Redaksiku.com – Video aksi copet rogoh kantong pemotor di Jembatan Dua, Tambora, Jakarta Barat, mendadak viral di media sosial. Rekaman yang diambil dari dalam mobil itu memperlihatkan dua pria berjalan santai mendekati seorang pengendara motor yang sedang berhenti di lampu merah.
Dalam hitungan detik, salah satu pelaku langsung memasukkan tangannya ke kantong depan sweater korban dan mengambil ponselnya tanpa ragu. Momen itu terjadi tepat saat lalu lintas padat dan banyak kendaraan berhenti.
Warganet terkejut melihat keberanian pelaku yang bertindak seolah tidak peduli dengan kondisi sekitar. Viral-nya video ini membuat Polsek Tambora bergerak cepat mengidentifikasi dan menangkap salah satu pelaku.
Detik-Detik Aksi Terrekam Jelas dari Dalam Mobil
Video aksi copet rogoh kantong pemotor ini menunjukkan kedua pelaku bergerak mendekati korban dengan langkah santai. Salah satu dari mereka memakai sweater putih dan topi hitam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sesampainya di samping korban, pelaku langsung merogoh saku depan sweater sang pemotor. Gerakannya cepat, terlatih, dan dilakukan tanpa rasa takut meski banyak mata yang berpotensi melihat.
Saat lampu berubah hijau, korban tancap gas dan tidak menyadari bahwa ponselnya telah raib. Detik-detik ini menjadi sorotan utama para warganet.
Polisi Bergerak Cepat Setelah Video Viral
Setelah aksi copet rogoh kantong pemotor viral, Polsek Tambora langsung mengidentifikasi ciri-ciri pelaku. Mereka menelusuri lokasi kejadian dan mempelajari rekaman yang beredar.
Tak butuh waktu lama, polisi berhasil menemukan keberadaan salah satu pelaku berinisial A (37) yang bersembunyi di kawasan Pademangan, Jakarta Utara.
Pelaku diamankan di tempat persembunyian saat sedang istirahat, ujar Kanit Reskrim Polsek Tambora AKP Sudrajat.
Modus Pelaku Ganggu Konsentrasi Korban
Polisi menjelaskan bahwa aksi copet rogoh kantong pemotor dilakukan dengan memanfaatkan kondisi lampu merah. Para pelaku berjalan di antara kendaraan, mendekati target, lalu mengganggu fokus pengendara sebelum mengambil barangnya.
Modus memepet korban dianggap efektif karena korban biasanya sibuk menjaga keseimbangan atau memperhatikan lampu lalu lintas.
Inilah alasan mengapa korbannya sering tidak sadar hingga beberapa menit setelah kejadian.
Satu Pelaku Residivis, Satu Lagi Masih Buron
Pelaku berinisial A ternyata seorang residivis yang sudah dua kali keluar masuk penjara untuk kasus serupa. Dalam aksi copet rogoh kantong pemotor kali ini, ia bekerja bersama seorang rekan yang masih dalam pengejaran.
Pelaku A sehari-hari dikenal sebagai seniman tato yang mangkal di kawasan Kota Tua. Namun di balik profesinya, ia tetap melakukan aksi pencopetan untuk mendapatkan uang cepat.
Polisi kini terus memburu rekan A yang terekam beraksi dalam video viral tersebut.
Barang Bukti dan Pemeriksaan Lanjutan
Setelah mengamankan pelaku A, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa pakaian yang digunakan dalam aksi copet rogoh kantong pemotor serta hasil penjualan barang curian.
Pelaku mengakui perbuatannya dan menjelaskan bahwa mereka sengaja menyasar pengendara motor yang berhenti di lampu merah.
Penyidik kini mendalami apakah pelaku sudah melakukan aksi serupa di titik-titik lain.
Peringatan Polisi untuk Masyarakat
Polisi mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama saat berhenti di lampu merah. Kasus aksi copet rogoh kantong pemotor menunjukkan bahwa pelaku bisa muncul dari arah mana pun dan bergerak sangat cepat.
Pengendara disarankan tidak menaruh ponsel, dompet, atau barang berharga di saku luar pakaian saat berkendara. Hal kecil seperti itu bisa mengurangi risiko jadi target pencopet.
Selain itu, warga diminta melapor segera jika melihat orang yang berjalan mencurigakan di tengah lalu lintas.
Reaksi Warganet Membanjiri Media Sosial
Setelah aksi copet rogoh kantong pemotor viral, warganet langsung memenuhi kolom komentar berbagai platform dengan beragam respons.
Banyak yang terkejut melihat keberanian pelaku yang beraksi di tengah keramaian, sementara yang lain menyayangkan kondisi keamanan di titik-titik lampu merah.
Sebagian pengguna media sosial membagikan pengalaman pribadi mereka yang pernah hampir menjadi korban pencopetan serupa. Hal ini membuat banyak orang merasa kasus itu bukan kejadian langka, melainkan ancaman nyata di jalanan Jakarta.
Tak sedikit pula yang memuji kecepatan polisi menangkap salah satu pelaku. Namun warganet tetap menagih perkembangan lanjutan, terutama soal pelaku lain yang masih kabur.
Viralnya aksi copet rogoh kantong pemotor di Jembatan Dua membuka mata publik bahwa kejahatan jalanan masih rawan terjadi, bahkan pada situasi yang terlihat aman sekalipun. Keberanian pelaku yang beraksi di tengah banyak kendaraan membuat warganet geram sekaligus waspada.
Penangkapan satu pelaku memberi titik terang, namun pengejaran masih berlangsung terhadap rekannya yang terekam dalam video viral. Publik berharap polisi segera menangkap pelaku lain agar kasus serupa tidak berulang di titik lampu merah lainnya.
Kasus ini juga memicu obrolan luas soal keamanan berkendara di kota besar, terutama ketika pengendara tak menyadari ada ancaman sedekat itu. Banyak yang kini mulai lebih berhati-hati setelah melihat bagaimana cepatnya aksi tersebut terjadi.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau






