Penyebab Jumlah Korban Longsor Petungkriyono Pekalongan Banyak

- Penulis

Rabu, 22 Januari 2025 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penyebab Jumlah Korban Longsor Petungkriyono Pekalongan Banyak

Penyebab Jumlah Korban Longsor Petungkriyono Pekalongan Banyak

Redaksiku.com – Sebanyak 17 orang tewas, 13 orang terluka, dan 9 orang lainnya masih di dalam pencarian akibat tanah longsor di Desa Kesimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Senin petang lalu. Dandim 0710/Pekalongan mengungkapkan penyebab banyaknya korban di dalam bencana itu.

Dandim 0710/Pekalongan Letkol Inf Rizky Aditya mengatakan, ada dua tempat tinggal dan satu kafe yang terdampak longsor tersebut. Dua tempat tinggal itu milik Pak Carik atau Sekretaris Desa (Sekdes) Kesimpar dan tempat tinggal seorang pendeta.

Rizky menjelaskan, sebelum kejadian, tempat tinggal Sekdes Kesimpar dan kafe itu menjadi daerah berkumpul sejumlah orang. Adapun satu tempat tinggal pendeta yang turut roboh akibat longsor itu sedang di dalam kondisi kosong.

“Rumah Pak Sekdes itu daerah berteduh, di sana sedianya lokasi aman, jauh dari tebing, lokasi (di) sawah, namun terkena longsor,” kata Rizky pas ditemui di Posko Induk Bencana Alam Kabupaten Pekalongan, di Petungkriyono, Rabu (22/1/2025) pagi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penyebab Jumlah Korban Longsor Petungkriyono Pekalongan Banyak
Penyebab Jumlah Korban Longsor Petungkriyono Pekalongan Banyak

“Lokasi ke dua di kafe Alo, itu ada acara termasuk kegiatan keluarga dan termasuk warga berteduh menanti hujan reda. Di kafe ada 25-30 orang, kita fokus itu. Untuk tempat tinggal warga di dukuh Kasimpar yang lain, aman,” sambung dia.

Saat ini tim paduan masih berusaha mencari sejumlah korban yang belum ditemukan. Tim paduan termasuk melaksanakan pembersihan material longsor.

“Ada tiga tim. Tim pertama bersihkan material longsor yang menghindar akses menuju lokasi, di sana ada tiga titik longsor. Tim ke dua dan ketiga fokus di titik pencarian di tempat tinggal Pak Carik (Sekdes) dan di kafe Alo,” ujar Rizky.

“Tim keempat mencari korban di aliran sungai menuju ke Sungai Welo yang barangkali ada korban,” imbuh dia.

Jumlah personel yang terlibat di dalam empat tim tersebut terdiri dari 600 orang.

“Hari ini 600 orang kita turunkan dan termasuk melibatkan anjing pelacak empat,” pungkas Rizky.

Hingga pagi ini data korban akibat bencana longsor itu tercatat 17 orang ditemukan meninggal dunia, 13 orang luka-luka, serta 9 orang dinyatakan hilang dan masih di dalam pencarian.

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai Sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Waspada! 5 Fakta Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta
Waspada! Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini
Waspada! Gunung Ibu Erupsi Pagi Ini, Sudah 45 Kali Sepekan
BMKG Peringatkan Hujan Lebat 19–20 Juni 2026, Sumut hingga NTT Waspada
Gempa M6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Status Tanggap Darurat Ditetapkan dan Warga Diminta Waspada Susulan
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca 15 Juni 2026, Sejumlah Wilayah Waspada Hujan Lebat
BMKG Ingatkan Potensi Hujan Sedang hingga Lebat di Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini
Viral! Pria di Manado Lari Keluar Rumah Masih Bersabun Saat Gempa 7,7

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 23:25 WIB

Waspada! 5 Fakta Gempa Pacitan Terasa hingga Yogyakarta

Selasa, 23 Juni 2026 - 08:42 WIB

Waspada! Gunung Semeru Erupsi Dua Kali Pagi Ini

Minggu, 21 Juni 2026 - 07:28 WIB

Waspada! Gunung Ibu Erupsi Pagi Ini, Sudah 45 Kali Sepekan

Jumat, 19 Juni 2026 - 09:54 WIB

BMKG Peringatkan Hujan Lebat 19–20 Juni 2026, Sumut hingga NTT Waspada

Kamis, 18 Juni 2026 - 15:10 WIB

Gempa M6,7 Guncang Sulawesi Tengah, Status Tanggap Darurat Ditetapkan dan Warga Diminta Waspada Susulan

Berita Terbaru