Viral Penemuan Candi di Prambanan, Fakta Aslinya Terungkap

- Penulis

Jumat, 19 Desember 2025 - 20:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral Penemuan Candi di Prambanan, Fakta Aslinya Terungkap

Viral Penemuan Candi di Prambanan, Fakta Aslinya Terungkap

Redaksiku.com – Penemuan candi di kawasan Prambanan mendadak menghebohkan publik setelah sebuah video viral beredar luas di media sosial. Video yang telah ditonton lebih dari 1,5 juta kali itu memperlihatkan tumpukan batu yang diklaim sebagai candi yang tiba-tiba muncul sendiri di Dusun Pereng, Kalurahan Sumberharjo, Kapanewon Prambanan, Kabupaten Sleman.

Narasi yang dibangun dalam video tersebut dengan cepat memicu rasa penasaran warganet. Banyak yang mengaitkan lokasi temuan dengan kawasan bersejarah Prambanan yang memang dikenal kaya akan peninggalan masa lampau.

Tak sedikit pula yang meyakini bahwa penemuan candi ini merupakan bukti adanya situs kuno yang selama ini tersembunyi.

Namun, seiring viralnya video tersebut, pihak berwenang akhirnya angkat bicara. Fakta di balik penemuan candi yang ramai dibicarakan ini ternyata tidak sesederhana yang beredar di media sosial.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Viral Penemuan Candi di Prambanan Picu Kehebohan Warganet

Video yang menyebut adanya penemuan candi di Prambanan pertama kali diunggah oleh akun warga dan langsung menyebar ke berbagai platform. Judul video yang provokatif membuat banyak orang percaya bahwa sebuah candi baru telah ditemukan tanpa proses penggalian resmi.

Dalam rekaman tersebut terlihat susunan batu putih, dekorasi alami tanah, serta struktur menyerupai sudut bangunan. Kombinasi visual dan narasi membuat publik dengan cepat menyimpulkan bahwa itu adalah candi kuno yang selama ini terkubur.

Respons warganet pun beragam. Sebagian merasa kagum dan bangga, sementara lainnya mempertanyakan keabsahan klaim penemuan candi tersebut. Perdebatan pun tak terhindarkan, terutama soal apakah temuan itu sudah pernah diteliti sebelumnya atau benar-benar baru muncul.

Penjelasan Ahli Bukan Candi, Diduga Petirtaan

Menanggapi viralnya kabar penemuan candi, Pamong Budaya Ahli Pertama Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta, R.A. Retno Isnurwindryaswari, memberikan klarifikasi. Ia menegaskan bahwa struktur yang dimaksud bukanlah candi.

Menurut Retno, temuan tersebut diduga merupakan petirtaan atau bangunan sederhana dengan fungsi tertentu, bukan bangunan ibadah seperti candi. Secara struktur, yang terlihat hanyalah lantai dan bagian yang diduga dinding, itupun belum bisa dipastikan sepenuhnya.

Penjelasan ini sekaligus meluruskan narasi yang telanjur berkembang. Retno menyebut bahwa klaim penemuan candi perlu ditinjau secara arkeologis dan tidak bisa disimpulkan hanya dari tampilan visual semata.

Pernah Diekskavasi Sejak 2021 dan Berstatus ODCB

Fakta lain yang terungkap, lokasi yang disebut sebagai penemuan candi tersebut sebenarnya bukan hal baru bagi pihak berwenang. Retno menjelaskan bahwa area itu sudah pernah diekskavasi pada tahun 2021.

Hingga kini, objek tersebut belum ditetapkan sebagai Cagar Budaya dan masih berstatus Objek yang Diduga Cagar Budaya (ODCB).

Untuk dapat ditetapkan sebagai cagar budaya resmi, diperlukan kajian mendalam oleh Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) melalui proses yang panjang.

Artinya, meski menarik perhatian publik, penemuan candi di Prambanan ini secara administratif belum memiliki status hukum sebagai situs cagar budaya.

Bentuk Struktur dan Material Batu yang Ditemukan

Secara fisik, struktur yang memicu isu penemuan candi ini tersusun dari batu tufa atau batu putih. Susunan batunya membentuk sudut menyerupai huruf L dengan ukuran sekitar 6 x 6 meter.

Selain itu, ditemukan pula batu blok persegi, bagian yang diduga dinding luar, serta elemen lain yang kemungkinan merupakan bagian dari pagar atau struktur pelengkap. Tinggi struktur yang terlihat diperkirakan sekitar satu meter.

Karakteristik inilah yang memperkuat dugaan bahwa bangunan tersebut lebih mengarah pada petirtaan atau bangunan utilitarian, bukan candi yang umumnya memiliki struktur vertikal dan ornamen khas.

Keterkaitan dengan Petilasan Kyai Langgen

Menariknya, lokasi penemuan candi yang viral ini juga memiliki keterkaitan dengan kepercayaan masyarakat setempat. Retno menyebut kawasan tersebut berdekatan dengan petilasan Kyai Langgen, tokoh yang dipercaya memiliki peran penting dalam sejarah lokal.

Petilasan Kyai Langgen diyakini sebagai tempat yang memiliki nilai spiritual, termasuk cerita tentang pembuatan keris dan aktivitas tradisional lainnya. Hal ini membuat warga setempat menjaga area tersebut dengan penuh kehati-hatian.

Penemuan struktur batu ini sebelumnya juga telah melalui proses kompensasi kepada penemu dan pemilik lahan, menunjukkan bahwa temuan tersebut pernah ditangani secara resmi.

Pemerintah Kalurahan Sudah Pernah Ditangani

Lurah Sumberharjo, Kurniawan Widiyanto, turut membenarkan bahwa isu penemuan candi tersebut sebenarnya sudah lama diketahui. Ia menjelaskan bahwa saat pertama kali ditemukan, warga langsung melapor ke pihak kalurahan.

Laporan tersebut kemudian diteruskan ke Balai Pelestarian Cagar Budaya dan ditindaklanjuti dengan penggalian. Hasil kajian saat itu menyimpulkan bahwa struktur tersebut bukan situs candi.

Keputusan akhirnya diserahkan kepada warga, apakah ingin melanjutkan perawatan atau tidak, karena tidak ada penetapan sebagai situs resmi.

Viralnya kabar penemuan candi di Prambanan menunjukkan bagaimana informasi arkeologi bisa dengan cepat disalahartikan di era media sosial. Judul sensasional sering kali lebih cepat menyebar dibanding klarifikasi resmi.

Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pemadaman Bergilir Masih Jadi Sorotan, PLN Klaim Sistem Jawa Sudah Pulih
Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak di Lepas Pantai Karachi, Operasi Pencarian Diperluas
Fantastis! Film Obsession Kantongi Pendapatan Global 403 Juta Dolar di Box Office Dunia
Buruan! Promo HokBen Double Date 7.7 Tawarkan Paket Spesial Mulai Rp70 Ribu
Terbaru! Jadwal Kapal Surabaya Makassar Juli 2026 Lengkap dengan Harga Tiket dan Jam Keberangkatannya
DPO Curanmor Tak Berkutik, Polisi Maros Akhiri Pelariannya
Sinopsis Agent Kim Reactivated (2026), Drama Aksi So Ji Sub yang Penuh Ketegangan
Inspiratif! Ide Lomba 17 Agustus untuk Anak hingga Dewasa yang Mudah Disiapkan

Berita Terkait

Rabu, 8 Juli 2026 - 19:56 WIB

Pemadaman Bergilir Masih Jadi Sorotan, PLN Klaim Sistem Jawa Sudah Pulih

Rabu, 8 Juli 2026 - 15:03 WIB

Pesawat Boeing 737 Hilang Kontak di Lepas Pantai Karachi, Operasi Pencarian Diperluas

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:36 WIB

Fantastis! Film Obsession Kantongi Pendapatan Global 403 Juta Dolar di Box Office Dunia

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:30 WIB

Buruan! Promo HokBen Double Date 7.7 Tawarkan Paket Spesial Mulai Rp70 Ribu

Selasa, 7 Juli 2026 - 18:19 WIB

Terbaru! Jadwal Kapal Surabaya Makassar Juli 2026 Lengkap dengan Harga Tiket dan Jam Keberangkatannya

Berita Terbaru

Cara Membangun Empati Anak

Ibu dan Anak

4 Cara Membangun Empati Anak

Rabu, 8 Jul 2026 - 13:24 WIB