Redaksiku.com – Insiden RSUD Lahat kembali menjadi sorotan publik setelah kabar duka datang dari keluarga Faiza Az Zahra. Mahasiswi berusia 18 tahun itu dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (25/12/2025) usai menjalani perawatan lanjutan di Kota Palembang.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat yang sebelumnya mengikuti kisahnya di media sosial.
Nama Faiza Az Zahra sempat viral beberapa hari sebelum meninggal dunia. Publik ramai membicarakan insiden RSUD Lahat yang melibatkan keluarga korban dan petugas rumah sakit, dipicu ketegangan saat proses penanganan medis dan rujukan. Video kericuhan tersebut menyebar luas dan memancing beragam reaksi.
Kini, di balik ramainya perbincangan di dunia maya, rumah duka di Desa Payo, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, dipenuhi isak tangis. Jenazah Faiza telah tiba, disambut keluarga dan kerabat yang masih sulit menerima kenyataan pahit kepergiannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kronologi Awal Faiza Az Zahra Dirawat
Sebelum insiden RSUD Lahat terjadi, Faiza Az Zahra diketahui mengalami kecelakaan yang membuatnya harus mendapatkan penanganan medis segera. Ia kemudian dibawa ke RSUD Lahat untuk mendapatkan perawatan awal.
Menurut keterangan keluarga, kondisi Faiza saat itu membutuhkan penanganan serius dan rujukan ke rumah sakit dengan fasilitas lebih lengkap. Proses administrasi dan koordinasi rujukan menjadi bagian krusial dalam penanganan medis yang harus segera dilakukan.
Namun, di titik inilah persoalan mulai muncul. Keterlambatan proses rujukan serta beberapa kendala teknis disebut menjadi pemicu emosi keluarga yang khawatir terhadap kondisi Faiza yang terus menurun.
Viral Insiden RSUD Lahat Picu Kericuhan
Situasi di RSUD Lahat memanas ketika keluarga korban merasa penanganan berjalan lambat. Insiden RSUD Lahat pun terjadi, ditandai dengan adu mulut hingga kericuhan antara keluarga pasien dan petugas rumah sakit.
Beberapa faktor disebut memicu ketegangan tersebut, mulai dari pembuatan surat pernyataan, kesiapan ambulans, hingga kehadiran sopir ambulans yang dinilai terlambat. Dalam kondisi penuh tekanan dan kecemasan, emosi keluarga sulit dikendalikan.
Rekaman video kericuhan itu kemudian tersebar luas di media sosial. Dalam waktu singkat, insiden RSUD Lahat menjadi viral dan menuai reaksi beragam, dari simpati, kritik, hingga perdebatan soal layanan kesehatan dan komunikasi di rumah sakit.
Faiza Dirujuk ke Palembang untuk Perawatan Lanjutan
Setelah kericuhan mereda, Faiza akhirnya dirujuk ke rumah sakit di Kota Palembang. Keluarga berharap perawatan lanjutan dapat memberikan peluang lebih besar bagi kesembuhan mahasiswi semester satu tersebut.
Di Palembang, Faiza mendapatkan penanganan intensif. Keluarga terus mendampingi, berharap kondisi Faiza membaik meski situasi masih tergolong kritis. Selama masa perawatan ini, publik masih mengikuti perkembangan Faiza yang sebelumnya viral karena insiden RSUD Lahat.
Sayangnya, upaya medis yang dilakukan belum mampu menyelamatkan nyawa Faiza. Pada Kamis (25/12/2025), kabar duka itu akhirnya disampaikan kepada keluarga.
Faiza Az Zahra Meninggal Dunia di Usia 18 Tahun
Kabar meninggalnya Faiza Az Zahra menjadi pukulan berat bagi keluarga. Mahasiswi berusia 18 tahun itu mengembuskan napas terakhir setelah beberapa hari menjalani perawatan intensif.
Jenazah Faiza kemudian dipulangkan ke kampung halaman di Kabupaten Lahat. Saat tiba di rumah duka, suasana haru tak terbendung. Tangis keluarga dan kerabat mengiringi kepergian Faiza ke tempat peristirahatan terakhir.
Bagi banyak orang yang mengikuti insiden RSUD Lahat sejak awal, kabar ini terasa menyayat hati. Dari sebuah peristiwa viral, kisah Faiza kini berakhir dengan duka mendalam.
Keluarga Faiza Pilih Ikhlas dan Sampaikan Terima Kasih
Meski sempat diliputi emosi saat insiden RSUD Lahat terjadi, keluarga Faiza kini menyatakan telah mengikhlaskan kepergian almarhumah. Ganda Taruna, paman Faiza, menyebut Faiza merupakan anak bungsu yang sangat disayangi keluarga.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan perhatian, dukungan, dan doa sejak kasus ini viral di media sosial. Menurutnya, dukungan publik menjadi penguat bagi keluarga di tengah duka yang mendalam.
Semoga tidak ada kejadian serupa lagi, ucap Ganda singkat, mewakili harapan keluarga agar peristiwa seperti yang dialami Faiza tidak terulang pada pasien lain.
Kesaksian Kakak Faiza soal Detik-detik Kecelakaan
Randi, kakak kandung Faiza, mengungkapkan bahwa dirinya mendapat kabar kecelakaan adiknya sekitar pukul 14.00 WIB. Ia langsung menuju rumah sakit untuk membantu proses administrasi dan rujukan.
Menurut Randi, luka yang dialami Faiza tergolong parah sehingga membutuhkan penanganan cepat. Ia pun terlibat langsung dalam pengurusan surat pernyataan hingga pencarian sopir ambulans.
Randi mengaku tidak memiliki firasat buruk sebelum kejadian tersebut. Terakhir ketemu seminggu sebelum kejadian, ungkapnya lirih, menahan kesedihan atas kepergian adik bungsunya.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






