Redaksiku.com – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia akan menyelenggarakan Tes Kemampuan Akademik (TKA 2025) secara nasional bagi para siswa madrasah dan santri pondok pesantren di seluruh Indonesia.
Ajang ini akan digelar serentak di 9.636 lembaga pendidikan Islam, mencakup madrasah aliyah, madrasah kejuruan, hingga pesantren.
Kebijakan ini disebut sebagai tonggak penting dalam transformasi pendidikan Islam menuju sistem penilaian yang lebih terukur, modern, dan setara dengan sekolah umum.
Langkah Strategis Menuju Sistem Pendidikan Islam Kompetitif
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Amien Suyitno menjelaskan, TKA merupakan instrumen baru yang akan menjadi bagian dari sistem asesmen nasional berbasis kemampuan. Hasil TKA nantinya dapat digunakan sebagai indikator akademik bagi siswa madrasah, termasuk untuk seleksi masuk perguruan tinggi negeri melalui jalur Seleksi Nasional Berbasis Prestasi (SNBP).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
TKA adalah upaya membangun sistem penilaian yang objektif dan terintegrasi. Tes ini tidak hanya mengukur hafalan, tetapi juga kemampuan berpikir analitis, kritis, dan kreatif, ujar Amien saat membuka acara Madrasah Robotics Competition (MRC) 2025 di Atrium Utama Living World, Kota Wisata Cibubur, Sabtu (1/11/2025).
Menurutnya, penyelenggaraan TKA menandai pergeseran paradigma penilaian di madrasah dan pesantren. Jika sebelumnya penilaian cenderung bersifat subjektif atau berbasis ujian internal lembaga, kini sistem evaluasi akan mengandalkan instrumen digital yang terstandardisasi nasional.
TKA Gantikan Pola Ujian Nasional dengan Pendekatan Modern
Amien menegaskan bahwa TKA akan menjadi penerus Ujian Nasional (UN) yang telah dihapus beberapa tahun lalu. Namun, pendekatannya jauh lebih maju dan relevan dengan kebutuhan zaman.
Model UN dulu fokus pada hafalan. Sementara TKA menilai penguasaan konsep dan kemampuan berpikir tingkat tinggi atau higher order thinking skills (HOTS), jelasnya.
Ia menambahkan, sistem ini akan menjadi dasar untuk memetakan kualitas pendidikan Islam secara nasional dan menjadi bukti bahwa madrasah mampu menghasilkan lulusan yang unggul, setara bahkan melampaui sekolah umum.
9.636 Lembaga Siap Gelar TKA Serentak
Sebanyak 9.636 lembaga pendidikan Islam telah memastikan kesiapan untuk melaksanakan ujian serentak tahun ini, dengan rincian sebagai berikut:
-
8.969 Madrasah Aliyah (MA) dengan total 445.184 peserta (191.900 laki-laki dan 253.284 perempuan).
-
5 Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK) dengan 153 peserta.
-
662 Pondok Pesantren dengan 15.288 peserta.
Sebagian besar lembaga akan menyelenggarakan ujian secara mandiri, sementara sebagian lainnya akan menerapkan sistem berbagi sumber daya (source sharing) dengan lembaga sekitar untuk efisiensi perangkat dan jaringan.
Antusiasme madrasah dan pesantren luar biasa tinggi. Ini menandakan semangat kolektif untuk meningkatkan mutu pendidikan Islam dan memastikan keadilan dalam penilaian akademik, ujar Amien.
Ujian Digital Serentak, Simbol Modernisasi Pendidikan Islam
Pelaksanaan TKA 2025 akan dilakukan sepenuhnya secara daring (online). Sistem ujian digital ini menjadi salah satu bentuk nyata digitalisasi pendidikan yang diinisiasi Kemenag.
Digitalisasi asesmen ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga bagian dari pembangunan budaya integritas dan akuntabilitas berbasis teknologi, tegas Amien.
Kemenag memastikan seluruh perangkat, server, dan sistem pengawasan daring telah disiapkan secara maksimal agar proses berjalan lancar di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil.
Jadwal Pelaksanaan TKA 2025
Berdasarkan jadwal resmi Kemenag, Tes Kemampuan Akademik 2025 akan digelar dalam beberapa gelombang, disesuaikan dengan jenjang pendidikan:
-
Jenjang Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Aliyah Kejuruan (MAK):
-
Gelombang I: 3 4 November 2025
-
Gelombang II: 5 6 November 2025
-
-
Pondok Pesantren:
-
8 9 November 2025
-
Setiap hari ujian akan dibagi menjadi tiga sesi, dengan mata pelajaran utama Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, serta dua mata pelajaran pilihan sesuai jurusan peserta.
Sinkronisasi Sistem: Tahap Krusial Sebelum Ujian
Untuk memastikan kesiapan teknis, Kemenag bersama Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menggelar Sinkronisasi Data dan Sistem Pelaksanaan TKA 2025.
Sinkronisasi ini mencakup seluruh jenjang pendidikan setara SMA/SMK/MA/MAK/Paket C/PKPPS Ulya. Tujuannya memastikan bank soal, jaringan internet, dan server pusat berfungsi optimal saat hari pelaksanaan.
Proses sinkronisasi berlangsung secara nasional:
-
Sabtu, 1 November 2025: Pukul 08.00 23.59 WIB
-
Minggu, 2 November 2025: Pukul 08.00 23.59 WIB
Langkah ini menjadi fase vital untuk memastikan seluruh sistem terhubung dan berjalan tanpa kendala pada hari H, jelas Amien.
Bukan Sekadar Ujian, Tapi Reformasi Penilaian Nasional
Dirjen Pendidikan Islam menegaskan bahwa TKA bukan sekadar ujian akademik, melainkan bagian dari reformasi sistem penilaian nasional berbasis data.
TKA memungkinkan pemetaan kualitas pendidikan Islam secara objektif. Setiap siswa dinilai dengan standar nasional yang sama, tanpa subjektivitas lembaga, katanya.
Ia menekankan bahwa hasil tes akan menjadi dasar dalam meningkatkan mutu pendidikan, sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap sistem madrasah dan pesantren.
TKA bukan hanya soal nilai, tapi tentang keadilan, masa depan anak-anak madrasah, dan reputasi pendidikan Islam di mata bangsa, tegasnya.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






