Redaksiku.com – Jagat media sosial kembali diramaikan oleh video viral yang menampilkan petugas Google Maps berjalan kaki menyusuri jalanan di Indonesia. Dalam rekaman tersebut, pria berseragam dan membawa perangkat besar di punggungnya itu menarik perhatian publik karena diketahui sedang merekam citra jalan untuk fitur Google Street View.
Video itu diunggah oleh pengguna TikTok dengan akun @agussuparno007 pada Jumat (24/10/2025). Dalam unggahan berdurasi singkat itu, terlihat petugas berjalan di bawah terik matahari sambil memanggul peralatan berukuran besar berbentuk bulat di bagian belakangnya perangkat yang dikenal sebagai kamera 360 derajat milik Google Street View Trekker.
Namun yang paling membuat warganet heboh bukan hanya pemandangan unik tersebut, melainkan kabar bahwa petugas Google itu bisa menerima bayaran hingga Rp3 juta per hari.
Video Viral Petugas Abang Google Jalan Kaki
Dalam video yang kini telah ditonton jutaan kali itu, pengunggah menuliskan caption:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah melihat lelahnya abang Google berkeliling, netizen soroti gajinya yang ternyata fantastis.
Unggahan tersebut langsung banjir komentar. Banyak pengguna TikTok merasa kagum dengan kerja keras petugas Google Maps yang rela berjalan kaki di berbagai medan demi merekam kondisi jalan agar bisa diakses masyarakat melalui fitur Street View.
Sebagian warganet mengaku baru tahu bahwa proses perekaman tidak hanya dilakukan dengan mobil Google Street View, tetapi juga dengan metode jalan kaki, terutama di lokasi-lokasi yang tidak bisa dijangkau kendaraan seperti gang sempit, jalan desa, kawasan wisata alam, atau jalur pendakian.
Wah baru tahu, kirain semuanya pakai mobil. Ternyata ada juga yang keliling jalan kaki demi update peta, tulis salah satu pengguna.
Dedikasi di Balik Layanan Digital Dunia
Fenomena petugas Google Maps yang berjalan kaki ini bukan hal baru di dunia pemetaan digital. Sejak beberapa tahun lalu, Google memperkenalkan perangkat bernama Google Street View Trekker, yang digunakan untuk memetakan lokasi-lokasi yang sulit dijangkau oleh kendaraan.
Perangkat itu berbentuk seperti ransel besar dengan kamera 360 derajat di bagian atas, mampu merekam gambar panorama beresolusi tinggi dari setiap sudut jalan. Data yang terekam kemudian diunggah dan diproses untuk memperbarui tampilan Street View di seluruh dunia.
Menurut situs resmi Google Street View, para petugas yang menggunakan Trekker bisa berasal dari berbagai latar belakang: mulai dari karyawan kontrak, mitra pemetaan, hingga sukarelawan dari lembaga pariwisata dan penelitian.
Mereka bertugas merekam wilayah-wilayah yang belum terjangkau mobil Street View, termasuk pedesaan, jalan pegunungan, kawasan heritage, dan destinasi wisata terpencil.

Gaji Fantastis Jadi Sorotan
Dalam unggahan TikTok tersebut, disebutkan bahwa petugas Google Maps bisa menerima bayaran hingga Rp3 juta per hari. Angka ini tentu membuat publik penasaran dan menuai berbagai spekulasi.
Meski tidak ada konfirmasi langsung dari pihak Google Indonesia, beberapa laporan media luar negeri menyebutkan bahwa pekerja lapangan Street View memang menerima kompensasi yang tinggi, terutama ketika harus menempuh medan ekstrem atau proyek pemetaan di lokasi dengan risiko fisik tinggi.
Di beberapa negara, pekerja kontrak Street View Trekker mendapat bayaran setara US$150250 per hari (sekitar Rp2,44 juta), tergantung tingkat kesulitan dan durasi proyek.
Besaran itu termasuk biaya operasional, transportasi, dan perawatan alat, mengingat beban kerja yang cukup berat dan penggunaan perangkat canggih bernilai tinggi.
Netizen Kagum dan Apresiasi Kerja Keras
Banyak warganet memberikan komentar positif atas dedikasi petugas tersebut. Mereka menilai pekerjaan itu tidak mudah karena harus berjalan jauh sambil membawa perangkat berat di bawah panas matahari.
Gajinya pantas tinggi, lihat perjuangannya aja udah luar biasa, tulis seorang pengguna TikTok.
Komentar lain menyoroti pentingnya peran petugas Street View dalam membantu jutaan pengguna Google Maps di seluruh dunia. Berkat mereka, kita bisa lihat tempat-tempat jauh tanpa harus datang langsung, tulis pengguna lain.
Tidak sedikit pula yang menyebut pekerjaan itu menarik tapi menantang, karena selain menjelajahi berbagai tempat, pekerja juga harus disiplin dan bertanggung jawab menjaga data yang direkam.
Google Street View Trekker: Teknologi di Balik Peta 3D Dunia
Google pertama kali meluncurkan proyek Street View pada tahun 2007, dan sejak itu telah memetakan lebih dari 220 negara dan wilayah di dunia.
Untuk lokasi-lokasi ekstrem, Google memperkenalkan Trekker Backpack, kamera berteknologi tinggi dengan 15 lensa wide-angle yang mengambil gambar dari berbagai arah setiap 23 detik. Semua hasil tangkapan diproses secara digital menjadi tampilan 3D interaktif yang kini menjadi bagian integral Google Maps.
Perangkat ini sudah digunakan untuk memetakan tempat-tempat ikonik seperti Grand Canyon (Amerika Serikat), Machu Picchu (Peru), dan Pulau Komodo (Indonesia).
Di Indonesia, petugas Trekker sering terlihat di Bali, Yogyakarta, Sumatera Barat, dan Kalimantan, terutama di area wisata yang belum memiliki data peta visual.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






