Orang tua korban mengaku kecewa karena pihak sekolah tidak segera menghubungi mereka begitu kejadian terjadi.
Seorang ayah korban mengatakan bahwa ia mengetahui anaknya meninggal dari grup WhatsApp sebelum mendapat informasi resmi dari sekolah.
“Saya syok ketika melihat nama anak saya masuk dalam daftar korban meninggal,” ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
8. Trauma yang Dialami Siswa Selamat
Siswa yang selamat mengalami trauma mendalam akibat kejadian ini. Beberapa di antaranya masih kesulitan tidur dan sering teringat momen saat teman-teman mereka terseret ombak.
Rombongan siswa study tour SMPN 7 Mojokerto ini bahkan mengaku tidak ingin mengikuti study tour lagi karena takut mengalami kejadian serupa. Pihak sekolah pun berjanji akan memberikan pendampingan psikologis bagi siswa yang mengalami trauma.
Tragedi study tour SMPN 7 Mojokerto di Pantai Drini menunjukkan bahwa keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan sekolah.
Kelalaian dalam pengawasan, kurangnya informasi mengenai kondisi alam, dan tidak adanya prosedur keselamatan yang jelas menjadi faktor utama dalam kejadian ini.
Peristiwa ini harus menjadi pembelajaran agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan. Orang tua, guru, dan pihak sekolah harus lebih berhati-hati dalam merancang study tour, terutama jika melibatkan tempat-tempat yang memiliki potensi bahaya. (*)
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Halaman : 1 2






