Viral Bukaan Lahan Gunung Slamet Disorot Publik, ESDM Ungkap Fakta Sebenarnya

- Penulis

Senin, 22 Desember 2025 - 20:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Bukaan Lahan Gunung Slamet Disorot Publik, ESDM Ungkap Fakta Sebenarnya

Viral Bukaan Lahan Gunung Slamet Disorot Publik, ESDM Ungkap Fakta Sebenarnya

Redaksiku.com – Bukaan lahan Gunung Slamet mendadak menjadi sorotan nasional setelah foto-foto kondisi lereng barat daya gunung tersebut beredar luas di media sosial. Unggahan yang menunjukkan area terbuka memanjang itu memicu kekhawatiran publik, terutama terkait dugaan aktivitas pertambangan ilegal di kawasan hutan lindung.

Bukaan lahan Gunung Slamet yang viral tersebut menimbulkan berbagai spekulasi, mulai dari isu eksploitasi sumber daya alam hingga potensi bencana longsor. Banyak warganet mempertanyakan bagaimana aktivitas semacam itu bisa terjadi di wilayah dengan status ekologis penting dan berada di ketinggian ekstrem.

Menanggapi kegaduhan tersebut, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akhirnya buka suara. Pemerintah memastikan bahwa informasi yang beredar tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi aktual di lapangan dan menegaskan tidak ada aktivitas tambang yang sedang berlangsung di kawasan tersebut.

Bukaan Lahan Gunung Slamet Viral, ESDM Tegaskan Bukan Tambang Aktif

Bukaan lahan Gunung Slamet yang ramai diperbincangkan dipastikan bukan hasil aktivitas pertambangan aktif. Direktur Jenderal Penegakan Hukum ESDM, Jeffri Huwae, menyatakan bahwa area terbuka tersebut merupakan sisa kegiatan lama yang dilakukan pada periode 20172018.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan itu dilakukan oleh PT Sejahtera Alam Energi (PT SAE) ketika perusahaan masih memegang izin pengusahaan panas bumi di wilayah Baturraden dan sekitarnya. Artinya, pembukaan lahan tersebut terjadi dalam konteks eksplorasi energi panas bumi, bukan eksploitasi tambang mineral atau batu bara.

Penegasan ini disampaikan untuk meluruskan asumsi publik yang berkembang cepat akibat potongan visual di media sosial tanpa penjelasan kronologis yang utuh.

Citra Satelit Ungkap Kondisi Terkini Bukaan Lahan Gunung Slamet

Berdasarkan analisis citra satelit Sentinel-2 per 30 Mei 2025, bukaan lahan Gunung Slamet kini telah kembali tertutup vegetasi alami. Data ini diperkuat dengan peninjauan lapangan langsung oleh tim Ditjen Gakkum ESDM pada 13 Desember 2025.

Hasil pengecekan menunjukkan tidak adanya aktivitas alat berat, kendaraan proyek, maupun tanda-tanda pekerjaan baru di area tersebut. Vegetasi yang tumbuh kembali menjadi indikator bahwa lahan sudah tidak aktif digunakan dan mengalami proses pemulihan alami.

Temuan ini sekaligus menepis anggapan bahwa lahan tersebut masih dalam tahap pengerjaan atau berpotensi menjadi lokasi tambang baru.

Asal-usul Bukaan Lahan, Eksplorasi Panas Bumi Periode Lama

Jeffri Huwae menjelaskan bahwa bukaan lahan Gunung Slamet awalnya dibuat untuk mendukung eksplorasi panas bumi. Infrastruktur yang dibangun meliputi jalan akses rig, kolam penampungan air pemboran, serta tiga sumur eksplorasi.

Pembangunan tersebut dilakukan di ketinggian antara 1.300 hingga 2.000 meter di atas permukaan laut, mengikuti standar teknis eksplorasi panas bumi. Jalan dibuat dengan lebar sekitar 10 meter dan dirancang secara teratur untuk meminimalkan dampak lingkungan.

Dengan berakhirnya status izin PT SAE, seluruh aktivitas eksplorasi dihentikan dan area yang tersisa masuk dalam tahap pemantauan dan reklamasi.

ESDM Pastikan Tak Ada Risiko Longsor di Bekas Bukaan Lahan

Salah satu kekhawatiran terbesar publik terkait bukaan lahan Gunung Slamet adalah potensi longsor, mengingat lokasi berada di lereng gunung dan wilayah rawan bencana. Namun ESDM memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kerentanan tersebut.

Selama kegiatan eksplorasi berlangsung, perusahaan menerapkan sistem terasering serta memasang dinding penahan tanah atau retaining wall. Infrastruktur ini dirancang untuk menjaga stabilitas lereng dan mengendalikan aliran air permukaan.

Hasil evaluasi lapangan terbaru menunjukkan bahwa struktur tanah masih stabil dan tidak menunjukkan gejala pergerakan yang membahayakan lingkungan sekitar.

Pengawasan dan Reklamasi Lingkungan Masih Terus Berjalan

Meski aktivitas telah lama dihentikan, bukaan lahan Gunung Slamet tetap berada dalam pengawasan pemerintah. Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) ESDM terus mengawal proses penutupan sumur eksplorasi yang sudah tidak aktif.

Selain itu, reklamasi dan pemulihan lingkungan dilakukan sesuai ketentuan perundang-undangan. Pemerintah memastikan bahwa tidak ada sisa infrastruktur berbahaya yang ditinggalkan begitu saja di kawasan tersebut.

Pemantauan berkala menjadi bagian dari komitmen ESDM dalam menjaga keseimbangan antara pemanfaatan energi dan perlindungan lingkungan hidup.

Respons Pemerintah atas Keresahan Publik dan Informasi Viral

Viralnya bukaan lahan Gunung Slamet menjadi pengingat bagaimana informasi visual dapat memicu kepanikan jika tidak disertai konteks yang memadai. ESDM menegaskan pentingnya klarifikasi cepat untuk menjaga kepercayaan publik.

Pemerintah menyatakan akan terus merespons setiap laporan dan kekhawatiran masyarakat secara transparan. Klarifikasi berbasis data lapangan dan citra satelit disebut sebagai cara paling objektif dalam menangani isu lingkungan yang viral di ruang digital.

Dengan penjelasan resmi ini, ESDM berharap polemik terkait dugaan tambang di Gunung Slamet dapat dilihat secara proporsional berdasarkan fakta, bukan asumsi.

Kasus bukaan lahan Gunung Slamet yang viral menunjukkan betapa cepatnya informasi menyebar dan membentuk opini publik. Klarifikasi ESDM menegaskan bahwa area tersebut bukan tambang aktif, melainkan sisa eksplorasi panas bumi yang sudah lama berhenti.

Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinopsis Agent Kim Reactivated (2026), Drama Aksi So Ji Sub yang Penuh Ketegangan
Inspiratif! Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak hingga Dewasa yang Mudah Disiapkan
Cara Nonton Piala Dunia 2026 secara Gratis dan Platform yang Mudah Diakses
TPA Jatiwaringin, Terbaru 7 Fakta Kebakaran Besar yang Membuat Ratusan Warga Mengungsi
TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang
Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah
Viral 6 Hal Vanness Wu Menikah dengan Emi Aramaki
Geger 5 Poin Erin Wartia Eks ART Minta Syarat Damai

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 19:57 WIB

Sinopsis Agent Kim Reactivated (2026), Drama Aksi So Ji Sub yang Penuh Ketegangan

Senin, 6 Juli 2026 - 19:45 WIB

Inspiratif! Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak hingga Dewasa yang Mudah Disiapkan

Senin, 6 Juli 2026 - 12:02 WIB

TPA Jatiwaringin, Terbaru 7 Fakta Kebakaran Besar yang Membuat Ratusan Warga Mengungsi

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:30 WIB

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:44 WIB

Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah

Berita Terbaru