektor lain.

Meski demikian, ia mengakui menjaga integritas di dunia politik adalah tantangan berat. Walaupun sulit, kita tetap harus berusaha bertanggung jawab, ujarnya.

Pernyataan ini semakin menambah sorotan publik, karena seolah mengonfirmasi adanya tekanan besar di dunia politik yang berpotensi memicu praktik-praktik tidak sehat.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Lengkap! Daftar Nominasi Emmy Awards 2026, Hacks dan The Pitt Dominasi Persaingan
74 Kg Emas Berapa Rupiah? Ini Nilai Taksirannya Berdasarkan Harga Emas Hari Ini
Rugikan Negara hingga Rp5 Triliun! Kasus Korupsi Batu Bara PLTU Masuk Babak Baru, Polisi Geledah Titik ke 13
Gol Mesir Dianulir Wasit, Argentina Comeback Dramatis Menang 3-2
Febrie Adriansyah Soroti Komunikasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi
Pemadaman Bergilir Masih Jadi Sorotan, PLN Klaim Sistem Jawa Sudah Pulih
Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak di Lepas Pantai Karachi, Operasi Pencarian Diperluas
Fantastis! Film Obsession Kantongi Pendapatan Global 403 Juta Dolar di Box Office Dunia

Berita Terkait

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:54 WIB

Lengkap! Daftar Nominasi Emmy Awards 2026, Hacks dan The Pitt Dominasi Persaingan

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:41 WIB

74 Kg Emas Berapa Rupiah? Ini Nilai Taksirannya Berdasarkan Harga Emas Hari Ini

Jumat, 10 Juli 2026 - 10:28 WIB

Rugikan Negara hingga Rp5 Triliun! Kasus Korupsi Batu Bara PLTU Masuk Babak Baru, Polisi Geledah Titik ke 13

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:35 WIB

Gol Mesir Dianulir Wasit, Argentina Comeback Dramatis Menang 3-2

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:27 WIB

Febrie Adriansyah Soroti Komunikasi Publik dalam Pemberantasan Korupsi

Berita Terbaru

Tabel Pinjaman KUR BRI 2026, Cicilan Rp5–500 Juta

Keuangan

Tabel Pinjaman KUR BRI 2026, Cicilan Rp5–500 Juta

Sabtu, 11 Jul 2026 - 12:17 WIB

Wasit Argentina vs Swiss Disorot, João Pinheiro Diuji

Olahraga

Wasit Argentina vs Swiss Disorot, João Pinheiro Diuji

Sabtu, 11 Jul 2026 - 11:30 WIB

Jampidsus Mengundurkan Diri, Febrie Tinggalkan Jabatan

Politik

Jampidsus Mengundurkan Diri, Febrie Tinggalkan Jabatan

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:57 WIB

Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Bencana

Gempa Bumi Selat Sunda M5,3, Getaran Terasa di Banten

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:52 WIB

Norway vs Inggris: Haaland Tantang Pengalaman Three Lions

Olahraga

Norway vs Inggris: Haaland Tantang Pengalaman Three Lions

Sabtu, 11 Jul 2026 - 08:47 WIB