Pesawat Air India jatuh tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Sardar Vallabhbhai Patel di Ahmedabad.
Peristiwa ini terjadi pada Kamis siang, 12 Juni 2025, dan langsung menjadi sorotan internasional karena jumlah korban yang sangat besar.
Sebanyak 242 orang yang berada di dalam pesawat dilaporkan tewas setelah pesawat menghantam kawasan permukiman dan meledak.
Kronologi Tragis Kecelakaan Pesawat Air India di Ahmedabad

Kecelakaan pesawat Air India AI171 menjadi salah satu tragedi penerbangan paling kelam sepanjang tahun 2025.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pesawat jenis Boeing 787-8 Dreamliner dengan registrasi VT-ANB ini dijadwalkan terbang dari Ahmedabad menuju Bandara Gatwick di London.
Namun hanya lima menit setelah mengudara dari landasan pacu 23, pesawat ini jatuh dan meledak di wilayah permukiman Meghani Nagar, menyebabkan kehancuran besar di darat.
Menurut keterangan dari Direktorat Jenderal Penerbangan Sipil (DGCA), pesawat ini diawaki oleh Kapten Sumeet Sabharwal dan Perwira Pertama Clive Kundar.
Keduanya sempat mengirimkan sinyal darurat “mayday” ke menara pengawas lalu lintas udara, namun tidak ada komunikasi lanjutan setelah itu.
Flightradar24 mencatat bahwa pesawat berada di ketinggian 625 kaki saat mengirim sinyal terakhir sebelum hilang dari radar.
DGCA menjelaskan bahwa pesawat itu jatuh di luar perimeter bandara dan langsung mengeluarkan asap hitam pekat dari lokasi kejadian.
Ledakan besar terdengar hingga beberapa kilometer dari lokasi, dan sisa bangkai pesawat hangus terbakar menyisakan bagian ekor.
Jumlah Korban dan Identitas Penumpang Pesawat Air India
Total penumpang dan kru dalam pesawat ini mencapai 242 orang. Rinciannya meliputi 230 penumpang, dua pilot, dan sepuluh awak kabin.
Menurut pernyataan resmi Air India, penumpang terdiri dari 169 warga India, 53 warga Inggris, tujuh warga Portugal, dan satu warga Kanada.
Sayangnya, Kepala Kepolisian Ahmedabad mengonfirmasi bahwa tidak ada korban selamat dari tragedi ini.
Ledakan pascakecelakaan juga menyebabkan korban jiwa di daratan, karena pesawat menabrak bangunan asrama dokter yang saat itu sedang dihuni.
Tanggapan Resmi dan Penyelidikan Boeing Terkait Pesawat Air India
Pasca kecelakaan, Boeing India merilis pernyataan singkat bahwa mereka sedang mengumpulkan informasi mengenai insiden pesawat Air India tersebut.
Pihak DGCA menyatakan penyelidikan awal akan segera dimulai dengan melibatkan tim dari Boeing dan instansi keselamatan penerbangan India.
Tim investigasi akan menyelidiki kemungkinan kerusakan teknis, kesalahan manusia, atau faktor cuaca yang berkontribusi terhadap kecelakaan ini.
Bandara Ahmedabad langsung menghentikan semua penerbangan menyusul jatuhnya pesawat Air India itu.
Kementerian Penerbangan India menyatakan bahwa Perdana Menteri Narendra Modi telah menginstruksikan agar seluruh bantuan darurat dan penyelamatan segera disalurkan ke lokasi.
Sementara itu, Air India telah menyediakan hotline darurat khusus bagi keluarga penumpang, yaitu 1800 5691 444.
Riwayat Penerbangan dan Pengalaman Kru Pesawat Air India
Pesawat Air India AI171 sempat melakukan penerbangan dari Delhi menuju Ahmedabad pada hari yang sama sebelum kecelakaan.
Kru pesawat diketahui memiliki rekam jejak terbang yang cukup panjang.
Kapten Sumeet Sabharwal memiliki total 8.200 jam terbang, sedangkan Perwira Pertama Clive Kundar memiliki pengalaman 1.100 jam terbang.
Keduanya merupakan pilot senior yang telah menjalani pelatihan ketat untuk menerbangkan jenis Boeing 787-8.
Namun, penyelidikan akan memastikan apakah faktor kelelahan atau malfungsi sistem turut mempengaruhi nasib tragis pesawat Air India ini.
Dampak Sosial dan Reaksi Global terhadap Tragedi Pesawat Air India
Kecelakaan pesawat Air India ini mengguncang masyarakat India dan dunia internasional.
Rasa duka mendalam terlihat dari berbagai ucapan belasungkawa dari pemerintah Inggris, Portugal, dan Kanada yang juga kehilangan warga negaranya.
Media internasional seperti AFP, BBC, dan CNN menyoroti besarnya skala tragedi yang terjadi hanya lima menit setelah lepas landas.
Pemerintah India langsung menetapkan hari berkabung nasional, dengan bendera setengah tiang dikibarkan di seluruh instansi pemerintahan.
Ratusan warga berkumpul di sekitar lokasi jatuhnya pesawat Air India untuk memberikan doa bagi para korban.
Tim medis dan relawan bekerja sepanjang malam untuk mengevakuasi jenazah dari puing-puing pesawat yang terbakar.
Duka Mendalam atas Jatuhnya Pesawat Air India
Tragedi jatuhnya pesawat Air India AI171 bukan hanya insiden teknis, melainkan luka kolektif bagi keluarga korban dan masyarakat internasional.
Penyelidikan mendalam diharapkan dapat mengungkap penyebab sebenarnya dari kecelakaan tragis ini.
Sebagai maskapai nasional, kepercayaan publik terhadap Air India kini berada dalam ujian besar pasca kejadian memilukan ini.
Pesawat Air India yang jatuh ini diproduksi pada tahun 2016 dan baru menjalani perawatan besar awal tahun 2025.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






