Novel : Petaka Sebuah Jandi (Part 9)

- Penulis

Minggu, 22 September 2024 - 20:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel : Petaka Sebuah Jandi (Part 9)

Toni sibuk dengan rencana untuk membidik turis lansia menikmati cuaca panas di bulan-bulan musim dingin. Dia mulai merintis kerjasama biro-biro wisata di Amerika maupun Eropa. Dia juga berencana membuka kantor representatif di Amerika dan Eropa. Untuk memudahkan mobilisasinya Toni lebih sering berkantor di Semarang. Toni belum juga memberi waktu kapan akan membicarakan rencana pernikahan mereka.

Tanpa terasa usia pernikahan Ratih dan Toni hampir satu tahun. Ratih mulai menyiapkan data-data keperluan penulisan skripsinya. Keduanya sibuk dengan urusannya. Toni hanya memberikan kartu kredit dan transfer uang bulanan.

Ratih fokus menyelesaikan pendidikannya. Dia mengambil semester pendek. Keikutsertaan dalam kegiatan kampus benar-benar sangat membantu dalam pengumpulan fakta dan data pendukung yang diperolehnya di lapangan. Dia yakin bisa lulus dengan nilai sempurna. Ratih berniat melanjutkan studi di Jerman sekalian menghabiskan waktu sesuai perjanjian pernikahan no. 5. Jika semua berjalan lancar, Ratih dan Toni mengakhiri pernikahannya tiga tahun setelah akad nikah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Suatu hari, di saat Erlika tidak lagi tahan menanggung rindu, dia sengaja membuat Toni penasaran. Hatinya kesal sekali, kekasihnya mengabaikannya dan memilih sibuk dengan pekerjaannya. Erlika menghubungi Toni, saat Toni sedang berada di Semarang.

Erlika berniat menggoda kekasihnya. Dia melakukan direct call, tapi begitu tersambung langsung dimatikan. Beberapa kali dia lakukan, kemudian mengirim WA menyatakan kangen dengan emoticon menangis. Ternyata pancingannya mengena, membangkitkan rasa kangen pada diri Toni. Pekerjaan Toni yang menentukan perkembangan bisnis keluarganya, tidak dapat menyegerakannya pulang. Hingga sebulan kemudian, setelah menerima panggilan telepon, Toni dengan terburu-buru melakukan rapat darurat.

Manda, tunda pertemuan dengan konsultan hotel Ancala Karimun. Acara pertemuan lain hingga seminggu kedepan juga ditunda. Buat undangan rapat intern terbatas, hari ini! perintahnya tegas kepada sekretarisnya.

Jam berapa, Pak?

Sekarang! Telpon mereka! Undangan menyusul! teriak Toni.

Manda, Sekretaris Dirut kantor Semarang dirasa sangat lelet dibanding dengan Linda, sekretarisnya di kantor Purwokerto. Toni sangat memercayai Linda. Dia sangat mengerti apa yang harus dilakukan, selain itu juga sangat pintar dan cekatan.

Menjelang magrib, Toni sampai di vila. Istirahat sebentar, mandi lalu makan malam yang dipesan dari restoran langganannya. Bibirnya mengulum senyum, rasa kangen membuat injakan pedal gas semakin dalam. Dia ingin segera mengetahui keadaan Erlika.

Cahaya lampu dim sebuah mobil dari arah depan mengagetkannya. Dengan gerak reflek Toni membanting stir ke kiri sambil menginjak rem. Hampir saja dia menabrak pohon mahoni di tepi jalan. Setelah diam sesaat, otaknya mulai bekerja, dia menyadari tidak sedang berada di Semarang. Toni melanjutkan perjalanan.

Mendengar mobil berhenti, Erlika yang mengaku sakit buru-buru menempelkan cangkir mug berisi air panas ke dahi, pipi dan lehernya. Rasa panas ditahannya, membuat kulit bersihnya panas dan memerah. Dia tiduran tertutup selimut hingga leher. Ibunya membawa keluar mug menghindari kecurigaan.

Toni masuk kamar dengan cemas. Ayah Erlika mengekor di belakangnya. Mengetahui ada yang masuk, Erlika membuka mata. Menatap sayu tunangannya, Mas, akhirnya kau datang, ucapnya lirih.

Tanpa riasan, membuat wajahnya tampak polos dan pucat. Dengan sedikit akting orang sakit, dia tampak seperti sedang sakit betulan. Di nakas terdapat nampan berisi sepiring nasi dan sepotong buah.

Kau sakit apa, Lika? Sudah ke dokter?

Erlika menggeleng. Ayahnya menjelaskan, sudah beberapa hari Lika nggak mau makan, juga nggak mau ke dokter, Nak. Tadi pagi, mendengar Nak Toni mau datang, baru dia makan. Tadi siang hanya makan buah. Tapi panasnya sudah turun. Mendengar penjelasan calon mertua, Toni tersenyum kecil. Erlika manyun, pipinya memerah.

Maaf, Nak Toni. Bapak mau keluar. Di masjid ada rembug desa, pamit ayah Erlika lanjut keluar kamar.

Setelah tinggal berdua, Toni menyuapinya dengan sepenuh cinta. Erlika hanya makan beberapa suapan.

Makan yang banyak, nanti sakitmu tambah parah! ancamnya.

Tapi mual rasanya, Mas. Makan buah aja, pintanya manja.

Ayolah, cepat dimakan! Dihabisin. Kau ini seperti anak kecil. Kalau gak makan ya masuk anginlah, ujar Toni sambil memencet hidung kekasihnya dengan gemas.

Erlika meraih tangan Toni lalu membawanya ke lehernya yang masih sedikit hangat, masih demam, kan? Krasa nggak? Kalau nggak, emang gak punya perasaan, katanya merajuk.

Iya ¦ iya, Mas percaya, kata Toni sambil terus menyuapi hingga habis. Aslinya dia memang kelaparan. Piring ditaruh di nampan, Toni meraih gelas, dengan sedotan Erlika minum.

Setelah mengelap bibir kekasih hatinya, Toni memeluk dan menciumi seluruh wajah tunangannya. Erlika membalas pelukannya, mereka berpagutan melepas rindu yang tertahan begitu lama. Toni tersenyum merasa mantap dengan pilihannya. Erlika bergeser masih dalam balutan selimutnya.

Emang nggak capek, Mas. Berbaringlah, biar aku bisa melihat wajah gantengmu dari dekat. Aku pengen menyentuh seluruh wajahmu, katanya manja. Menyentuh tubuhmu juga. Kau sudah menikmati tubuh wanita, tidak sulit membakar nafsumu, Mas! lanjutnya dalam hati. Matanya berkilat, bibirnya tersenyum miring dalam keremangan kamar.

Dengan ragu Toni merebahkan diri di samping gadis pujaannya. Dia memang lelah. Erlika meraih tangan Toni, menggunakannya sebagai bantal, lalu menghadap prianya. Keduanya ngobrol dalam kemesraan. Lama-lama tangan Erlika melingkar di pinggang Toni. Setelah larut malam Toni pamit pulang. Dia berjanji besok akan datang lagi menikmati kebersamaan seharian. Erlika tidak mau ditinggal. Dia sudah nekat akan menjebak Toni, tunangannya.

 

 

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cara Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana 17 Agustus 2026, Syarat dan Link Pendaftaran
Sanghyeon ALPHA DRIVE ONE Jalani Operasi Pita Suara, WAKEONE Ungkap Kondisi Terbarunya
Sinopsis Reborn Rookie, Drama Korea Fantasi dengan Plot Tak Terduga yang Bikin Penasaran
Festival Teman Tulus 2026, Jadwal, Line Up, Tiket, dan Fakta Konser Musik
Miss Supranational 2026 Jadi Sorotan, Ini Jadwal, Peserta, dan Fakta Kontes Kecantikan Dunia
Larissa Chou Terbaru, Profil, Perjalanan Hidup, dan Aktivitas Terkini
Seindah Masa Remaja Jadi Sorotan, Sinopsis, Pemain, dan Fakta Terbaru Series Romantis Indonesia
Kanye West Jakarta Jadi Sorotan, Kabar Kedatangan Ye ke Indonesia dan Fakta Terbarunya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Cara Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana 17 Agustus 2026, Syarat dan Link Pendaftaran

Selasa, 4 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Sanghyeon ALPHA DRIVE ONE Jalani Operasi Pita Suara, WAKEONE Ungkap Kondisi Terbarunya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:45 WIB

Sinopsis Reborn Rookie, Drama Korea Fantasi dengan Plot Tak Terduga yang Bikin Penasaran

Senin, 3 Agustus 2026 - 10:12 WIB

Festival Teman Tulus 2026, Jadwal, Line Up, Tiket, dan Fakta Konser Musik

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Miss Supranational 2026 Jadi Sorotan, Ini Jadwal, Peserta, dan Fakta Kontes Kecantikan Dunia

Berita Terbaru

Polres Barru menggelar Serah Terima Jabatan (Sertijab) delapan pejabat utama dan kapolsek jajaran. Rotasi ini menjadi bagian dari penyegaran organisasi untuk memperkuat profesionalisme serta meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Internasional

Sertijab Polres Barru, Kapolres Dorong Pelayanan kepada Masyarakat

Kamis, 6 Agu 2026 - 21:17 WIB