Viral! Ahli Keuangan Beberkan 5 Risiko Tersembunyi Menyimpan Terlalu Banyak Uang di Rekening

- Penulis

Minggu, 13 Juli 2025 - 19:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi. Uang berlebihan di rekening bukan jaminan aman, begini kata ahli keuangan. (Foto: Pexels)

Ilustrasi. Uang berlebihan di rekening bukan jaminan aman, begini kata ahli keuangan. (Foto: Pexels)

Menyimpan uang di rekening memang terasa aman dan praktis untuk kebutuhan harian.

Namun, para ahli keuangan mengingatkan bahwa menaruh terlalu banyak dana di rekening justru bisa menimbulkan risiko yang tidak disadari.

Kebiasaan ini mungkin dilakukan karena khawatir akan kebutuhan mendadak atau sekadar ingin merasa tenang saat belanja.

Sayangnya, uang yang terlalu lama mengendap tanpa strategi bisa membuat nilai riilnya menurun atau bahkan hilang begitu saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penting bagi generasi muda untuk memahami bahwa pengelolaan uang tidak hanya soal menabung, tapi juga soal penempatan dana yang cerdas.

5 Risiko Tersembunyi Menyimpan Terlalu Banyak Uang di Rekening

Viral! Ahli Keuangan Beberkan 5 Risiko Tersembunyi Menyimpan Terlalu Banyak Uang di Rekening
Viral! Ahli Keuangan Beberkan 5 Risiko Tersembunyi Menyimpan Terlalu Banyak Uang di Rekening

Para ahli menyebutkan bahwa saldo yang terlalu besar dalam satu rekening tidak selalu menjamin keamanan finansial.

Berikut ini lima risiko tersembunyi jika terlalu banyak menyimpan dana di rekening tabungan:

1. Tergerus Inflasi secara Perlahan

Inflasi merupakan musuh diam-diam bagi uang tunai. Setiap tahun, nilainya bisa menyusut karena harga barang dan jasa yang terus naik.

Rekening tabungan biasa hanya memberikan bunga yang sangat kecil, bahkan seringkali tidak menutupi laju inflasi tahunan.

Artinya, Rp10 juta yang disimpan saat ini mungkin tidak bisa membeli barang yang sama lima tahun mendatang.

Menurut perencana keuangan Jessica Goedtel, menyimpan dana terlalu banyak di rekening tanpa imbal hasil berarti membiarkan daya belinya tergerus waktu.

2. Tidak Ada Imbal Hasil yang Signifikan

Berbeda dengan investasi atau deposito berjangka, rekening tabungan konvensional tidak memberikan pertumbuhan aset yang berarti.

Kondisi ini membuat pemilik dana melewatkan kesempatan memperoleh keuntungan dari bunga yang lebih tinggi.

Dana besar yang mengendap tanpa produktivitas hanya akan menjadi aset pasif yang stagnan.

Sebagai alternatif, para pakar menyarankan mengalokasikan sebagian dana ke instrumen lain seperti reksa dana atau tabungan berjangka yang lebih menguntungkan.

3. Risiko Transaksi Tidak Sah atau Peretasan

Meskipun bank menjamin keamanan dana, saldo besar dalam satu rekening tetap berisiko terkena penipuan digital atau kesalahan transaksi.

Jessica Goedtel menegaskan bahwa rekening tabungan tidak memiliki perlindungan sekuat kartu kredit dalam menangani transaksi yang tidak sah.

Ketika terjadi pencurian atau pembobolan, proses pengembalian dana bisa rumit dan memakan waktu.

Dengan saldo terbatas, dampak yang ditimbulkan mungkin bisa diminimalkan.

4. Membuat Lupa Pentingnya Dana Darurat

Dana yang disimpan di rekening utama sering kali dipakai untuk kebutuhan sehari-hari tanpa batasan jelas.

Hal ini berisiko membuat seseorang tidak memiliki tabungan darurat yang memadai ketika ada situasi mendesak seperti kehilangan pekerjaan atau biaya rumah sakit.

Dana darurat idealnya disimpan terpisah, dalam rekening khusus yang hanya digunakan saat keadaan benar-benar tidak terduga.

Dengan menaruh semua tabungan di satu tempat, seseorang bisa kehilangan kemampuan untuk membedakan mana dana operasional dan mana dana cadangan.

5. Potensi Kehilangan Peluang Investasi

Saldo besar di rekening berarti ada dana menganggur yang seharusnya bisa dikembangkan.

Gregory Guenther, konselor pensiun dari New Jersey, menyebut bahwa terlalu banyak tabungan di rekening membuat seseorang kehilangan peluang untuk menumbuhkan aset.

Bahkan jika ingin tetap aman, investasi rendah risiko seperti obligasi pemerintah atau deposito pun bisa memberikan imbal hasil yang jauh lebih baik dibanding tabungan biasa.

Ketidaktahuan atau rasa takut rugi seringkali membuat orang melewatkan peluang emas untuk memperbesar nilai kekayaan secara konsisten.

Berapa Idealnya Saldo Rekening yang Aman Menurut Ahli?

Menurut Gregory Guenther, jumlah dana ideal di rekening hanyalah cukup untuk menutupi kebutuhan satu hingga dua minggu.

Jumlah ini mencakup belanja harian, transportasi, dan tagihan pokok yang sifatnya rutin.

Dengan saldo terbatas, seseorang akan tetap merasa aman tanpa kehilangan kesempatan untuk mengembangkan dana lainnya.

Dana lebih sebaiknya dipindahkan ke tempat lain yang lebih produktif namun tetap aman, seperti deposito berjangka atau rekening berimbal hasil tinggi.

Penting juga untuk rutin mengevaluasi kondisi keuangan pribadi setiap bulan agar tidak ada dana yang mengendap terlalu lama tanpa rencana.

Daripada hanya menyimpan dana di rekening tabungan, ahli menyarankan membuat sistem keuangan yang terstruktur.

Langkah pertama adalah memisahkan dana harian, dana darurat, dan dana investasi dalam akun berbeda.

Kemudian, tetapkan batas maksimal saldo rekening harian, dan rutin memindahkan kelebihan dana ke instrumen berimbal hasil.

Gunakan aplikasi keuangan atau spreadsheet pribadi untuk memantau arus kas dan saldo secara berkala.

Terakhir, tingkatkan literasi keuangan dengan membaca buku, mengikuti webinar, atau berkonsultasi dengan perencana keuangan profesional.***

Follow Sosial Media Redaksiku : FacebookInstagramTiktokXYoutubePinterest

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol
Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎
Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus
Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia
Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?
Putri Juficha Meninggal Dunia di Usia 26 Tahun, Tepat di Hari Ulang Tahunnya
Siswa SMK di Kupang Tusuk Guru Saat Tidur, Ini Motif yang Diungkap Polisi
Timeline LPDP Batch 2 2026 Lengkap, Catat Semua Tahap Seleksi agar Tidak Terlewat

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Selasa, 18 Agustus 2026 - 11:27 WIB

Viral Kupas Bawang Rp700 Ribu, Ternyata Ada Perbedaan Tiga Nol

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

Promo HokBen Spesial 17 Agustus 2026, Ada Bento 17 hingga Paket Hemat Rame-rame ‎

Minggu, 16 Agustus 2026 - 20:51 WIB

Daftar Lengkap 76 Nama Anggota Paskibraka 2026, Siap Bertugas pada Upacara 17 Agustus

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:36 WIB

Upah Buruh Kupas Bawang Rp700 Ribu Jadi Sorotan, Ini Fakta Upah Sebenarnya di Indonesia

Minggu, 16 Agustus 2026 - 13:19 WIB

Puan Buka Fakta Terbaru Terkait RUU Perampasan Aset, Kapan Akan Disahkan?

Berita Terbaru

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Lowongan Kerja

SSCASN 2026 Terbaru: Cek Link Resmi Pendaftaran CPNS dan PPPK

Selasa, 18 Agu 2026 - 22:59 WIB

Polres Barru bersama Badan Pangan Nasional, Bulog, pemerintah daerah, TNI, dan stakeholder terkait mengecek kualitas serta kuantitas.

Internasional

Beras Bantuan di Gudang Bulog Dicek, Ini yang Dipastikan Polisi

Selasa, 18 Agu 2026 - 15:14 WIB