Heboh! 3 Orang Dikeroyok Secara Membabi Buta di Area Parkir Hypermart Cilodong Depok, Pelaku Diduga Anggota TNI

- Penulis

Minggu, 1 Juni 2025 - 13:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kronologi lengkap tiga orang dikeroyok oleh sekelompok pelaku berseragam, polisi masih lakukan penyelidikan intensif. (Foto: Unsplash)

Kronologi lengkap tiga orang dikeroyok oleh sekelompok pelaku berseragam, polisi masih lakukan penyelidikan intensif. (Foto: Unsplash)

Kasus kekerasan terjadi saat tiga orang dikeroyok secara brutal di area parkir Hypermart, Jalan Tol Iskandar, Cilodong, Depok.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu malam (31/5/2025) ini bermula dari sebuah teguran sederhana terkait parkir kendaraan yang berujung pada aksi pengeroyokan oleh sekelompok orang.

Insiden ini mengundang perhatian publik karena pelakunya diduga anggota TNI yang mengenakan atribut militer.

Kronologi dan dampak kekerasan tersebut menjadi sorotan aparat kepolisian yang kini tengah mengusut tuntas kasus ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kronologi Tiga Orang Dikeroyok di Depok

Kronologi lengkap tiga orang dikeroyok oleh sekelompok pelaku berseragam, polisi masih lakukan penyelidikan intensif. (Foto: Unsplash)
Heboh! 3 Orang Dikeroyok Secara Membabi Buta di Area Parkir Hypermart Cilodong Depok, Pelaku Diduga Anggota TNI

Kejadian saat tiga orang dikeroyok berawal ketika salah satu korban, Margo Ade Mulyanto (MAM), menegur seorang pengendara motor yang memarkir kendaraannya di area yang bukan tempat parkir motor.

Teguran ini diberikan dengan sopan, namun bukannya menerima, pelaku justru marah dan memicu keributan.

Adu mulut kemudian berubah menjadi kekerasan fisik setelah pelaku mengancam akan kembali bersama sekelompok orang.

Beberapa saat kemudian, sekitar sepuluh orang dengan mengenakan atribut militer datang menyerang MAM bersama dua rekannya, Sandi Lesmana dan Januar Dwi Putra, secara membabi buta.

Mereka melakukan pengeroyokan dengan kekerasan luar biasa, menyebabkan luka serius pada ketiga korban.

Korban mengalami berbagai luka fisik. Sandi Lesmana mengalami luka sobek pada bibir, Januar Dwi Putra mengalami luka berdarah pada hidung, lebam di mata kiri, serta lecet di rusuk kanan dan kiri.

Sementara Margo Ade Mulyanto mengalami lebam parah di mata kanan hingga sempat tidak bisa melihat dan luka lecet di lutut. Kejadian ini menyebabkan ketiga korban trauma dan harus menjalani perawatan medis.

Dampak dan Tindakan Hukum Setelah Tiga Orang Dikeroyok

Kasus tiga orang dikeroyok ini segera dilaporkan ke Polres Metro Depok dengan nomor laporan polisi LP/B/1074/V/2025/SPKT/POLRES METRO DEPOK/POLDA METRO JAYA tanggal 31 Mei 2025.

Polisi pun melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta memeriksa para korban yang telah menjalani visum guna menguatkan bukti-bukti.

Kuasa hukum korban, Army Mulyanto, menegaskan bahwa tindakan kekerasan ini merupakan aksi premanisme berseragam yang tidak bisa dibiarkan.

Army mendesak penegak hukum untuk segera mengusut tuntas dan memberikan hukuman yang setimpal kepada para pelaku.

Komandan Distrik Militer (Dandim) 0508/Depok, Kolonel Inf Iman Widhiarto, membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan bahwa pihaknya tengah melakukan penyelidikan bersama Polri.

Sampai saat ini, identitas pelaku yang melakukan pengeroyokan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut.

Pelaku Diduga Anggota TNI, Indikasi Premanisme Berbalut Seragam Militer

Tindakan kekerasan terhadap tiga orang dikeroyok ini menimbulkan keprihatinan masyarakat luas.

Pasalnya, pelaku yang diduga mengenakan seragam militer seharusnya menjadi contoh dan pelindung masyarakat, bukan pelaku kekerasan.

Menurut kuasa hukum, pelaku yang datang dalam kelompok tersebut bahkan mengancam akan kembali membawa satu kompi orang, menunjukkan adanya intimidasi dan kesan pemaksaan kekuasaan.

Hal ini semakin memperkuat dugaan bahwa pengeroyokan ini merupakan perbuatan premanisme yang melibatkan aparat berseragam.

Kejadian ini menjadi pengingat pentingnya penegakan hukum yang tegas tanpa pandang bulu, agar masyarakat merasa aman dan terlindungi dari tindakan sewenang-wenang yang berpotensi merusak rasa keadilan.

Kasus tiga orang dikeroyok di Depok merupakan bentuk kekerasan serius yang harus menjadi perhatian bersama.

Awal mula yang hanya soal teguran parkir berubah menjadi insiden pengeroyokan brutal oleh sekelompok orang yang diduga aparat militer.

Polisi dan TNI kini bekerja sama menyelidiki kasus ini demi memastikan keadilan ditegakkan dan pelaku dihukum sesuai hukum yang berlaku.

Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi semua pihak agar menjaga ketertiban dan saling menghormati aturan, serta bagi aparat agar menjalankan tugas dengan profesional tanpa menyalahgunakan kewenangan.

Kekerasan dalam bentuk apapun harus ditolak demi menjaga keamanan dan kedamaian masyarakat.

Kasus tiga orang dikeroyok ini menjadi perhatian serius karena melibatkan dugaan anggota TNI yang seharusnya menjaga keamanan masyarakat.

Korban dan keluarga berharap proses hukum berjalan transparan dan pelaku mendapat sanksi tegas agar kejadian serupa tidak terulang.

Banyak warga sekitar yang merasa khawatir dan kecewa atas insiden ini karena menunjukkan penyalahgunaan kekuasaan.

Aparat kepolisian berjanji akan mengusut tuntas kasus ini hingga tuntas dan memberikan perlindungan bagi korban.

Selain itu, dukungan masyarakat sangat dibutuhkan agar kasus tiga orang dikeroyok ini menjadi pelajaran penting bagi semua pihak.

Pihak TNI juga sedang mengkaji internal untuk memastikan tidak ada pelanggaran disiplin yang terjadi.

Sementara itu, para korban masih menjalani pemulihan fisik dan psikologis akibat trauma yang dialami. Media massa terus mengikuti perkembangan kasus tiga orang dikeroyok ini sebagai bentuk transparansi publik.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sinopsis Agent Kim Reactivated (2026), Drama Aksi So Ji Sub yang Penuh Ketegangan
Inspiratif! Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak hingga Dewasa yang Mudah Disiapkan
Cara Nonton Piala Dunia 2026 secara Gratis dan Platform yang Mudah Diakses
TPA Jatiwaringin, Terbaru 7 Fakta Kebakaran Besar yang Membuat Ratusan Warga Mengungsi
TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang
Sarwendah Gunung Kawi, Terbaru 6 Fakta Laporan Dugaan Fitnah
Viral 6 Hal Vanness Wu Menikah dengan Emi Aramaki
Geger 5 Poin Erin Wartia Eks ART Minta Syarat Damai

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 19:57 WIB

Sinopsis Agent Kim Reactivated (2026), Drama Aksi So Ji Sub yang Penuh Ketegangan

Senin, 6 Juli 2026 - 19:45 WIB

Inspiratif! Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak hingga Dewasa yang Mudah Disiapkan

Senin, 6 Juli 2026 - 19:38 WIB

Cara Nonton Piala Dunia 2026 secara Gratis dan Platform yang Mudah Diakses

Senin, 6 Juli 2026 - 12:02 WIB

TPA Jatiwaringin, Terbaru 7 Fakta Kebakaran Besar yang Membuat Ratusan Warga Mengungsi

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:30 WIB

TPA Jatiwaringin Terbaru, 7 Fakta Kebakaran dan Proyek Sampah Tangerang

Berita Terbaru