-
Revitalisasi Satuan Pendidikan
Pemerintah akan memperbaiki manajemen dan tata kelola sekolah, meningkatkan kapasitas kepala sekolah, serta memperkuat kompetensi guru. Tahun ini saja, lebih dari 16.100 sekolah direvitalisasi dengan total anggaran Rp16,9 triliun. -
Peningkatan Kualitas Guru
Melalui program Pendidikan Profesi Guru (PPG) dan Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), pemerintah menyiapkan 808 ribu kuota PPG untuk guru yang belum tersertifikasi. -
Penguatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning)
Konsep deep learning akan diterapkan untuk memperkuat karakter dan kompetensi siswa agar tak hanya fokus pada hafalan, tapi juga pemahaman mendalam, berpikir kritis, dan kolaboratif.ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
-
Kebijakan Pendidikan Berbasis Kajian Akademik
Abdul Mu™ti menegaskan, setiap kebijakan pendidikan harus lahir dari kajian akademik yang solid, bukan sekadar administratif. Pemerintah ingin kebijakan yang dibuat menjadi rekayasa sosial yang mampu membentuk karakter bangsa. -
Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi MuhammadiyahAisyiyah (PTMA)
Pemerintah membuka ruang seluas-luasnya bagi PTMA untuk berkontribusi dalam policy research (penelitian kebijakan), terutama dalam penguatan pendidikan karakter dan budaya belajar siswa.
Kami ingin kampus dan sekolah bersinergi, bukan berjalan sendiri-sendiri. Kolaborasi adalah kunci menuju sistem pendidikan yang unggul dan adaptif, ujar Abdul Mu™ti.
Fokus: Guru, Kurikulum, dan Adaptasi Teknologi
Kebijakan ini tentunya nggak bisa dijalankan begitu saja tanpa persiapan matang. Pemerintah kini tengah memetakan kebutuhan tenaga pendidik baru di bidang teknologi informasi dan bahasa asing.
Banyak pihak menilai, tantangan terbesarnya ada di distribusi dan kesiapan guru di daerah. Karena itu, pelatihan akan difokuskan agar semua wilayah dari kota besar sampai pelosok bisa menerapkan kurikulum baru secara merata.
Selain itu, Kemendikdasmen juga berencana mengintegrasikan teknologi pembelajaran digital agar siswa bisa belajar coding dan AI lewat platform daring (online learning), dengan metode interaktif dan berbasis proyek.
Dengan cara ini, pembelajaran tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tapi juga bisa dikembangkan di rumah atau lewat kerja tim berbasis komunitas sekolah.
🤠Kolaborasi dengan Dunia Kampus dan Industri
Untuk mempercepat adaptasi, pemerintah juga akan menggandeng perguruan tinggi dan industri teknologi nasional maupun internasional.
Perguruan tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah, misalnya, akan dilibatkan dalam pengembangan kurikulum, riset pendidikan digital, serta pelatihan calon guru.
Sinergi ini penting agar dunia pendidikan kita tidak tertinggal dari perubahan teknologi. Pemerintah butuh dukungan nyata dari kampus dan sektor swasta, kata Abdul Mu™ti.
Kerja sama dengan industri juga diharapkan membuka peluang magang bagi guru dan siswa, sehingga mereka bisa belajar langsung tentang penerapan AI, data science, dan teknologi informasi di dunia kerja.
🚠Menuju Pendidikan Masa Depan
Rakernas Forum Rektor PTMA 2025 yang berlangsung pada 1619 Oktober di Universitas Muhammadiyah Malang menjadi momen penting untuk membahas arah pendidikan masa depan Indonesia.
Forum ini tidak hanya berfungsi sebagai ajang diskusi kebijakan, tetapi juga tempat merancang peta jalan pendidikan adaptif dan berkelanjutan.
Abdul Mu™ti menekankan bahwa transformasi pendidikan bukan hanya soal menambah pelajaran baru, tapi tentang mengubah pola pikir seluruh ekosistem pendidikan.
Kami ingin membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tapi juga tangguh, berakhlak, dan siap menghadapi dunia yang berubah cepat, tegasnya.
🌠Harapan untuk Generasi Digital Indonesia
Kebijakan wajibnya coding, AI, dan bahasa Inggris sejak SD dipandang sebagai langkah strategis menuju Indonesia yang lebih siap bersaing di era digital global.
Anak-anak di masa depan nggak cuma belajar membaca dan berhitung, tapi juga belajar memecahkan masalah, memahami logika pemrograman, berpikir kreatif, serta berkomunikasi secara global.
Dengan dukungan kurikulum modern dan guru yang kompeten, diharapkan Indonesia bisa melahirkan generasi tech-savvy yang bukan cuma jadi pengguna teknologi, tapi juga pencipta inovasi untuk bangsa.
Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2






