Redaksiku.com – PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) mencatatkan perbaikan struktur keuangan yang signifikan pada semester I-2026. Utang bank jangka pendek perseroan terpangkas 30,9% menjadi US$ 8,46 juta per 30 Juni 2026, turun dari posisi akhir tahun lalu sebesar US$ 12,24 juta.
Berdasarkan laporan keuangan per 30 Juni 2026, total liabilitas jangka pendek TOBA juga mengalami penurunan sebesar 13,5% menjadi US$ 143,24 juta. Sementara itu, posisi kas perusahaan tercatat masih cukup kuat mencapai US$ 94,7 juta pada akhir Juni 2026.
Analis Phintraco Sekuritas Aditya Prayoga menilai penurunan utang bank jangka pendek yang dibarengi dengan posisi kas besar merupakan perkembangan positif di tengah transformasi bisnis perusahaan. Langkah ini memberikan ruang lebih baik bagi perseroan untuk menjalankan kebutuhan operasional maupun ekspansi lanjutan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT

Kinerja Operasional dan Arus Kas
Perbaikan kondisi keuangan TOBA turut tercermin dari penguatan arus kas operasi pada semester pertama tahun ini. Kas neto yang diperoleh dari aktivitas operasi tercatat sebesar US$ 14,58 juta, berbalik positif dari posisi periode yang sama tahun sebelumnya yang masih mencatat angka negatif.
Dari sisi kinerja operasional, laba kotor TOBA melonjak 102,9% menjadi US$ 28,23 juta dibandingkan paruh pertama tahun lalu. Margin kotor perusahaan energi ini juga ikut meningkat secara bertahap dari 8,1% menjadi 16,3%.
Kombinasi arus kas operasi yang kembali positif dan pertumbuhan adjusted EBITDA menjadi indikator penting dalam melihat kemampuan TOBA memperbaiki struktur keuangannya secara menyeluruh.
Sementara itu, adjusted EBITDA konsolidasi TOBA mencapai US$ 25,73 juta atau tumbuh 23,7% secara tahunan. Rugi bersih perusahaan juga berhasil menyusut tajam hingga 83,2% menjadi US$ 19,42 juta pada semester I-2026.

Kontribusi Pendapatan dan Prospek
Sepanjang paruh pertama 2026, TOBA membukukan pendapatan konsolidasi sebesar US$ 173,02 juta dari berbagai lini bisnisnya. Kontribusi terbesar berasal dari sektor pengelolaan limbah yang menyumbang US$ 105,93 juta.
Sektor pertambangan batu bara menyumbang US$ 34,85 juta, disusul perdagangan batu bara sebesar US$ 19,51 juta. Bisnis kendaraan listrik yang digarap perseroan turut memberikan andil pendapatan sebesar US$ 9,06 juta.
Analis menyarankan agar konsistensi arus kas dan pengelolaan kewajiban terus dijaga seiring berjalannya rencana ekspansi bisnis. Stabilitas finansial yang terjaga akan membantu perusahaan menyeimbangkan leverage di masa depan.
Pertanyaan Umum
Bagaimana kondisi utang jangka pendek TOBA pada semester I-2026?
Utang bank jangka pendek PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) turun 30,9% menjadi US$ 8,46 juta per 30 Juni 2026 dari US$ 12,24 juta pada akhir tahun 2025.
Berapa besar total pendapatan konsolidasi TOBA pada periode tersebut?
TOBA membukukan pendapatan konsolidasi sebesar US$ 173,02 juta pada semester I-2026 dengan kontribusi terbesar dari sektor pengelolaan limbah.
Sektor apa saja yang menjadi sumber pendapatan utama TOBA?
Pendapatan utama perseroan ditopang oleh bisnis pengelolaan limbah, pertambangan dan perdagangan batu bara, serta ekspansi di sektor kendaraan listrik.
Ringkasan
Saham TOBA mencatatkan prospek menarik setelah utang bank jangka pendek turun 30,9% menjadi US$ 8,46 juta pada semester I-2026 dengan kas yang kuat.




