Heboh! KPK Geledah Rumah Ridwan Kamil Terkait Dugaan Korupsi BPD Jawa Barat dan Banten, Fakta Mengejutkan Terungkap

- Penulis

Selasa, 11 Maret 2025 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kasus korupsi BJB makin panas! KPK geledah rumah Ridwan Kamil, temuan mengejutkan terungkap. Cek fakta selengkapnya. (Foto: dok. Humas Jabar)

Kasus korupsi BJB makin panas! KPK geledah rumah Ridwan Kamil, temuan mengejutkan terungkap. Cek fakta selengkapnya. (Foto: dok. Humas Jabar)

Kasus dugaan korupsi di Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) kembali mencuri perhatian publik.

Pada Senin (10/3/2025) kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penggeledahan di rumah mantan Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, di Kota Bandung.

Video penggeledahan tersebut pun viral di media sosial, menunjukkan tim penyidik KPK memasuki kediaman RK dengan membawa sejumlah dokumen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Banyak yang berspekulasi apakah Ridwan Kamil akan ikut terseret dalam kasus ini, mengingat KPK telah menetapkan beberapa tersangka terkait skandal dana iklan BJB.

KPK Geledah Rumah Ridwan Kamil di Bandung

Kasus korupsi BJB makin panas! KPK geledah rumah Ridwan Kamil, temuan mengejutkan terungkap. Cek fakta selengkapnya. (Foto: dok. Humas Jabar)
Heboh! KPK Geledah Rumah Ridwan Kamil Terkait Dugaan Korupsi BPD Jawa Barat dan Banten, Fakta Mengejutkan Terungkap

Penggeledahan rumah Ridwan Kamil dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan dugaan korupsi dana iklan BJB.

Tim penyidik KPK mendatangi kediaman RK pada Senin siang dan langsung melakukan pemeriksaan serta penyitaan barang bukti.

Juru Bicara KPK, Tessa Mahardhika, mengonfirmasi bahwa penggeledahan ini bertujuan mencari dokumen atau barang bukti lain yang dapat memperkuat kasus yang tengah diselidiki.

“Betul, hari ini ada giat geledah penyidik perkara BJB. Namun, untuk rilis resminya termasuk lokasi akan disampaikan setelah kegiatan selesai,” ujarnya.

Kata Ridwan Kamil Soal Penggeledahan KPK di Rumahnya

Menanggapi penggeledahan ini, Ridwan Kamil menyatakan dirinya bersikap kooperatif dan menghormati proses hukum yang sedang berjalan.

Namun, ia enggan memberikan pernyataan lebih lanjut dan meminta publik menunggu keterangan resmi dari KPK.

Ridwan Kamil sendiri tidak memberikan komentar mendalam terkait penggeledahan tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa tim KPK telah memperlihatkan surat resmi sebelum memasuki rumahnya.

“Bahwa benar kami didatangi oleh tim KPK terkait BJB,” ungkapnya.

Kasus Korupsi BJB dan Peran Ridwan Kamil

Kasus dugaan korupsi ini bermula dari penyelidikan terkait penggunaan dana iklan di BJB. Lembaga antirasuah mencurigai adanya penyelewengan dana yang berpotensi merugikan negara hingga ratusan miliar rupiah.

Ridwan Kamil, sebagai mantan Gubernur Jawa Barat, sebelumnya memiliki keterkaitan dengan kebijakan yang melibatkan BJB.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pernyataan resmi apakah RK terlibat secara langsung dalam kasus tersebut.

Juru Bicara KPK menyebut bahwa pihaknya masih terus mendalami kasus ini dan telah menetapkan lima orang sebagai tersangka.

“Sudah ada tersangkanya, sekitar lima orang, ada dari penyelenggara negara dan ada dari swasta,” ungkapnya.

Sebelumnya, KPK telah melakukan penyelidikan intensif dengan mengumpulkan bukti serta memeriksa saksi-saksi yang berhubungan dengan kasus ini.

Dengan adanya penggeledahan di rumah Ridwan Kamil, banyak pihak berspekulasi bahwa kasus ini semakin berkembang ke arah yang lebih luas.

KPK Berpeluang Panggil Ridwan Kamil

Dengan adanya penggeledahan ini, muncul kemungkinan bahwa Ridwan Kamil akan dipanggil untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan korupsi BJB.

“Penyidik akan memanggil saksi siapa pun yang dianggap memiliki keterangan yang dibutuhkan dalam rangka pemenuhan unsur perkara yang sedang ditangani,” kata Tessa Mahardhika.

Meski begitu, KPK masih belum memberikan pernyataan resmi apakah RK benar-benar akan dipanggil atau tidak.

Keputusan pemanggilan akan ditentukan setelah seluruh barang bukti dari penggeledahan dianalisis oleh penyidik.

Jika nantinya RK dipanggil, ia kemungkinan akan diperiksa sebagai saksi terlebih dahulu sebelum ada keputusan lebih lanjut terkait status hukumnya dalam kasus ini.

Kerugian Negara Capai Ratusan Miliar Rupiah

Dalam pengembangan kasus ini, KPK mengungkapkan bahwa dugaan korupsi di BJB berpotensi menyebabkan kerugian negara yang sangat besar. Namun, angka pasti masih dalam proses penghitungan.

“Kerugian keuangan negara dalam kasus ini ditaksir mencapai ratusan miliar rupiah. Namun, angka pastinya masih dalam proses analisis lebih lanjut,” jelas KPK.

KPK juga telah menerbitkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) untuk kasus ini sejak 27 Februari 2025.

Proses penyidikan dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan semua pihak yang terlibat dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penyidik juga terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk auditor independen, guna memastikan besaran kerugian negara yang timbul dari dugaan korupsi ini.

Dugaan Aliran Dana ke Pihak Tertentu

Dalam penyelidikan yang dilakukan, KPK menduga adanya aliran dana ke beberapa pihak tertentu, termasuk pejabat dan swasta.

Namun, hingga saat ini, pihak-pihak yang diduga menerima aliran dana tersebut belum diumumkan secara resmi.

“Sudah ada lima tersangka yang ditetapkan, termasuk dari pihak penyelenggara negara dan swasta. Namun, kami masih mendalami keterlibatan pihak lain yang mungkin menerima keuntungan dari korupsi ini,” ujar Juru Bicara KPK.

Kasus ini diprediksi akan terus berkembang, mengingat jumlah dana yang terlibat sangat besar. Oleh karena itu, KPK berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini demi mencegah praktik korupsi serupa di masa mendatang.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral! Kasus Pembobolan Bank Jambi Rugikan Nasabah hingga Rp144,82 Miliar, Jaringan Siber Internasional Mulai Terbongkar
Kabar Terbaru Betrand Peto, Isu Laporan Polisi Dibantah
Jangan Lewatkan! Jadwal AVC Boys U18 2026 Hari Ini 16 Juli 2026, Duel Penentu Menuju Semifinal
Heboh! Presiden FIFA Dilaporkan ke IOC usai Dugaan Intervensi Donald Trump, Kasus Folarin Balogun Jadi Sorotan
Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru, Persaingan Golden Boot Semakin Sengit
PKL Parepare Protes, Minta Aturan Berlaku untuk Semua
Jadwal Kapal Pelni Rute Surabaya Kalabahi Juli 2026, Simak Jadwal, Harga Tiket, dan Rutenya
Pesawat Ryanair Mendarat Darurat, Jendela Kabin Lepas

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:20 WIB

Viral! Kasus Pembobolan Bank Jambi Rugikan Nasabah hingga Rp144,82 Miliar, Jaringan Siber Internasional Mulai Terbongkar

Rabu, 15 Juli 2026 - 22:03 WIB

Kabar Terbaru Betrand Peto, Isu Laporan Polisi Dibantah

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:12 WIB

Jangan Lewatkan! Jadwal AVC Boys U18 2026 Hari Ini 16 Juli 2026, Duel Penentu Menuju Semifinal

Rabu, 15 Juli 2026 - 19:08 WIB

Heboh! Presiden FIFA Dilaporkan ke IOC usai Dugaan Intervensi Donald Trump, Kasus Folarin Balogun Jadi Sorotan

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:48 WIB

Top Skor Piala Dunia 2026 Terbaru, Persaingan Golden Boot Semakin Sengit

Berita Terbaru

Cara Daftar SIAPkerja Kemnaker 2026 untuk Magang Nasional

Lowongan Kerja

Cara Daftar SIAPkerja Kemnaker 2026 untuk Magang Nasional

Rabu, 15 Jul 2026 - 23:02 WIB

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Politik

Jokowi Safari ke NTT Akhir Juli 2026, PSI Siapkan Agenda

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:57 WIB

Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026

Politik

Nasaruddin Umar Dorong Harmoni Lewat Rukun Festival 2026

Rabu, 15 Jul 2026 - 22:48 WIB