Redaksiku.com – Kades bonder mandi lumpur menjadi sorotan publik setelah sebuah video memperlihatkan Kepala Desa Bonder, Selamat Riadi, berendam di lumpur jalan rusak di wilayah Praya Barat, Lombok Tengah. Aksi tak biasa itu sontak viral di media sosial dan memantik beragam reaksi dari warganet.
Peristiwa tersebut bukan sekadar aksi simbolik. Di balik video viral itu, tersimpan akumulasi kelelahan fisik dan mental seorang kepala desa yang selama bertahun-tahun menghadapi persoalan infrastruktur tanpa solusi permanen. Jalan rusak yang menjadi urat nadi aktivitas warga tak kunjung mendapat perbaikan serius.
Aksi kades bonder mandi lumpur dilakukan pada Senin (22/12/2025) di ruas jalan yang menghubungkan Penujak hingga Mangkung. Jalan tersebut dikenal sebagai jalur vital, baik untuk aktivitas harian warga maupun akses menuju kawasan wisata unggulan Lombok Tengah.
Aksi Spontan Kades Bonder Mandi Lumpur di Tengah Jalan
Aksi kades bonder mandi lumpur dilakukan Selamat Riadi secara spontan. Ia mengaku tidak merencanakan aksi tersebut, melainkan muncul sebagai luapan emosi setelah melihat kondisi jalan yang semakin parah usai diguyur hujan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Selamat Riadi menyebut kelelahan yang ia rasakan bukan hanya secara fisik, tetapi juga mental. Setiap hari ia harus mendengar keluhan warga, sementara upaya perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara.
Dalam keterangannya, Selamat mengatakan bahwa jalan tersebut sudah berkali-kali diperbaiki dengan cara swadaya. Dana berasal dari donasi warga, bantuan anggota dewan, hingga sumbangan pengguna jalan yang melintas. Namun, hasilnya tidak pernah bertahan lama.
Jalan Rusak Jadi Beban Warga dan Pemerintah Desa
Kondisi jalan rusak sepanjang kurang lebih tujuh kilometer menjadi persoalan utama di Desa Bonder. Jalan berlubang, genangan air, dan lumpur menjadi pemandangan sehari-hari, terutama saat musim hujan tiba.
kades bonder mandi lumpur mencerminkan realitas pahit yang dihadapi warga. Jalan tersebut tidak hanya digunakan untuk mobilitas warga desa, tetapi juga kendaraan berat dan arus wisata menuju Kuta Mandalika dan Selong Belanak.
Tingginya volume kendaraan membuat jalan cepat rusak. Tanpa sistem drainase yang memadai, air menggenang dan merusak lapisan aspal. Akibatnya, perbaikan darurat yang dilakukan warga hanya bertahan hitungan minggu.
Masalah Drainase Jadi Akar Kerusakan Jalan
Dalam penjelasannya, Selamat Riadi menyoroti buruknya sistem drainase sebagai penyebab utama kerusakan jalan. Air hujan yang tidak teralirkan dengan baik membuat struktur aspal cepat rapuh.
Menurutnya, pembangunan infrastruktur selama ini tidak dirancang dengan perhitungan jangka panjang. Jalan dibangun tanpa mempertimbangkan volume kendaraan dan kondisi lingkungan sekitar.
Aksi kades bonder mandi lumpur sekaligus menjadi kritik terbuka terhadap pola pembangunan yang tidak berkelanjutan. Selamat berharap perhatian pemerintah tidak hanya fokus pada pembangunan baru, tetapi juga pada kualitas dan daya tahan infrastruktur.
Respons Publik dan Viral di Media Sosial
Video kades bonder mandi lumpur dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial. Banyak warganet menyebut aksi tersebut sebagai bentuk keputusasaan yang jujur dan menyentuh.
Sebagian netizen menyampaikan simpati, menilai Selamat Riadi sebagai pemimpin yang berani menunjukkan kondisi nyata di lapangan. Namun, ada pula yang menilai aksi tersebut sebagai kritik keras terhadap lambannya penanganan infrastruktur daerah.
Viralnya video ini membuat persoalan jalan rusak di Desa Bonder mendapat sorotan nasional. Isu infrastruktur kembali menjadi perbincangan, khususnya terkait wilayah yang menjadi jalur wisata namun minim perhatian perbaikan.
PUPR NTB Mulai Mengkaji Perbaikan Jalan
Menanggapi viralnya aksi kades bonder mandi lumpur, Kepala Dinas PUPR Nusa Tenggara Barat, Sadimin, menyatakan pihaknya tengah mengkaji usulan perbaikan sejumlah ruas jalan rusak. Termasuk jalan di Desa Bonder yang menghubungkan kawasan wisata strategis.
Sadimin mengakui bahwa kondisi jalan tersebut memang membutuhkan penanganan serius. Namun, ia juga menyampaikan bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan besar, terutama setelah adanya pemotongan APBD tahun 2026.
Meski begitu, PUPR NTB berkomitmen untuk tetap memperjuangkan perbaikan jalan agar masuk dalam program kerja tahun berikutnya. Usulan tersebut kini sedang dalam tahap kajian teknis.
Jalur Wisata Mandalika Ikut Terdampak
Jalan yang menjadi lokasi kades bonder mandi lumpur bukan sekadar jalan desa. Jalur ini merupakan akses penting menuju destinasi wisata unggulan Lombok Tengah.
Kerusakan jalan berdampak langsung pada kenyamanan wisatawan dan aktivitas ekonomi warga. Sopir, pedagang, hingga pelaku usaha wisata mengeluhkan kondisi jalan yang memperlambat mobilitas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran akan citra pariwisata daerah. Infrastruktur yang tidak memadai dinilai berpotensi menghambat perkembangan sektor wisata yang selama ini menjadi andalan.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






