Redaksiku.com – Suasana Kota Makassar pada Jumat malam berubah mencekam setelah terjadinya insiden kebakaran di gedung DPRD Makassar.
Peristiwa ini bukan hanya sekadar kebakaran biasa, melainkan tragedi yang menyisakan duka mendalam bagi banyak pihak. Data resmi yang dirilis oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar menunjukkan, ada korban jiwa dan juga korban luka akibat insiden tersebut.
Menurut laporan Plt Kepala Pelaksana BPBD Makassar, M Fadli Tahar, tercatat ada tiga orang yang meninggal dunia serta lima orang lainnya mengalami luka-luka dengan kondisi yang beragam, mulai dari luka berat hingga luka sedang. Fakta ini menegaskan bahwa insiden di gedung DPRD Makassar bukan hanya soal kerusakan fisik bangunan, melainkan juga tragedi kemanusiaan.
Korban Meninggal Dunia
Dari tiga korban yang dinyatakan meninggal dunia, dua orang merupakan pria dan satu orang wanita. Data lengkap korban juga dipublikasikan agar masyarakat bisa mengetahui kondisi sebenarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
-
Sarinawat, seorang perempuan berusia 26 tahun, dinyatakan meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju RS Bhayangkara Makassar. Usianya yang masih sangat muda membuat publik semakin merasakan pilu mendalam atas tragedi ini.
-
Syaiful, pria berusia 43 tahun, menghembuskan napas terakhirnya di RS Grestelina setelah sempat mendapat perawatan.
-
Abay, seorang pria, meninggal dunia di lokasi kejadian, tepat di dalam gedung DPRD Makassar.
Ketiganya tercatat sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sedang berada di area gedung ketika kericuhan berujung kebakaran itu terjadi.
Korban Luka Berat dan Ringan
Selain korban meninggal dunia, ada lima orang lainnya yang tercatat mengalami luka-luka akibat peristiwa mengerikan ini. Beberapa di antaranya bahkan harus menjalani perawatan intensif karena kondisi yang cukup parah.
-
Budi Haryadi S, pria berusia 30 tahun, saat ini dalam kondisi koma dan dirujuk ke RS Primaya untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
-
Heriyanto, 28 tahun, mengalami luka berat setelah nekat melompat dari lantai tiga gedung demi menyelamatkan diri. Ia kini mendapat perawatan intensif di RS Grestelina.
-
Sahabuddin, 45 tahun, mengalami nyeri hebat di bagian pinggul karena melompat dari lantai dua gedung saat situasi makin kacau. Saat ini ia dirawat di RS Hermina.
-
Arif Rahman Hakim, pria berusia 28 tahun, juga termasuk dalam daftar korban luka dan saat ini sedang ditangani tim medis di RS Grestelina.
-
Agung Setiawan, pria berusia 32 tahun, ikut dirujuk ke RS Hermina untuk mendapatkan penanganan medis.
Data korban ini menunjukkan betapa seriusnya dampak tragedi kebakaran gedung DPRD Makassar, baik dari sisi jumlah korban maupun tingkat luka yang dialami.
Kronologi Singkat Peristiwa
Insiden bermula ketika terjadi kericuhan di sekitar gedung DPRD Makassar. Situasi yang awalnya hanya berupa aksi massa berubah menjadi chaos, hingga akhirnya gedung terbakar. Api yang menjalar dengan cepat membuat banyak orang yang berada di dalam gedung panik dan berusaha menyelamatkan diri.
Beberapa korban yang mengalami luka berat diketahui mengalami cedera saat berusaha keluar dari gedung dengan cara melompat dari lantai atas. Situasi ini menunjukkan betapa daruratnya kondisi di lokasi kejadian saat api membesar.
Petugas pemadam kebakaran dan aparat keamanan segera dikerahkan ke lokasi. Meski akhirnya api berhasil dipadamkan, nyawa beberapa orang tetap tidak bisa tertolong.
Dampak Sosial dan Psikologis
Peristiwa ini bukan hanya meninggalkan luka fisik bagi para korban, tetapi juga trauma mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat sekitar. Kehilangan tiga ASN sekaligus menjadi duka yang cukup berat bagi lingkungan pemerintahan di Kota Makassar.
Masyarakat sekitar gedung DPRD pun masih shock dengan kejadian tersebut. Banyak saksi mata yang mengaku tidak menyangka kalau aksi massa bisa berakhir seburuk itu hingga merenggut korban jiwa.
Respons Pemerintah dan Aparat
Pemerintah Kota Makassar bersama BPBD, kepolisian, dan rumah sakit terkait terus melakukan koordinasi untuk memberikan bantuan terbaik bagi para korban. BPBD Makassar menegaskan bahwa semua korban luka sedang dalam pengawasan ketat tenaga medis.
Sementara itu, pihak kepolisian juga akan melakukan penyelidikan mendalam terkait penyebab pasti kebakaran, termasuk siapa pihak yang bertanggung jawab atas insiden tragis ini. Tidak menutup kemungkinan, proses hukum akan ditempuh demi memberikan keadilan kepada korban dan keluarga mereka.
Dukungan dari Berbagai Pihak
Setelah berita ini mencuat, dukungan dan ucapan belasungkawa pun berdatangan dari berbagai kalangan. Beberapa tokoh masyarakat Makassar menyampaikan rasa duka cita dan berharap keluarga korban bisa diberi ketabahan menghadapi ujian berat ini.
Selain itu, organisasi kemanusiaan juga mulai bergerak memberikan bantuan, baik dalam bentuk materi maupun pendampingan psikologis bagi keluarga korban. Hal ini penting untuk meringankan beban yang ditinggalkan oleh tragedi tersebut.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






