23 Desember 2026 – Cold Moon (Supermoon)
Mengapa Setiap Full Moon Memiliki Nama?
Dalam jadwal Full Moon 2026, setiap bulan purnama memiliki nama yang berbeda. Penamaan tersebut berasal dari tradisi masyarakat adat di Amerika Utara yang menggunakan siklus Bulan sebagai penanda musim, cuaca, dan aktivitas berburu maupun bertani.
Sebagai contoh, Buck Moon pada Juli dinamai karena pada periode tersebut rusa jantan mulai menumbuhkan tanduk baru. Sementara Flower Moon pada Mei berkaitan dengan banyaknya bunga yang bermekaran saat musim semi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Nama-nama tersebut kemudian digunakan secara luas dalam kalender astronomi modern sebagai penanda setiap bulan purnama sepanjang tahun.
Fenomena Astronomi yang Menarik pada 2026
Selain bulan purnama biasa, jadwal Full Moon 2026 juga diwarnai beberapa fenomena astronomi menarik.
Pada 3 Maret 2026, Worm Moon bertepatan dengan gerhana bulan total. Fenomena ini terjadi ketika Bumi berada tepat di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangan Bumi menutupi seluruh permukaan Bulan.
Sementara itu, pada 28 Agustus 2026, Sturgeon Moon akan beriringan dengan gerhana bulan sebagian. Dalam kondisi tersebut, hanya sebagian permukaan Bulan yang tertutup bayangan Bumi.
Tahun 2026 juga menghadirkan tiga Supermoon, yakni Wolf Moon pada Januari, Beaver Moon pada November, dan Cold Moon pada Desember. Supermoon terjadi ketika fase purnama berlangsung saat Bulan berada relatif lebih dekat dengan Bumi sehingga tampak sedikit lebih besar dan lebih terang dibanding biasanya.
Waktu Terbaik Menyaksikan Full Moon
Masyarakat yang ingin menikmati jadwal Full Moon 2026 disarankan mencari lokasi dengan langit yang cerah dan minim polusi cahaya.
Area terbuka seperti pantai, perbukitan, atau lapangan biasanya menjadi pilihan terbaik untuk menikmati pemandangan Bulan purnama. Pengamatan juga akan lebih maksimal apabila cuaca mendukung dan langit tidak tertutup awan tebal.
Bagi penggemar fotografi, penggunaan tripod dan lensa telefoto dapat membantu menghasilkan gambar Bulan yang lebih tajam.
Sebagai penutup, jadwal Full Moon 2026 menghadirkan 13 kali fase bulan purnama dengan nama-nama tradisional yang unik, mulai dari Wolf Moon pada awal tahun hingga Cold Moon yang menutup tahun 2026.
Beberapa di antaranya juga bertepatan dengan gerhana bulan maupun Supermoon sehingga menjadi momen menarik bagi para pecinta astronomi.
Dengan mengetahui jadwal Full Moon 2026, masyarakat dapat merencanakan waktu terbaik untuk mengamati langit malam, mempelajari fenomena astronomi, atau mengabadikan keindahan Bulan melalui fotografi.
Setiap bulan purnama memiliki karakteristik dan cerita tersendiri, menjadikannya salah satu fenomena alam yang selalu dinantikan sepanjang tahun.
Meski bulan purnama dapat disaksikan dengan mata telanjang tanpa alat khusus, menggunakan teropong atau teleskop akan memberikan pengalaman yang lebih menarik karena detail permukaan Bulan, seperti kawah dan dataran luas, terlihat lebih jelas.
Oleh karena itu, jangan lewatkan setiap momen dalam jadwal bulan purnama sepanjang 2026 agar dapat menikmati salah satu fenomena langit yang paling indah sekaligus menambah wawasan tentang dunia astronomi.
Perlu diingat bahwa waktu terjadinya Full Moon biasanya dihitung berdasarkan zona waktu tertentu, seperti Eastern Time (ET). Oleh karena itu, masyarakat di Indonesia perlu menyesuaikannya dengan zona waktu setempat (WIB, WITA, atau WIT) jika ingin mengetahui waktu pengamatan yang lebih akurat.
Meski demikian, Bulan purnama umumnya tetap dapat dinikmati pada malam sebelum maupun sesudah puncak fase purnama, sehingga kesempatan untuk menyaksikan keindahannya tetap terbuka meskipun melewatkan waktu puncaknya.***
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






