Redaksiku.com – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melontarkan kritik tajam terhadap pola kerja aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan kementeriannya.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam forum Simposium PT SMI 2026 yang berlangsung di Jakarta, sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola birokrasi dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Dalam paparannya, Purbaya menyoroti adanya kebiasaan yang dinilai kontraproduktif di kalangan birokrasi, khususnya terkait komitmen terhadap tugas yang diberikan. Ia menilai, masih terdapat pegawai yang secara formal menyatakan kesiapan menjalankan instruksi, namun dalam praktiknya tidak menindaklanjuti pekerjaan tersebut dalam jangka waktu yang wajar.
Pola Kerja yang Dinilai Tidak Efektif
Menurut Purbaya, fenomena tersebut bukan hal baru dalam birokrasi. Ia menggambarkan situasi di mana seorang pegawai menyatakan siap saat menerima arahan, tetapi kemudian tidak menunjukkan progres nyata hingga berbulan-bulan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini, lanjutnya, mencerminkan adanya kesenjangan antara komitmen verbal dan implementasi di lapangan. Ia menilai, jika dibiarkan, pola kerja seperti ini dapat menghambat kinerja organisasi secara keseluruhan, terutama dalam institusi strategis seperti Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang memiliki peran penting dalam pengelolaan fiskal negara.
Purbaya juga menyinggung reaksi sebagian pegawai ketika dilakukan rotasi atau pergeseran jabatan. Ia menyebut bahwa ada kecenderungan munculnya keluhan atau penyesalan setelah keputusan diambil, meskipun sebelumnya tidak menunjukkan kinerja yang optimal.
Penegasan Komitmen dan Konsekuensi
Sebagai langkah perbaikan, Purbaya menegaskan bahwa pihaknya akan memperkuat sistem akuntabilitas kinerja di internal kementerian. Ia menekankan bahwa setiap arahan harus ditindaklanjuti dengan hasil yang terukur, bukan sekadar pernyataan kesiapan.
Dalam konteks ini, ia juga menyampaikan bahwa akan ada konsekuensi bagi pegawai yang tidak mampu memenuhi ekspektasi kinerja. Pernyataan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa reformasi birokrasi di lingkungan Kemenkeu akan diarahkan pada peningkatan disiplin dan profesionalisme.
Di sisi lain, Purbaya juga menegaskan bahwa penghargaan akan diberikan kepada pegawai yang menunjukkan kinerja baik. Insentif dan pengakuan dinilai sebagai bagian penting dalam menciptakan budaya kerja yang kompetitif dan produktif.

Reformasi Birokrasi sebagai Agenda Strategis
Pernyataan Menteri Keuangan tersebut sejalan dengan agenda reformasi birokrasi yang telah lama menjadi prioritas pemerintah. Reformasi ini bertujuan untuk menciptakan sistem pemerintahan yang lebih efisien, transparan, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menekankan pentingnya perubahan budaya kerja di kalangan ASN. Hal ini mencakup peningkatan integritas, profesionalisme, serta orientasi pada hasil.
Purbaya menilai bahwa perubahan perilaku birokrasi tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan konsistensi kebijakan, pengawasan yang ketat, serta komitmen dari seluruh jajaran untuk mendorong transformasi yang berkelanjutan.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






