Perusahaan Ekspor Sarang Burung Walet Rencanakan IPO, Targetkan Penggalangan Dana Rp 105 Miliar

- Penulis

Senin, 24 November 2025 - 12:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Perusahaan Ekspor Sarang Burung Walet Rencanakan IPO, Targetkan Penggalangan Dana Rp 105 Miliar

Perusahaan Ekspor Sarang Burung Walet Rencanakan IPO, Targetkan Penggalangan Dana Rp 105 Miliar

Redaksiku.com – PT Abadi Lestari Indonesia (RLCO), sebuah perusahaan eksportir sarang burung walet, mengumumkan rencananya untuk melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 8 Desember 2025.

Melalui IPO ini, perseroan berharap dapat meraih dana segar untuk memperkuat modal dan pengembangan usaha.

Dalam prospektus IPO yang dirilis, perusahaan ini berencana untuk melepas 625 juta lembar saham, yang setara dengan 20% dari jumlah modal yang ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. Setiap saham akan dijual dengan harga antara Rp 150 hingga Rp 168 per lembar, yang berarti dana yang dapat dihimpun mencapai sekitar Rp 105 miliar.

“Target dana yang diperoleh melalui IPO ini diperkirakan akan mencapai Rp 105.000.000.000,” demikian pernyataan manajemen Abadi Lestari Indonesia dalam prospektus resminya pada Senin (24/11/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dana yang terkumpul dari IPO ini nantinya akan digunakan untuk meningkatkan modal kerja perseroan dalam mengelola usaha sarang burung walet. Sebagian besar dari dana tersebut, yakni sekitar 56,33%, akan dialokasikan untuk pembelian bahan baku utama, yaitu sarang burung walet.

Perusahaan Ekspor Sarang Burung Walet Rencanakan IPO, Targetkan Penggalangan Dana Rp 105 Miliar
Perusahaan Ekspor Sarang Burung Walet Rencanakan IPO, Targetkan Penggalangan Dana Rp 105 Miliar

Sementara itu, sekitar 43,67% sisanya akan digunakan untuk penyertaan modal kepada PT Realfood Winta Asia guna memperkuat pasokan bahan baku sarang burung walet.

Menurut manajemen, prospek bisnis sarang burung walet sangat cerah, terutama dalam jangka panjang. Data ekspor sarang burung walet Indonesia pada 2024 mencatatkan angka yang cukup signifikan, yakni sebesar US$ 551,556.

Di pasar domestik, produk sarang burung walet yang digunakan dalam produk kesehatan di pasar online tercatat mencapai Rp 10,7 triliun, dengan produk suplemen makanan menyumbang sekitar 55% dari total penjualan.

Perseroan memfokuskan perhatian pada segmen pasar kelas menengah ke atas di Indonesia yang terus berkembang pesat. Dengan berkembangnya segmen ini, perusahaan optimis mampu meraih pertumbuhan yang berkelanjutan.

Selain itu, pasar ekspor juga memberikan peluang yang menjanjikan, khususnya di kawasan Asia seperti China, Hong Kong, dan Singapura, yang terus meningkatkan permintaan sarang burung walet.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

NCT Haechan Resmi Jadi Wajah Kopi Kenangan, Cuplikan BTS Bikin Penggemar Antusias
Harga BBM Pertamina Hari Ini Berubah? Ini Daftar Harga Pertamax, Dexlite, dan Pertalite Terbaru
Cara Mengambil Keuntungan 10-20% dari Penjualan Produk
Telkomsel Bukan Lagi Sekadar Operator Seluler, Ini Strategi Besarnya di Era Digital
Saham BBCA Turun Jadi Perhatian, Apakah Masih Menarik untuk Investasi Jangka Panjang?
Cara Membuat Pernikahan Lebih Berkesan dengan Undangan Digital Modern
Tingkatkan Profesionalisme, ASPEDI Banten Sertifikasi 30 Pengusaha Jasa Dekorasi
Bank Perekonomian Rakyat Bangkrut, Ini Penyebab BPR Bisa Dicabut Izinnya

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 13:18 WIB

NCT Haechan Resmi Jadi Wajah Kopi Kenangan, Cuplikan BTS Bikin Penggemar Antusias

Selasa, 1 September 2026 - 11:02 WIB

Harga BBM Pertamina Hari Ini Berubah? Ini Daftar Harga Pertamax, Dexlite, dan Pertalite Terbaru

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:50 WIB

Cara Mengambil Keuntungan 10-20% dari Penjualan Produk

Senin, 31 Agustus 2026 - 11:16 WIB

Telkomsel Bukan Lagi Sekadar Operator Seluler, Ini Strategi Besarnya di Era Digital

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:55 WIB

Saham BBCA Turun Jadi Perhatian, Apakah Masih Menarik untuk Investasi Jangka Panjang?

Berita Terbaru