Pada perempat final, Inggris tertinggal lebih dahulu dari Norwegia sebelum Jude Bellingham menyamakan kedudukan. Gelandang tersebut kembali mencetak gol pada perpanjangan waktu dan memastikan kemenangan 2-1.
Bellingham menjadi pemain terpenting dalam dua pertandingan terakhir Inggris. Ia juga mencetak dua gol ketika timnya menyingkirkan Meksiko.
Meski lolos, pelatih Thomas Tuchel tidak sepenuhnya puas dengan penampilan timnya. Ia menilai Inggris masih harus bermain lebih baik karena banyak kesalahan teknis muncul dalam pertandingan melawan Norwegia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Catatan tersebut menjadi peringatan menjelang menghadapi Argentina. Kesalahan dalam membangun serangan dapat memberi Lionel Messi dan rekan-rekannya peluang untuk menyerang sebelum pertahanan Inggris membentuk posisi.
Argentina Bertahan dalam Dua Laga Dramatis
Argentina juga harus melewati perjalanan yang tidak sederhana. Albiceleste mengalahkan Tanjung Verde 3-2 pada babak 32 besar, kemudian bangkit dari ketertinggalan dua gol untuk menundukkan Mesir dengan skor 3-2.
Pada perempat final, Argentina unggul lebih dahulu melalui Alexis Mac Allister sebelum Swiss menyamakan kedudukan. Setelah lawannya bermain dengan sepuluh orang, Argentina baru memastikan kemenangan pada perpanjangan waktu melalui Julián Álvarez dan Lautaro Martínez.
Kemenangan itu menjaga peluang Argentina mempertahankan gelar. Mereka berusaha menjadi negara pertama sejak Brasil pada 1962 yang mampu menjadi juara Piala Dunia dalam dua edisi beruntun.
Argentina mempunyai pengalaman yang tidak dimiliki seluruh lawannya. Sebagian besar inti tim sudah merasakan tekanan final dan pertandingan hidup-mati pada Piala Dunia sebelumnya.
Namun, dua laga terakhir juga memperlihatkan bahwa pertahanan Argentina dapat ditembus. Mesir mencetak dua gol, sementara Swiss mampu mengambil alih permainan pada sebagian babak kedua.
Inggris vs Argentina Menghidupkan Rivalitas Lama
Pertandingan Inggris melawan Argentina membawa lebih banyak unsur emosional dibandingkan semifinal pertama. Kedua negara mempunyai sejarah pertemuan panjang di Piala Dunia, mulai dari kontroversi, kartu merah, hingga pertandingan yang ditentukan melalui adu penalti.
Pada pertemuan terbaru, perhatian akan tertuju kepada duel Jude Bellingham dan Lionel Messi. Bellingham menjadi sumber gol utama Inggris selama fase gugur, sementara Messi tetap menjadi pusat kreativitas Argentina meskipun bukan satu-satunya pemain yang menentukan hasil.
Inggris perlu membatasi ruang di depan kotak penalti. Messi, Mac Allister, dan Álvarez dapat memanfaatkan celah kecil untuk menghasilkan peluang. Sebaliknya, Argentina harus mengantisipasi pergerakan Bellingham dari lini kedua.
Harry Kane juga berpotensi memegang peran penting. Kemampuannya turun menjemput bola dapat menarik bek Argentina keluar dari posisi dan membuka ruang bagi pemain sayap Inggris.
Empat Pemain yang Bisa Menentukan Semifinal
Kylian Mbappe
Mbappe membawa ancaman melalui kecepatan, pergerakan tanpa bola, dan kemampuan menyelesaikan peluang dalam ruang sempit. Ia mencetak salah satu gol ketika Prancis menyingkirkan Maroko.
Mikel Merino
Merino menjadi pahlawan kemenangan Spanyol atas Portugal dan Belgia. Kemampuannya membaca bola kedua membuatnya sangat berbahaya ketika masuk pada fase akhir pertandingan.
Jude Bellingham
Bellingham mencetak dua gol melawan Norwegia, termasuk gol kemenangan pada perpanjangan waktu. Ia juga menjadi pemain yang membawa bola dari lini tengah menuju kotak penalti.
Julián Álvarez
Álvarez memecahkan kebuntuan Argentina melalui gol jarak jauh pada menit ke-112 ketika menghadapi Swiss. Pergerakannya dapat menjadi ancaman bagi pertahanan Inggris yang fokus menjaga Messi.
Dua Semifinal dengan Kondisi Fisik Berbeda
Prancis menjadi tim yang paling diuntungkan dari sisi pemulihan. Mereka menyelesaikan pertandingan dalam waktu normal dan mempunyai jeda lebih panjang sebelum semifinal.
Spanyol juga tidak memainkan perpanjangan waktu, tetapi harus bekerja sampai menit-menit terakhir untuk mengalahkan Belgia. Inggris dan Argentina menghadapi situasi lebih berat karena sama-sama bermain selama 120 menit pada perempat final.
Kondisi tersebut dapat memengaruhi pilihan pemain. Pelatih mungkin melakukan rotasi atau mengandalkan pergantian lebih cepat apabila intensitas pertandingan menurun.
Namun, semifinal Piala Dunia sering membuat pemain mampu melewati kelelahan. Besarnya kesempatan tampil di final dapat mengubah cara tim mengelola tenaga dan risiko.
Kapan Final Piala Dunia 2026?
Final Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 19 Juli 2026 waktu setempat atau Senin, 20 Juli 2026 pukul 02.00 WIB.
Pemenang Prancis vs Spanyol akan menghadapi pemenang Inggris vs Argentina. Dua tim yang kalah di semifinal akan memainkan pertandingan perebutan tempat ketiga pada Minggu, 19 Juli 2026 pukul 04.00 WIB.
Kesimpulan
Semifinal Piala Dunia 2026 mempertemukan Prancis melawan Spanyol dan Inggris menghadapi Argentina. Laga pertama berlangsung Rabu, 15 Juli 2026 pukul 02.00 WIB, sedangkan semifinal kedua dimainkan Kamis, 16 Juli 2026 pada jam yang sama.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya






