Redaksiku.com – Kasus anak aniaya orang tua di Bandung Barat mendadak viral setelah video detik-detik penangkapan pelaku menyebar cepat di media sosial.
Kejadian yang berlangsung di Desa Pakuhaji, Kecamatan Ngamprah, pada Rabu (19/11/2025) sore itu membuat publik tercengang karena kekerasan dilakukan langsung terhadap orang tua kandungnya.
Pelaku berinisial AS (29) disebut menganiaya ibunya sendiri setelah permintaan uangnya tidak dipenuhi. Aksi brutal itu berlangsung di dalam rumah korban, sebelum akhirnya sang ayah dan paman datang untuk mencoba menenangkan situasi.
Polisi bergerak cepat setelah menerima laporan warga. Kini, detail lengkap peristiwa anak aniaya orang tua itu mulai terungkap, termasuk kondisi psikologis pelaku dan barang bukti yang ditemukan di lokasi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi Brutal Bermula dari Permintaan Uang yang Ditolak
Peristiwa anak aniaya orang tua ini bermula saat AS meminta uang kepada ibunya, LR (56). Namun sang ibu menolak memberikan uang tersebut. Penolakan itu justru membuat AS tersulut emosi dan langsung menganiaya ibunya menggunakan pacul dan linggis.
Tak hanya melakukan pemukulan, AS juga merusak kaca rumah hingga pecah. Suara kaca pecah itulah yang kemudian membuat ayahnya, IS, datang menuju lokasi karena firasat buruk terhadap apa yang sedang terjadi di dalam rumah.
Situasinya cepat memburuk. Sang ibu mengalami luka robek di bibir, hidung, dahi, serta bagian tubuh lainnya akibat serangan tersebut.
Ayah Pelaku Ikut Jadi Korban Saat Berusaha Menolong
Kejadian anak aniaya orang tua tak berhenti pada sang ibu saja. Ketika ayahnya datang untuk melerai, AS langsung menyerang dirinya. Sang ayah dipukul berkali-kali dengan potongan besi hingga tersungkur dan mengalami luka serius di kepala.
Aksi brutal itu dilakukan dalam keadaan AS disebut dikuasai amarah dan tidak stabil. Tak berhenti sampai di situ, paman pelaku berinisial AW yang berusaha menenangkan keadaan juga ikut menjadi korban pemukulan.
Tiga anggota keluarga menjadi korban dalam hitungan menit, membuat warga sekitar langsung panik dan menghubungi polisi.
Pelaku Melarikan Diri ke Vila Tak Jauh dari Rumah
Setelah melakukan aksi anak aniaya orang tua, AS kabur dari lokasi. Ia berlari menuju sebuah vila yang berada tidak jauh dari rumah keluarganya. Polisi yang menerima laporan langsung turun ke TKP dan melakukan pengejaran dibantu warga setempat.
Dalam video yang viral, sejumlah petugas terlihat masuk ke area vila dan berhasil menemukan AS yang bersembunyi. Penangkapan berlangsung cepat karena pelaku tidak melakukan perlawanan saat ditemukan.
Warga yang menyaksikan proses penangkapan tersebut ikut merekam dan membagikannya ke media sosial, sehingga kasus ini semakin menjadi sorotan publik.
Polisi Ungkap Dugaan Gangguan Kejiwaan Pelaku
Kronologi anak aniaya orang tua semakin jelas setelah polisi menemukan adanya riwayat kesehatan mental pelaku. Dalam pemeriksaan di lokasi, polisi menemukan selembar dokumen yang berisi riwayat rawat inap AS di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Cisarua.
AKP Kusmawan, Kapolsek Padalarang, mengatakan ada dugaan bahwa AS melakukan tindakannya karena tidak bisa mengendalikan emosi akibat gangguan kejiwaan yang dideritanya.
Setelah ditangkap, AS langsung dibawa ke RSJ Cisarua untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menegaskan bahwa langkah ini diambil demi keamanan AS dan warga sekitar.
Barang Bukti Lengkap Diamankan Polisi
Polisi mengamankan sejumlah barang bukti terkait kasus anak aniaya orang tua tersebut. Di antaranya: satu buah pacul, satu buah linggis, potongan besi yang digunakan untuk menyerang ayahnya dan dokumen riwayat rawat inap AS di RSJ Cisarua.
Barang-barang ini menjadi bukti kuat bahwa AS melakukan penyerangan terhadap keluarganya secara brutal dan berbahaya. Pemeriksaan lanjutan dilakukan untuk mengetahui kondisi psikis pelaku sebelum proses hukum diputuskan.
Kondisi Korban Masih Dalam Perawatan Serius
Ketiga korban, yaitu ibu, ayah, dan paman pelaku, kini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit. Luka yang dialami bervariasi, mulai dari luka robek, memar, hingga cedera di bagian kepala.
Kapolsek Padalarang menyebut kondisi mereka stabil, namun masih membutuhkan perawatan lanjutan. Masih dirawat, nanti kita update kondisinya, ujar Kusmawan.
Publik pun turut berharap keluarga korban bisa pulih secara fisik maupun psikologis setelah kejadian anak aniaya orang tua yang menggemparkan ini.
Kasus anak aniaya orang tua di Bandung Barat ini kembali membuka diskusi besar tentang kesehatan mental, tekanan keluarga, dan pentingnya penanganan dini terhadap gangguan kejiwaan.
Peristiwa tragis ini menunjukkan bahwa kekerasan bisa meledak dari hal yang tampak sepele ketika seseorang tidak mampu mengendalikan diri.
Banyak warganet berharap keluarga korban mendapat perlindungan dan pendampingan menyeluruh, termasuk menghadapi trauma pasca kejadian.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau Whatsapp Channels






