Redaksiku.com – Kabar patung Sukarno miring di kawasan Alun-alun Indramayu bikin publik heboh dalam waktu singkat. Video yang beredar menunjukkan patung Presiden Pertama RI itu tampak tidak tegak seperti biasanya, dengan bagian leher rusak dan posisinya miring cukup jelas.
Warga yang melintas kaget melihat kondisi patung yang biasanya megah berdampingan dengan patung Mohammad Hatta itu berubah drastis. Banyak yang mengira patung tersebut sengaja dirusak, padahal faktanya terjadi karena insiden tak terduga.
Dalam hitungan jam, unggahan itu viral dan memancing rasa penasaran. Publik langsung menuntut penjelasan Pemkab Indramayu soal apa yang sebenarnya terjadi sehingga patung nasional itu bisa rusak sedemikian rupa.
Kronologi Kerusakan Patung yang Bikin Warga Heboh
Cuitan dan unggahan video patung Sukarno miring ramai setelah warga melihat perubahan posisi patung yang tidak wajar. Leher patung tampak retak dan geser dari posisi asli, membuatnya terlihat seperti hampir copot kepala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Warga yang lewat berhenti sejenak karena merasa ada kejanggalan. Banyak yang langsung merekam dan mengunggahnya ke media sosial, hingga akhirnya viral dan jadi bahan pembicaraan publik.
Kondisinya cukup mencolok sehingga memicu kekhawatiran akan keamanan dan ketahanan struktur patung tersebut.
Patung Sukarno Tertimpa Tenda Acara Resmi
Setelah video viral, Pemkab Indramayu memberikan klarifikasi soal patung Sukarno miring. Menurut penjelasan Diskimrum, kerusakan terjadi usai patung tertimpa tenda acara yang digelar di alun-alun.
Tenda tersebut dipasang untuk kegiatan penyerahan SK PPPK Paruh Waktu. Namun, karena angin kencang yang menerjang pada Kamis sore, tenda roboh dan langsung menimpa patung Sukarno.
Insiden itu terjadi ketika tenda belum dibongkar padahal acara sudah selesai.
Angin Kencang Jadi Pemicu Utama Robohnya Tenda
Menurut keterangan pejabat terkait, angin kencang menjadi faktor utama yang menyebabkan tenda besar itu roboh. Tiang-tiang penyangga tidak mampu menahan terpaan, sehingga struktur jatuh tepat menimpa bagian leher patung.
Dampak dari insiden ini bukan hanya membuat patung Sukarno miring, tetapi juga meninggalkan bekas tekukan di beberapa bagian struktur patung.
Warga menyebut kejadian ini sangat disayangkan mengingat patung tersebut termasuk ikon baru di alun-alun.
Bahan Patung Tembaga, Tapi Tetap Rentan Tekanan Fisik
Banyak netizen mempertanyakan kenapa patung Sukarno miring hanya karena tertimpa tenda. Diskimrum menjelaskan bahwa patung tersebut dibuat dari bahan tembaga pada tahun 2023.
Walau tembaga cukup kuat, tekanan berat dari tenda besar yang roboh ditambah hantaman angin bisa merusak struktur, terutama area tipis seperti leher.
Kerusakan ini menunjukkan bahwa patung besar sekalipun tetap punya titik rentan jika tidak ada perlindungan tambahan di sekitar lokasi.
Patung Sukarno dan Hatta Sementara Dicopot untuk Perbaikan
Usai mengecek kondisi di lapangan, pemerintah daerah langsung mengambil langkah cepat. Patung Sukarno miring langsung dicopot dari posisinya agar tidak semakin rusak. Patung Mohammad Hatta yang berdiri di sampingnya ikut diamankan.
Keduanya sementara dipindahkan ke area penyimpanan dan akan masuk proses perbaikan struktur sebelum dikembalikan ke tempat semula. Pihak Pemkab memastikan patung akan dikembalikan seperti kondisi awal.
Reaksi Netizen Antara Miris dan Heran
Viralnya patung Sukarno miring memicu berbagai komentar dari warganet. Ada yang prihatin, ada yang heran kenapa struktur tenda sebesar itu dibiarkan berdiri lama tanpa pengawasan.
Patung tembaga tapi tenda bisa ngalahin, serem juga anginnya, tulis salah satu pengguna Instagram.
Sebagian netizen juga menyoroti manajemen acara yang dianggap kurang sigap dalam membongkar fasilitas setelah acara selesai.
Pemerintah Pastikan Area Alun-alun Dievaluasi Ulang
Setelah video patung Sukarno miring ramai, Pemkab Indramayu mengumumkan rencana evaluasi terhadap area alun-alun.
Mereka menilai perlu ada penataan ulang untuk mencegah insiden serupa, terutama saat area digunakan untuk acara besar dengan tenda dan peralatan berat.
Diskimrum menyebut bahwa pihak penyelenggara acara wajib memastikan pembongkaran tenda dilakukan tepat waktu. Langkah ini bukan cuma untuk keamanan patung, tetapi juga keselamatan warga yang berada di sekitar lokasi.
Evaluasi ini juga mencakup peninjauan kekuatan struktur panggung, tenda, serta titik-titik berisiko yang ada di kawasan alun-alun. Tujuannya agar ikon seperti patung Sukarno dan Hatta bisa tetap aman saat ada kegiatan publik.
Kasus patung Sukarno miring ini jadi pengingat pentingnya pengamanan area publik, terutama yang melibatkan ikon bersejarah. Kejadian tidak terduga seperti angin kencang bisa berdampak besar kalau fasilitas pendukung tidak dikelola dengan baik.
Warga berharap patung Sukarno dan Hatta bisa segera kembali berdiri tegak seperti semula. Selain sebagai landmark, keduanya juga punya nilai simbolis yang kuat bagi masyarakat Indramayu.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels






