Raja Surakarta PB XIII Wafat, Keraton Yogyakarta Tiadakan Pentas dan Tidak Menabuh Gamelan

- Penulis

Senin, 3 November 2025 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Raja Surakarta PB XIII Wafat, Keraton Yogyakarta Tiadakan Pentas dan Tidak Menabuh Gamelan

Raja Surakarta PB XIII Wafat, Keraton Yogyakarta Tiadakan Pentas dan Tidak Menabuh Gamelan

Simbol Persaudaraan Dua Keraton

Relasi antara Keraton Surakarta dan Keraton Yogyakarta memang memiliki akar sejarah panjang sejak perjanjian Giyanti tahun 1755, yang membagi kerajaan Mataram menjadi dua entitas. Meski secara politik dan administratif telah terpisah, keduanya tetap memiliki ikatan genealogis dan budaya yang kuat.

Setiap kali salah satu keluarga kerajaan mengalami peristiwa penting baik kebahagiaan maupun kedukaan keraton lainnya akan menyampaikan penghormatan melalui upacara resmi. Tradisi ini menjadi bentuk komunikasi kultural yang mempererat hubungan dua trah besar keturunan Mataram.

Dalam konteks ini, keputusan Keraton Yogyakarta untuk meniadakan kegiatan budaya bukan hanya bentuk belasungkawa, tetapi juga simbol persaudaraan luhur antara dua istana yang sama-sama menjadi penjaga warisan Nusantara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warisan Budaya dan Spirit Kepemimpinan

Kepergian PB XIII menyisakan jejak panjang bagi perjalanan budaya Jawa modern. Ia dikenal berperan aktif dalam upaya pelestarian adat dan seni tradisional, termasuk mendukung berbagai kegiatan kebudayaan di wilayah Surakarta.

Di mata banyak pihak, almarhum juga menjadi figur pemersatu di tengah perbedaan pandangan internal keraton. Ketegasannya dalam menjaga tatanan adat dan kebijaksanaannya dalam memimpin menjadikannya sosok yang dihormati tidak hanya di lingkup keraton, tetapi juga di mata pemerintah dan masyarakat luas.

Kini, masyarakat menantikan kelanjutan kepemimpinan di Keraton Kasunanan Surakarta pasca wafatnya PB XIII. Sementara itu, penghormatan dari berbagai pihak mulai dari kalangan bangsawan, pejabat negara, hingga masyarakat menunjukkan betapa besar pengaruh dan jasa beliau dalam menjaga eksistensi budaya Jawa.

Penutup: Duka yang Menyatukan

Wafatnya Sinuhun Paku Buwono XIII bukan hanya kehilangan bagi keluarga besar Keraton Surakarta, tetapi juga duka bersama bagi seluruh masyarakat Jawa yang mencintai warisan budayanya.

Melalui keputusan Keraton Yogyakarta untuk meniadakan pentas dan tidak menabuh gamelan, nilai luhur saling menghormati antartrah Mataram kembali ditunjukkan. Dalam suasana duka, kedua keraton besar ini memperlihatkan keteladanan: bahwa budaya Jawa sejatinya adalah tentang rasa, hormat, dan kebersamaan.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang
Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah
Viral 6 Hal Vanness Wu Menikah dengan Emi Aramaki
Geger 5 Poin Erin Wartia Eks ART Minta Syarat Damai
Panas 6 Poin Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak
Viral 5 Momen Luna Maya dan Cinta Laura Ramaikan HYROX Jakarta
Viral 5 Poin Nathalie Holscher Bungkam Tanggal Nikah
Panas 5 Poin Sarwendah Laporan Fitnah Pencemaran Nama Baik

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:30 WIB

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:44 WIB

Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:30 WIB

Viral 6 Hal Vanness Wu Menikah dengan Emi Aramaki

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:25 WIB

Geger 5 Poin Erin Wartia Eks ART Minta Syarat Damai

Selasa, 30 Juni 2026 - 21:22 WIB

Panas 6 Poin Ruben Onsu Siap Gugat Hak Asuh Anak

Berita Terbaru