Beberapa Tradisi Unik Menyambut Tahun Baru Islam di Indonesia

- Penulis

Minggu, 18 Februari 2024 - 17:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Beberapa Tradisi Unik Menyambut Tahun Baru Islam di Indonesia

Beberapa Tradisi Unik Menyambut Tahun Baru Islam di Indonesia

Redaksiku.com – Tahun Baru Islam, yang jatuh pada tanggal 1 Muharram, menjadi momen penting bagi umat Muslim di seluruh dunia.

Beberapa Tradisi Unik Menyambut Tahun Baru Islam di Indonesia
Beberapa Tradisi Unik Menyambut Tahun Baru Islam di Indonesia

Tidak terkecuali di Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim paling banyak di dunia.

Uniknya banyak ragam tradisi yang dilakukan masyarakat Indonesia dalam menyambut perayaan ini, mengingat ciri khas masing-masing daerah yang begitu kuat. Berikut adalah beberapa tradisi yang menjadi bagian dari perayaan Tahun Baru Islam yang jatuh pada tanggal 19 Juli 2023 mendatang.

Mubeng Benteng di Yogyakarta

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tradisi Mubeng Beteng sudah ada sejak masa Sultan Hamengku Buwono II pada tahun 1919. Persiapan ritual dimulai pada pukul 20.00 dengan serangkaian acara seperti tahlilan, pembagian makanan berkah, tembangan macapat, hingga pelaksanaan Mubeng Beteng tepat pada pukul 00.00 WIB.

Mubeng Beteng adalah akulturasi antara ajaran Islam dan tradisi Jawa yang telah berlangsung selama ratusan tahun. Tradisi ini melibatkan seluruh masyarakat Yogyakarta untuk mengelilingi Benteng Keraton Yogyakarta tanpa berbicara satu kata pun. Ritual ini memiliki makna sebagai refleksi atas apa yang telah dilakukan dalam setahun.

Tabuik di Pariaman

Tabuik menjadi puncak perayaan Tahun Baru Islam di Pariaman, Sumatra Barat. Tabuik adalah tradisi yang mengenang wafatnya cucu Nabi Muhammad SAW yakni Sayyidina Husein bin Ali. Masyarakat membangun replika bangunan dan mengaraknya ke pantai untuk kemudian dihanyutkan ke laut. Upacara ini diwarnai dengan nyanyian, tarian, dan perasaan penghormatan terhadap perjuangan Sayyidina Husein.

Grebeg Suro di Ponorogo

Grebeg Suro adalah sebuah tradisi budaya tahunan yang dilakukan oleh masyarakat Ponorogo sebagai pesta rakyat. Acara ini mencakup berbagai seni dan tradisi seperti Festival Nasional Reog Ponorogo, Pawai Lintas Sejarah dan Kirab Pusaka, serta Larungan Risalah Doa di Telaga Ngebel. Tradisi Grebeg Suro dirayakan setiap tanggal 1 Muharram (1 Suro dalam kalender Jawa) dan menjadi bagian dari Tahun Kunjungan Wisata Jawa Timur.

Rangkaian acara Grebeg Suro melibatkan prosesi penyerahan pusaka ke makam bupati pertama Ponorogo, diikuti oleh pawai ratusan orang yang berkuda dan menunggang bendi yang telah dihiasi menuju pusat kota. Selanjutnya, di alun-alun kota, diadakan Festival Nasional Reog Ponorogo yang melibatkan puluhan grup Reog dari berbagai daerah, termasuk Kutai Kartanegara, Jawa Tengah, Balikpapan, dan Lampung, untuk memeriahkan festival ini.

Pembuatan Bubur Asyura di Aceh

Tradisi Pembuatan Bubur Asyura menjadi bagian dari perayaan Tahun Baru Islam di Serambi Mekah. Proses pembuatan bubur ini melibatkan kerjasama antarwarga, di mana bahan-bahan seperti biji-bijian, kacang-kacangan, buah kering, dan rempah-rempah direbus bersama dalam panci besar.

Setelah matang, bubur Asyura disajikan kepada masyarakat sebagai hidangan spesial yang sering dibagikan kepada tetangga dan mereka yang membutuhkan. Tradisi pembuatan dan penyajian bubur Asyura ini tidak hanya menjadi makanan lezat, tetapi juga simbol persatuan, saling berbagi, dan semangat kebersamaan dalam menyambut Tahun Baru Islam di Aceh.

Ngadulag di Jawa Barat

Ngadulag yang menjadi ciri khas perayaan Tahun Baru Islam di beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti Cimenyan, Kabupaten Bandung, Sukabumi, hingga sebagian wilayah Banten. Asal-usul kata “ngadulag” berasal dari kata “dulag” yang memiliki arti “menabuh”. Tradisi ngadulag adalah tradisi menabuh bedug dengan pola ritmis yang dilakukan oleh masyarakat untuk memperingati tahun baru Hijriah.

Setiap tradisi memiliki nilai dan makna yang mendalam. Melalui tradisi ini, masyarakat Indonesia merayakan Tahun Baru Islam dengan penuh suka cita dan harapan baru, menjalin kebersamaan, dan mengenang peristiwa-peristiwa bersejarah dalam agama Islam.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tema Hari Pramuka 2026 Resmi, Simak Makna dan Tujuannya
14 Agustus Hari Apa? Ini Daftar Peringatan Nasional dan Internasional
Sejarah Bendera Merah Putih, Fakta Menarik di Balik Simbol Kebanggaan Indonesia
Kumpulan Prompt AI HUT ke-81 RI 2026, dari Foto Realistis hingga Poster Merah Putih
Cara Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana 17 Agustus 2026, Syarat dan Link Pendaftaran
Upacara HUT RI 81 di Istana Merdeka, Persiapan dan Rangkaian Peringatan Kemerdekaan 2026
Kalender Agustus 2026 Lengkap, Tanggal Merah, Hari Libur, dan Hari Penting
Logo HUT RI 81 Tahun 2026, Tema, Makna, dan Link Resmi Unduh

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 10:37 WIB

Tema Hari Pramuka 2026 Resmi, Simak Makna dan Tujuannya

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:11 WIB

14 Agustus Hari Apa? Ini Daftar Peringatan Nasional dan Internasional

Senin, 10 Agustus 2026 - 15:20 WIB

Sejarah Bendera Merah Putih, Fakta Menarik di Balik Simbol Kebanggaan Indonesia

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:56 WIB

Kumpulan Prompt AI HUT ke-81 RI 2026, dari Foto Realistis hingga Poster Merah Putih

Kamis, 6 Agustus 2026 - 15:19 WIB

Cara Ikut Upacara Kemerdekaan di Istana 17 Agustus 2026, Syarat dan Link Pendaftaran

Berita Terbaru

Cara Tepat Menghadapi Pembeli yang Suka Menawar

Bisnis

4 Cara Tepat Menghadapi Pembeli yang Suka Menawar

Sabtu, 22 Agu 2026 - 12:42 WIB

Foto: Aulia, murid SMKN 5 Barru, menerima bantuan.

Pendidikan

Kepedulian Gubernur Sulsel Sampai ke Murid SMKN 5 Barru

Sabtu, 22 Agu 2026 - 09:49 WIB