Dua Pria Nekat Curi Kabel SNG di Monas – Menjelang perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia, suasana di sekitar Monumen Nasional (Monas), Jakarta, harusnya penuh semangat merah putih.
Tapi, publik justru dikejutkan dengan kabar kurang menyenangkan: dua pria nekat mencuri kabel Satellite News Gathering (SNG) milik salah satu stasiun televisi nasional.
Kasus ini bikin heboh, apalagi mengingat kabel SNG bukanlah barang sembarangan. Kabel tersebut jadi bagian vital untuk mendukung siaran langsung perayaan kemerdekaan lewat satelit. Bayangin aja, acara besar yang ditunggu jutaan orang bisa terganggu cuma karena ulah dua orang.
Kronologi Pencurian di Monas
Peristiwa itu terjadi Kamis (14/8/2025) dini hari, hanya sehari sebelum puncak perayaan. Kedua pelaku berinisial BP dan ER diduga sudah merencanakan aksi mereka dengan cukup rapi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Awalnya, mereka menyasar area tempat kabel SNG dipasang. Dengan bermodal gergaji, BP dan ER memotong kabel sepanjang 200 meter. Setelah itu, kabel langsung dibawa kabur ke kontrakan milik ER di kawasan Tanah Abang.
Tapi ternyata, perjalanan mereka nggak mulus-mulus amat. Polisi yang menerima laporan langsung bergerak cepat. Hanya dalam hitungan jam, tepatnya sore hari di tanggal yang sama, BP dan ER berhasil ditangkap di sebuah kontrakan di belakang SPBU Jalan Abdul Muis, Tanah Abang.
Pelaku sudah ditangkap, ungkap Kapolres Metro Jakarta Pusat, Komisaris Besar Polisi Susatyo Purnomo Condro, saat memberikan keterangan pada Jumat (15/8/2025).
Kabel SNG Dihancurkan, Hanya Demi Tembaga
Yang bikin miris, kabel sepanjang 200 meter itu nggak dijual utuh. Kedua pelaku justru membawa kabel ke kos ER untuk dipreteli.
Mereka mengupas lapisan kabel, lalu membakar bagian luarnya di pinggir rel Tanah Abang demi mendapatkan tembaga di dalamnya. Setelah itu, hasil tembaga yang udah bersih dijual.
Namun, nominal yang mereka dapat bener-bener bikin geleng kepala: hanya Rp900 ribu. Bayangin, barang berharga untuk siaran skala nasional malah dilego murah banget. Uang itu bahkan dibagi dua, jadi masing-masing cuma kebagian Rp450 ribu.
Kalau dibandingkan dengan potensi kerugian yang ditimbulkan, jelas nggak sebanding sama sekali. Siaran penting bisa terganggu, biaya penggantian kabel pasti besar, dan mereka sendiri sekarang harus menghadapi proses hukum.
Polisi Bertindak Tegas
Pihak kepolisian nggak tinggal diam. Menurut Susatyo, penyelidikan cepat dilakukan agar mencegah gangguan terhadap rangkaian perayaan HUT RI di Monas.
Pelaku akan dimintai pertanggungjawaban secara hukum. Saat ini keduanya sudah ditahan dan diperiksa lebih lanjut, tegas Kapolres Metro Jakarta Pusat.
Dengan begitu, bisa dipastikan bahwa perayaan HUT RI ke-80 di Monas tetap berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti dari kasus ini.
Reaksi Publik dan Warganet
Kasus ini cepat menyebar di media sosial. Banyak warganet yang komentar dengan rasa heran sekaligus kesal.
Demi Rp900 ribu aja, berani ganggu acara nasional. Nggak mikir panjang banget, tulis seorang netizen.
Cuma dapat uang segitu, tapi resikonya dipenjara. Nggak sebanding sama sekali, tambah yang lain.
Bahkan ada juga komentar satir yang bilang, Kalau dijual kabelnya utuh mungkin bisa buat modal usaha, kenapa malah dibakar segala?
Respons publik jelas menunjukkan kekecewaan. Apalagi ini terjadi di momen menjelang Hari Kemerdekaan yang seharusnya penuh dengan nilai perjuangan, bukan malah ulah yang bikin nama jelek.
Makna di Balik Kejadian
Kalau dilihat lebih jauh, peristiwa ini jadi pengingat penting tentang betapa krusialnya menjaga fasilitas umum, apalagi yang berkaitan dengan acara besar kenegaraan.
Kabel SNG mungkin terlihat sepele bagi sebagian orang, tapi kenyataannya perangkat ini jadi tulang punggung siaran langsung yang bisa disaksikan seluruh masyarakat Indonesia.
Selain itu, kasus ini juga mencerminkan masih adanya permasalahan sosial di perkotaan, di mana sebagian orang rela mengambil jalan pintas yang justru merugikan diri sendiri.
Harapan ke Depan
Keamanan di sekitar Monas jelas perlu diperketat, terutama menjelang acara besar seperti HUT RI ke-80. Petugas keamanan dan aparat kepolisian harus lebih waspada agar kejadian serupa nggak terulang.
Bagi masyarakat, kejadian ini juga jadi pelajaran bahwa tindakan kriminal, sekecil apapun nilainya, tetap punya konsekuensi besar. Apalagi kalau menyangkut fasilitas vital milik negara atau lembaga besar.
Penutup
Kisah dua pria yang nekat mencuri kabel SNG di Monas hanya demi uang Rp900 ribu jadi bukti nyata bahwa tindakan gegabah bisa berujung fatal. Alih-alih untung, mereka malah harus menghadapi jeratan hukum yang bisa mengubah hidup mereka selamanya.
Di sisi lain, kejadian ini juga menunjukkan respons cepat aparat dalam menjaga jalannya persiapan perayaan HUT RI ke-80. Publik tentu berharap peristiwa seperti ini nggak lagi mengganggu momen penting bangsa.
Karena pada akhirnya, kemerdekaan bukan cuma soal seremonial tahunan, tapi juga bagaimana setiap orang ikut menjaga amanah, menghormati simbol negara, dan nggak merusak fasilitas yang seharusnya jadi milik bersama.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber






