Viral di Media Sosial, Warganet Ramai Desak Tindakan Hukum
Kisah ratusan wisatawan yang terlantar itu dengan cepat menyebar di berbagai platform, mulai dari TikTok, Instagram, hingga X (Twitter). Banyak pengguna media sosial mengecam tindakan travel agent yang dianggap tidak profesional.
Beberapa netizen bahkan mendesak agar pihak Dinas Pariwisata dan aparat penegak hukum menindak travel tidak berizin yang beroperasi secara sembarangan dan berpotensi merugikan masyarakat.
Travel abal-abal kayak gini harus diberi sanksi tegas. Jangan sampai orang-orang kehilangan kepercayaan buat ikut paket wisata dalam negeri, tulis akun @dian_rianti di kolom komentar unggahan viral tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelajaran Penting: Cek Kredibilitas Travel Sebelum Berangkat
Insiden ini menjadi peringatan serius bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam memilih jasa travel. Praktisi pariwisata dari Universitas Padjadjaran, Dr. Rahmawati Kusuma, S.E., M.Par, menilai bahwa kasus seperti ini sering terjadi karena masyarakat tergiur harga murah tanpa memeriksa legalitas dan rekam jejak agen perjalanan.
Pastikan travel tersebut terdaftar secara resmi, memiliki alamat kantor yang jelas, dan bisa menunjukkan bukti pemesanan hotel serta jadwal perjalanan yang terverifikasi, ujarnya.
Selain itu, Rahmawati menekankan pentingnya menyimpan semua bukti pembayaran dan komunikasi dengan pihak travel agar dapat dijadikan bukti bila terjadi masalah hukum di kemudian hari.
Pemkab dan Dinas Pariwisata Diminta Turun Tangan
Kasus ini juga menjadi sorotan Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Dinas Pariwisata Jawa Barat. Beberapa pejabat menilai perlu adanya pengawasan lebih ketat terhadap travel agent yang menawarkan paket wisata murah tanpa izin resmi.
Kepala Dinas Pariwisata Jawa Barat, Rina Wulandari, mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan aparat hukum untuk menelusuri legalitas penyelenggara perjalanan tersebut. Kami ingin memastikan tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban travel abal-abal. Pariwisata harus memberi rasa aman dan nyaman, bukan sebaliknya, tegasnya.
Kesimpulan: Liburan Gagal yang Jadi Pengingat Kolektif
Peristiwa ini menjadi cermin nyata bagaimana lemahnya pengawasan terhadap industri pariwisata domestik yang semakin marak. Ratusan wisatawan asal Cianjur yang berharap menemukan ketenangan di tepi pantai malah harus pulang dengan rasa kecewa dan trauma.
Meski pihak travel telah berjanji mengganti kerugian, kerugian emosional dan hilangnya kepercayaan publik jauh lebih besar dampaknya. Peristiwa ini diharapkan bisa menjadi pelajaran bagi masyarakat, pelaku industri, dan pemerintah untuk memperkuat tata kelola perjalanan wisata agar lebih aman, profesional, dan beretika.
Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2






