Blatter Soroti Isu Keamanan, Dukung Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di AS

- Penulis

Selasa, 3 Februari 2026 - 09:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blatter Soroti Isu Keamanan, Dukung Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di AS

Blatter Soroti Isu Keamanan, Dukung Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di AS

Redaksiku.com – Wacana boikot Piala Dunia 2026 kembali mencuat setelah mantan Presiden FIFA, Sepp Blatter, secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap seruan agar suporter mempertimbangkan ulang kehadiran langsung ke Amerika Serikat.

Blatter menilai faktor keamanan menjadi isu serius yang tidak bisa diabaikan dalam penyelenggaraan ajang sepak bola terbesar dunia tersebut.

Dalam laporan The Guardian yang terbit Selasa, 27 Januari 2026, Blatter menyebut kekhawatiran terhadap keselamatan penonton dan peserta sebagai alasan utama mengapa diskursus boikot Piala Dunia 2026 layak dibicarakan secara terbuka. Turnamen empat tahunan itu sendiri dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026, dengan Amerika Serikat menjadi tuan rumah utama bersama Kanada dan Meksiko.

Blatter Dukung Pandangan Tokoh Antikorupsi

Dukungan Blatter disampaikan sebagai respons atas pernyataan Mark Pieth, pengacara antikorupsi asal Swiss yang dikenal luas di dunia olahraga internasional. Pieth sebelumnya pernah bekerja sama dengan FIFA dalam agenda reformasi tata kelola organisasi, khususnya pada periode akhir kepemimpinan Blatter.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui akun media sosialnya, Blatter secara terbuka menyatakan sependapat dengan Pieth yang mempertanyakan kesiapan Amerika Serikat sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026, terutama dari sisi keamanan publik.

Saya pikir Mark Pieth benar dalam mempertanyakan Piala Dunia ini, tulis Blatter, sebagaimana dikutip pada Selasa (3/2/2026).

Pernyataan tersebut menandai langkah langka dari seorang mantan presiden FIFA yang secara terbuka menyuarakan keraguan terhadap penyelenggaraan turnamen yang berada di bawah otoritas federasi internasional tersebut.

Isu Keamanan Jadi Sorotan Utama

Kekhawatiran soal keamanan mencuat seiring laporan meninggalnya warga negara Amerika Serikat kedua, Alex Pretti, pada akhir pekan lalu. Meski detail insiden tersebut tidak secara langsung berkaitan dengan Piala Dunia, peristiwa ini memperkuat kekhawatiran publik internasional terkait stabilitas keamanan di Amerika Serikat.

Blatter menilai bahwa keselamatan suporter, atlet, ofisial, dan seluruh pihak yang terlibat dalam Piala Dunia seharusnya menjadi prioritas mutlak. Ia menyebut bahwa rasa aman adalah prasyarat utama bagi keberhasilan sebuah turnamen global.

Menurut Blatter, kekhawatiran ini bukan bentuk penolakan terhadap sepak bola, melainkan refleksi dari tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa ajang olahraga tidak mengorbankan keselamatan manusia.

Blatter Soroti Isu Keamanan, Dukung Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di AS
Blatter Soroti Isu Keamanan, Dukung Seruan Boikot Piala Dunia 2026 di AS

Piala Dunia 2026 dan Skala Besarnya

Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah turnamen tersebut. Untuk pertama kalinya, kompetisi ini diikuti oleh 48 tim, dengan ratusan pertandingan yang tersebar di berbagai kota di tiga negara.

Amerika Serikat dijadwalkan menjadi tuan rumah mayoritas pertandingan, termasuk laga pembuka dan partai final. Skala penyelenggaraan yang sangat besar ini secara otomatis meningkatkan tantangan keamanan, mulai dari pengelolaan massa, ancaman kriminal, hingga potensi risiko terorisme.

Dalam konteks inilah, pernyataan Blatter dan Pieth dipandang sebagai peringatan dini agar otoritas penyelenggara dan pemerintah tuan rumah tidak meremehkan aspek keselamatan.

Respons Dunia Sepak Bola Terbelah

Seruan boikot Piala Dunia 2026 memicu beragam respons di kalangan pemerhati sepak bola internasional. Sebagian pihak menilai pernyataan Blatter sebagai bentuk kepedulian terhadap keselamatan publik, sementara lainnya melihatnya sebagai kontroversi yang berpotensi merusak citra turnamen.

Beberapa analis menilai bahwa FIFA dan panitia lokal harus merespons isu ini secara transparan dengan memaparkan rencana pengamanan secara detail. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengembalikan kepercayaan suporter global.

Di sisi lain, ada pula pandangan yang menyebut bahwa seruan boikot terlalu dini, mengingat masih ada waktu bagi otoritas Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko untuk memperkuat sistem keamanan menjelang 2026.

FIFA Masih Pegang Kendali

Hingga saat ini, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi yang menanggapi secara langsung dukungan Blatter terhadap wacana boikot. Namun, dalam berbagai kesempatan sebelumnya, FIFA menegaskan bahwa aspek keamanan selalu menjadi bagian utama dalam penilaian tuan rumah Piala Dunia.

FIFA juga diketahui bekerja sama dengan pemerintah nasional, aparat keamanan, serta lembaga internasional untuk memastikan setiap pertandingan berlangsung aman dan kondusif.

Meski demikian, pernyataan dari tokoh sekelas Blatter tetap memiliki bobot tersendiri, mengingat pengalamannya memimpin FIFA selama hampir dua dekade dan keterlibatannya dalam berbagai keputusan besar sepak bola dunia.

Antara Sepak Bola dan Kepercayaan Publik

Polemik ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan Piala Dunia tidak hanya soal stadion megah dan kualitas pertandingan, tetapi juga kepercayaan publik internasional. Dalam era keterbukaan informasi, isu keamanan dengan cepat menjadi perhatian global dan memengaruhi keputusan suporter untuk hadir langsung.

Bagi sebagian penggemar, menonton langsung di stadion adalah pengalaman tak tergantikan. Namun, bagi lainnya, keselamatan pribadi menjadi pertimbangan utama yang tak bisa dikompromikan.

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Cabinet Couture Diblokir Komdigi, Akun Baru Kembali Aktif
Hari Pertama MPLS 2026 Resmi Dimulai, Kemendikdasmen Pastikan Sekolah Aman dan Nyaman, Ini Aturan Terbarunya
Cara Membuat Twibbon MPLS 2026 dengan Mudah, Hasil Keren dalam Hitungan Menit ‎
Inspiratif! Contoh Motivasi Masuk Sekolah untuk MPLS 2026 yang Singkat dan Bermakna
Apa Saja Kegiatan MPLS 2026? Ini Rangkaian Acaranya dari Hari Pertama hingga Penutupan
Resmi! Jadwal MPLS 2026 untuk SD SMP SMA SMK dan Aturan Pelaksanaannya
Semifinal Piala Dunia 2026: Jadwal dan Empat Tim Terakhir
Jayden Adams Meninggal di Usia 25 Tahun, Dunia Sepak Bola Berduka

Berita Terkait

Senin, 13 Juli 2026 - 15:19 WIB

Cabinet Couture Diblokir Komdigi, Akun Baru Kembali Aktif

Senin, 13 Juli 2026 - 13:34 WIB

Hari Pertama MPLS 2026 Resmi Dimulai, Kemendikdasmen Pastikan Sekolah Aman dan Nyaman, Ini Aturan Terbarunya

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:44 WIB

Inspiratif! Contoh Motivasi Masuk Sekolah untuk MPLS 2026 yang Singkat dan Bermakna

Minggu, 12 Juli 2026 - 19:37 WIB

Apa Saja Kegiatan MPLS 2026? Ini Rangkaian Acaranya dari Hari Pertama hingga Penutupan

Minggu, 12 Juli 2026 - 18:04 WIB

Resmi! Jadwal MPLS 2026 untuk SD SMP SMA SMK dan Aturan Pelaksanaannya

Berita Terbaru

Cara Memulihkan Diri dari Keterpurukan

Life Style

4 Cara Memulihkan Diri dari Keterpurukan

Senin, 13 Jul 2026 - 15:44 WIB

Sikap Pedagang yang Membuat Customer Kabur

Bisnis

5 Sikap Pedagang yang Membuat Customer Kabur

Senin, 13 Jul 2026 - 15:23 WIB

Cabinet Couture Diblokir Komdigi, Akun Baru Kembali Aktif

Viral

Cabinet Couture Diblokir Komdigi, Akun Baru Kembali Aktif

Senin, 13 Jul 2026 - 15:19 WIB

ASN Digital BKN 2026 Integrasikan 47 Layanan Kepegawaian

Politik

ASN Digital BKN 2026 Integrasikan 47 Layanan Kepegawaian

Senin, 13 Jul 2026 - 15:02 WIB