Redaksiku.com – Dunia politik Tanah Air kembali dibuat ramai dengan munculnya isu mengejutkan: Bendahara Umum Partai NasDem, Ahmad Sahroni, dikabarkan akan pindah ke Partai Solidaritas Indonesia (PSI).
Kabar ini sontak viral di berbagai platform media sosial dan jadi bahan pembicaraan hangat di kalangan warganet maupun pengamat politik.
Namun, belum sempat rumor itu berkembang lebih jauh, petinggi PSI langsung angkat suara dan menepis isu tersebut dengan tegas. Mereka memastikan bahwa tidak ada rencana politik, negosiasi, apalagi perpindahan kader dari NasDem ke PSI seperti yang beredar di publik.
¥ Isu Pindah Partai yang Bikin Heboh
Isu kepindahan Ahmad Sahroni mencuat setelah muncul foto pertemuannya dengan Wakil Ketua Umum PSI, Ronald A. Sinaga atau yang akrab disapa Bro Ron. Dalam foto yang tersebar, keduanya tampak berbincang santai di sebuah kafe di kawasan Jakarta.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen tersebut langsung memicu spekulasi liar. Banyak yang menduga pertemuan itu berkaitan dengan manuver politik menjelang konsolidasi PSI di bawah kepemimpinan baru Kaesang Pangarep. Apalagi, PSI memang tengah gencar memperkuat barisan kader dan mencari sosok berpengaruh untuk memperluas basis dukungan.
Namun, bagi sebagian orang, pertemuan antara tokoh lintas partai sebenarnya hal biasa. Dunia politik memang kerap diwarnai komunikasi lintas partai sebagai bagian dari jejaring dan silaturahmi politik. Tapi karena melibatkan figur sekelas Ahmad Sahroniyang dikenal publik sebagai Crazy Rich Tanjung Priok dan salah satu tokoh penting NasDemisu tersebut langsung mencuri perhatian besar.
🚫 Petinggi PSI Langsung Klarifikasi
Menanggapi rumor panas itu, Ketua Harian DPP PSI, Ahmad Ali, menjadi salah satu tokoh yang paling cepat memberikan klarifikasi.
Dalam pernyataannya, Ali menegaskan bahwa tidak ada agenda politik apa pun di balik pertemuan Sahroni dengan Bro Ron. Ia menyebut pertemuan itu semata-mata pertemuan biasa antar tokoh yang sudah lama saling mengenal, bukan untuk membicarakan urusan partai atau kepindahan politik.
Saya pastikan tidak ada pembicaraan politik di pertemuan itu. Tidak benar kalau dibilang Sahroni mau pindah ke PSI, tegas Ahmad Ali saat dihubungi awak media.
Ia juga menambahkan bahwa PSI selalu terbuka untuk menjalin komunikasi dengan siapa pun, termasuk tokoh dari partai lain, selama konteksnya adalah silaturahmi dan bertukar ide. Namun, komunikasi tersebut jangan lantas ditafsirkan sebagai sinyal politik atau upaya membajak kader partai lain.
Pertemuan seperti itu bukan hal luar biasa dalam politik. Tapi tolong jangan langsung disalahartikan. Ini hanya silaturahmi biasa, imbuhnya.

ðŸ—£ï¸ PSI: Kami Tak Punya Agenda Rekrutmen
Selain Ahmad Ali, sejumlah petinggi PSI lainnya juga kompak membantah kabar tersebut. Mereka menegaskan bahwa PSI tidak sedang melakukan perekrutan kader dari partai lain, apalagi dari partai sebesar NasDem.
Menurut mereka, PSI kini tengah fokus pada konsolidasi internal dan pembenahan struktur organisasi, pasca berakhirnya kontestasi Pemilu 2024. Artinya, fokus partai saat ini bukan pada perekrutan tokoh, tetapi pada penguatan akar dan kader muda di daerah.
Kami fokus memperkuat kader internal, bukan menggaet orang partai lain. Jadi isu Sahroni pindah itu sama sekali tidak benar, kata salah satu pengurus DPP PSI yang enggan disebut namanya.
Sementara itu, Ronald A. Sinaga (Bro Ron) yang turut hadir dalam pertemuan dengan Sahroni, juga membantah keras kabar yang menyebut ada pembicaraan politik di antara mereka. Ia menegaskan bahwa pertemuan itu bersifat personal dan santai, bahkan tidak berlangsung lama.
Kami hanya ngopi bareng, ngobrol ringan. Tidak ada bahasan politik sama sekali, ujar Bro Ron dengan nada santai.
🧩 Ahmad Sahroni Juga Belum Buka Suara
Menariknya, hingga berita ini ramai diperbincangkan, Ahmad Sahroni sendiri belum memberikan tanggapan resmi. Namun, beberapa orang terdekatnya menyebut bahwa isu kepindahan itu sama sekali tidak berdasar.
Menurut mereka, Sahroni masih aktif menjalankan tugasnya sebagai Bendahara Umum NasDem dan bahkan baru saja menghadiri rapat internal partai beberapa hari lalu.
Sahroni dikenal sebagai salah satu tokoh penting di NasDem, terutama dalam bidang pendanaan dan strategi kampanye. Ia juga dekat dengan Ketua Umum Surya Paloh, sehingga kecil kemungkinan ia berpindah ke partai lain tanpa koordinasi jelas.
🧠Pengamat Nilai Isu Ini Sebagai Efek Media Sosial
Beberapa pengamat politik menilai bahwa isu kepindahan Sahroni ke PSI merupakan contoh klasik bagaimana dunia digital memperbesar rumor politik tanpa dasar yang kuat.
Menurut Ujang Komarudin, pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, pertemuan antar tokoh politik sering kali disalahartikan publik sebagai sinyal politik, padahal tidak selalu begitu.
Budaya politik kita memang cenderung sensitif terhadap simbol. Ketika dua tokoh dari partai berbeda bertemu, publik langsung berspekulasi, padahal bisa jadi hanya ngobrol biasa, ujar Ujang.
Ia menambahkan, PSI dan NasDem sama-sama punya citra sebagai partai progresif dan terbuka, sehingga wajar jika tokoh-tokoh mereka terlihat dekat di ruang publik. Namun, kedekatan tersebut bukan berarti ada manuver politik di baliknya.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






