Donald Trump Naikkan Biaya Visa H-1B Rp1,6 Miliar, Pekerja RI Terancam Sulit Masuk AS

- Penulis

Monday, 22 September 2025 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Donald Trump Naikkan Biaya Visa H-1B Rp1,6 Miliar, Pekerja RI Terancam Sulit Masuk AS

Donald Trump Naikkan Biaya Visa H-1B Rp1,6 Miliar, Pekerja RI Terancam Sulit Masuk AS

Redaksiku.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat gebrakan kebijakan yang menuai kontroversi.  Pada Jumat, 19 September 2025, ia mengumumkan adanya penambahan biaya tahunan sebesar US$100 ribu atau sekitar Rp1,6 miliar bagi pemegang visa H-1B.

Kebijakan ini langsung menjadi sorotan karena dianggap akan memperberat langkah pekerja asing yang ingin meniti karier di Negeri Paman Sam, termasuk warga negara Indonesia. Banyak pihak menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan gugatan hukum dari berbagai kalangan, terutama perusahaan teknologi yang sangat bergantung pada tenaga kerja asing.

Alasan Trump Keluarkan Kebijakan

Dalam pernyataannya, Trump menegaskan bahwa keputusan ini diambil untuk menarik orang-orang hebat yang siap membayar mahal untuk bekerja di Amerika Serikat. Yang terpenting adalah, kita akan kedatangan orang-orang hebat, dan mereka akan membayar, ujarnya seperti dikutip AFP pada Sabtu, 20 September 2025.

Trump berulang kali menekankan bahwa langkah ini sejalan dengan visinya untuk menempatkan kepentingan Amerika di atas segalanya. Ia meyakini, dengan biaya tambahan tersebut, hanya pekerja dengan kualitas terbaik yang akan masuk, sekaligus meningkatkan pendapatan negara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Apa Itu Visa H-1B?

Visa H-1B merupakan salah satu jenis visa yang memungkinkan perusahaan di AS untuk mensponsori tenaga kerja asing dengan keahlian khusus. Profesi yang biasanya masuk dalam kategori ini adalah ilmuwan, insinyur, tenaga kesehatan, hingga pemrogram komputer.

Setiap tahunnya, Amerika Serikat menyediakan sekitar 85 ribu kuota visa H-1B melalui sistem undian (lotere). India tercatat sebagai negara dengan kontribusi terbesar, yakni hampir tiga perempat dari total penerima visa tersebut. Bagi perusahaan teknologi raksasa, visa H-1B menjadi instrumen vital untuk mendatangkan talenta asing yang mumpuni.

Donald Trump Naikkan Biaya Visa H-1B Rp1,6 Miliar, Pekerja RI Terancam Sulit Masuk AS
Donald Trump Naikkan Biaya Visa H-1B Rp1,6 Miliar, Pekerja RI Terancam Sulit Masuk AS 1

Dampak Bagi Pekerja Indonesia

Kebijakan baru ini dikhawatirkan akan menyulitkan warga Indonesia yang ingin bekerja di AS. Dengan biaya tambahan hingga Rp1,6 miliar per tahun, kesempatan bagi pekerja RI untuk bersaing semakin kecil. Perusahaan pemberi kerja pun bisa jadi lebih selektif dalam memilih kandidat karena biaya sponsorship yang sangat tinggi.

Situasi ini dapat mengurangi jumlah tenaga kerja asal Indonesia yang berhasil masuk ke pasar kerja Amerika, sekaligus mempersempit peluang ekspatriat muda dalam bidang teknologi maupun sains.

Potensi Gugatan Hukum

Kebijakan Trump berpotensi menghadapi tantangan hukum. Para pengamat menilai, penambahan biaya sebesar itu tidak hanya memberatkan, tetapi juga bisa dianggap diskriminatif. Beberapa perusahaan teknologi besar diperkirakan akan mengajukan gugatan karena visa H-1B merupakan tulang punggung mereka dalam mengakses talenta global.

Selain itu, aturan ini memungkinkan Menteri Keamanan Dalam Negeri memberikan pengecualian kepada individu, perusahaan, atau bahkan industri tertentu. Mekanisme ini dinilai rawan disalahgunakan dan dapat menimbulkan ketidakadilan.

Ketergantungan Perusahaan Teknologi pada H-1B

Perusahaan teknologi, terutama yang berbasis di Silicon Valley, sudah lama mengandalkan visa H-1B untuk mendatangkan tenaga kerja asing. Banyak dari mereka yang merekrut pekerja dari India, China, dan negara lain, termasuk Indonesia.

Dengan biaya tambahan sebesar Rp1,6 miliar, perusahaan mungkin harus menanggung beban lebih besar atau bahkan mengurangi perekrutan pekerja asing. Hal ini bisa memengaruhi daya saing industri teknologi AS yang selama ini dikenal sebagai pusat inovasi dunia.

Kebijakan Berlaku Setahun

Trump menetapkan bahwa aturan ini berlaku untuk satu tahun ke depan dan bisa diperpanjang sesuai kebijakan pemerintahannya. Meski sifatnya sementara, kebijakan ini sudah cukup untuk menciptakan ketidakpastian di kalangan pekerja asing maupun perusahaan yang membutuhkan mereka.

Banyak analis menyebut bahwa kebijakan ini sejalan dengan agenda politik Trump menjelang tahun pemilu, di mana isu imigrasi kerap dijadikan alat kampanye.

Reaksi Publik dan Internasional

Pengumuman ini memicu berbagai reaksi, baik dari dalam negeri AS maupun komunitas internasional. Warga Amerika yang pro terhadap kebijakan proteksionis menilai langkah ini tepat untuk mengurangi ketergantungan pada tenaga kerja asing. Namun, banyak pula yang menilai kebijakan ini kontraproduktif karena bisa mengurangi jumlah talenta berkualitas yang masuk ke AS.

Di India, yang menjadi negara penyumbang mayoritas pemegang visa H-1B, kebijakan ini menimbulkan keprihatinan. Pemerintah India bahkan diperkirakan akan melayangkan nota protes atau meminta pengecualian. Sementara itu, di Indonesia, kebijakan ini dilihat sebagai hambatan baru bagi tenaga kerja profesional yang ingin berkarier di Amerika.

Kesimpulan

Kebijakan Presiden Donald Trump yang menetapkan biaya visa H-1B sebesar US$100 ribu atau Rp1,6 miliar per tahun memicu kontroversi besar. Di satu sisi, kebijakan ini diklaim dapat menyaring tenaga kerja berkualitas, tetapi di sisi lain dinilai merugikan perusahaan teknologi dan menyulitkan pekerja asing, termasuk dari Indonesia.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belarus, Wajib Tahu 7 Fakta Negara Eropa Timur yang Jadi Sorotan
Syukuran Hari Bhayangkara, Polres Barru Perkuat Pengabdian
Upacara Hari Bhayangkara, Polres Barru Perkuat Kepercayaan Publik
Not Wanting Citizens to Suffer, Pujananting Police Chief Fights for BAZNAS Aid
Barru Police Chief: Promoted, Ready to Bear Greater Responsibility
Barru Police Chief Accompanies Regent in Reviewing People's School Project
Saat Api Meluluhlantakkan Rumah, Kepedulian Polsek Pujananting Menguatkan Korban
Direktur Law Analysis M. Ishadul Islami Akbar Ucapkan Selamat Hari Bhayangkara ke-80

Berita Terkait

Thursday, 2 July 2026 - 06:10 WIB

Syukuran Hari Bhayangkara, Polres Barru Perkuat Pengabdian

Thursday, 2 July 2026 - 06:03 WIB

Upacara Hari Bhayangkara, Polres Barru Perkuat Kepercayaan Publik

Wednesday, July 1, 2026 - 00:29 WIB

Not Wanting Citizens to Suffer, Pujananting Police Chief Fights for BAZNAS Aid

Wednesday, July 1, 2026 - 00:20 WIB

Barru Police Chief: Promoted, Ready to Bear Greater Responsibility

Wednesday, July 1, 2026 - 12:12 AM WIB

Barru Police Chief Accompanies Regent in Reviewing People's School Project

Berita Terbaru

iPhone 16e, Wajib Tahu 7 Fakta HP Apple dengan Chip A18

Technology

iPhone 16e, Wajib Tahu 7 Fakta HP Apple dengan Chip A18

Thursday, 2 Jul 2026 - 13:19 WIB

Belgia vs Senegal, Terbaru 6 Fakta Comeback Dramatis 3-2

Sports

Belgia vs Senegal, Terbaru 6 Fakta Comeback Dramatis 3-2

Thursday, 2 Jul 2026 - 12:19 WIB