Viral! Petugas Google Maps Jalan Kaki di Indonesia, Gajinya Capai Rp3 Juta Sehari

- Penulis

Selasa, 4 November 2025 - 10:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Viral! Petugas Google Maps Jalan Kaki di Indonesia, Gajinya Capai Rp3 Juta Sehari

Viral! Petugas Google Maps Jalan Kaki di Indonesia, Gajinya Capai Rp3 Juta Sehari

Google Street View Trekker: Teknologi di Balik Peta 3D Dunia

Google pertama kali meluncurkan proyek Street View pada tahun 2007, dan sejak itu telah memetakan lebih dari 220 negara dan wilayah di dunia.

Untuk lokasi-lokasi ekstrem, Google memperkenalkan Trekker Backpack, kamera berteknologi tinggi dengan 15 lensa wide-angle yang mengambil gambar dari berbagai arah setiap 23 detik. Semua hasil tangkapan diproses secara digital menjadi tampilan 3D interaktif yang kini menjadi bagian integral Google Maps.

Perangkat ini sudah digunakan untuk memetakan tempat-tempat ikonik seperti Grand Canyon (Amerika Serikat), Machu Picchu (Peru), dan Pulau Komodo (Indonesia).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di Indonesia, petugas Trekker sering terlihat di Bali, Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Kalimantan, terutama di area wisata yang belum memiliki data peta visual.

Profesionalisme dan Standar Keamanan Data

Google menerapkan standar keamanan dan privasi ketat dalam pengumpulan data Street View. Setiap gambar yang diambil akan melewati proses penyuntingan otomatis untuk menyamarkan wajah orang, plat nomor kendaraan, atau informasi pribadi lainnya.

Selain itu, seluruh operator lapangan harus mengikuti pelatihan khusus tentang teknik pengambilan gambar, etika lapangan, dan keamanan data.

Dalam beberapa kasus, operator juga bekerja sama dengan pemerintah daerah atau lembaga wisata untuk memastikan izin lokasi dan persetujuan masyarakat setempat sebelum melakukan perekaman.

Fenomena Abang Google Jadi Inspirasi

Video petugas Google Maps yang berjalan kaki tersebut kini bukan hanya viral, tapi juga menjadi simbol kerja keras di balik kemudahan teknologi.

Warganet menyebutnya sebagai abang Google julukan yang dengan cepat melekat di jagat maya Indonesia. Banyak yang menganggap sosok tersebut sebagai contoh nyata dari dedikasi dan profesionalisme di era digital.

Kadang kita lupa, di balik teknologi secanggih Google Maps, ada manusia yang kerja keras di lapangan, tulis salah satu pengguna Twitter yang ikut membagikan ulang video tersebut.

Peluang Kerja dan Dampak Sosial

Fenomena ini juga membuka diskusi baru tentang peluang kerja di sektor teknologi dan pemetaan digital. Dengan meningkatnya kebutuhan data spasial, banyak perusahaan global seperti Google, Apple, dan Grab membutuhkan tenaga lapangan yang terampil.

Pekerjaan seperti operator Street View, fotografer 360°, dan surveyor digital kini menjadi profesi baru yang menggabungkan teknologi, eksplorasi, dan riset lapangan.

Di sisi lain, masyarakat juga diingatkan agar tidak hanya terpesona oleh besarnya gaji, tetapi memahami tanggung jawab besar di balik pekerjaan tersebut.

Selain fisik yang kuat, petugas harus teliti, jujur, dan menjaga integritas data yang direkam, kata pakar teknologi informasi dari Universitas Indonesia, Dr. Arif Rahman.

Penutup: Teknologi Besar, Usaha yang Tidak Terlihat

Di balik tampilan halus dan presisi Google Maps yang kita gunakan setiap hari, terdapat kerja keras manusia di lapangan yang menempuh panas, hujan, dan jarak jauh demi memperbarui setiap sudut jalan.

Petugas Google Maps yang berjalan kaki di Indonesia menjadi gambaran nyata bagaimana teknologi canggih tetap bergantung pada tangan-tangan manusia yang berdedikasi.

Dengan gaji yang mungkin fantastis, pekerjaan itu bukan sekadar profesi bergengsi, tapi juga kontribusi besar terhadap kemudahan miliaran pengguna di seluruh dunia.

Ikuti berita viral dari Redaksiku di Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Penulis : Redaksiku

Editor : Redaksiku

Sumber Berita: Berbagai sumber

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali
Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri
Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG
Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!
Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus
Aturan Baru! WNA yang Ingin Jadi WNI Wajib Bayar Rp75 Juta untuk Naturalisasi
Wah, Ternyata! Penimbunan Solar Subsidi di Barru Berujung Penjara
Contoh Laporan MPLS Terbaru 2026 yang Lengkap dan Praktis, Bisa Dijadikan Referensi
Diskusi Pembaca

Jadilah yang pertama berkomentar

Bagikan tanggapan Anda secara santun. Komentar yang relevan membuat diskusi lebih bermanfaat.

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 22 Juli 2026 - 12:40 WIB

Hamidah Rachmayanti Ceritakan Putri dan Suami Nyaris Terseret Ombak di Bali

Rabu, 22 Juli 2026 - 09:38 WIB

Ternyata Ini Alasan Kepala Badan Gizi Nasional Nanik Deyang Mengundurkan Diri

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:25 WIB

Berita Terbaru BGN: Kepala Mundur di Tengah Pemangkasan Anggaran dan Evaluasi Program MBG

Selasa, 21 Juli 2026 - 20:31 WIB

Irigasi Rusak, Petani di Barru Terancam Gagal Panen, Firdaus Permadi: Jangan Cuma Janji!

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:15 WIB

Penipuan Daring Makin Marak, OJK Catat Lebih dari 608 Ribu Kasus

Berita Terbaru