Redaksiku.com – Kasus panas antara Sahara, pemilik rental mobil asal Malang, dan Imam Muslimin atau yang akrab disapa Yai Mim, kembali bikin heboh publik.
Setelah sebelumnya viral karena perselisihan soal lahan dan tudingan pencemaran nama baik, kini konflik mereka naik ke babak baru.
Sahara, didampingi oleh tim kuasa hukumnya, resmi melaporkan Yai Mim atas dugaan pelecehan seksual ke Polresta Malang Kota pada Rabu (8/10/2025).
Langkah hukum ini sontak jadi sorotan besar di media sosial, terutama karena kasus keduanya sudah lebih dulu menarik perhatian publik sejak awal pertikaian mereka viral beberapa minggu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Momen Sahara Datangi Polresta Malang
Dalam video yang beredar di berbagai platform seperti Facebook, Instagram, dan TikTok, terlihat Sahara datang ke Polresta Malang Kota bersama kuasa hukumnya.
Mereka sempat berhenti sejenak di depan kantor polisi untuk memberikan keterangan kepada awak media yang sudah menunggu.
Hari ini kami datang untuk melaporkan yang bersangkutan berkaitan dengan dugaan pelecehan seksual, ujar kuasa hukum Sahara di hadapan wartawan.
Ia menegaskan bahwa laporan kali ini berbeda dari laporan sebelumnya yang fokus pada pencemaran nama baik dan fitnah.
Kalau kemarin itu soal pencemaran nama baik dan fitnah, hari ini kami datang membawa laporan baru yaitu pelecehan seksual, tegasnya.
Laporan Baru dengan Bukti Pendukung
Meski belum membeberkan secara rinci bukti apa saja yang dibawa, pihak kuasa hukum memastikan bahwa laporan ini disertai dengan dokumen dan barang bukti yang cukup kuat untuk diproses oleh penyidik.
Kami tentu datang ke sini tidak dengan tangan kosong. Kami membawa bukti pendukung. Kalau tidak, sama saja mempermalukan diri sendiri. Tapi untuk detailnya biar penyidik yang menjelaskan, ujarnya menegaskan.
Bukti-bukti tersebut, menurut sumber internal, kemungkinan mencakup rekaman percakapan, tangkapan layar, serta keterangan saksi-saksi yang dinilai relevan dengan kasus. Namun hingga kini, polisi belum memberikan pernyataan resmi mengenai isi laporan maupun jenis bukti yang telah diterima.

Tanggapan Soal Laporan Balik dari Yai Mim
Menariknya, di tengah langkah hukum Sahara ini, pihak Yai Mim juga disebut telah menyiapkan laporan balik.
Laporan tersebut kabarnya mencakup tudingan penistaan agama dan persekusi yang dilakukan terhadap dirinya.
Namun, saat dimintai tanggapan terkait laporan tersebut, kuasa hukum Sahara mengaku belum mendapat informasi resmi.
Saya baru dengar dari teman-teman media soal penistaan agama itu. Jadi saya belum bisa berkomentar banyak, ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pihaknya ingin fokus terlebih dahulu pada laporan utama yang diajukan hari ini.
Kami tidak mau berpolemik terlalu jauh. Fokus kami adalah menyelesaikan kasus sesuai jalur hukum yang berlaku, tegasnya.
Ingin Malang Tetap Kondusif
Kuasa hukum Sahara juga menegaskan bahwa laporan ini tidak dimaksudkan untuk memperkeruh suasana atau memperuncing konflik.
Menurutnya, langkah hukum yang diambil murni untuk menegakkan keadilan dan menjaga kondusivitas di Kota Malang.
Kami tidak mau kasus ini melebar ke mana-mana. Prinsipnya, urusan kami hanya dengan Pak Mim. Kami ingin Malang tetap adem, damai, dan kondusif, ucapnya.
Ia juga mengingatkan publik agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas sumbernya.
Banyak potongan video dan narasi di media sosial yang tidak utuh. Jadi, biarkan proses hukum berjalan supaya semuanya terang-benderang, tambahnya.
Kronologi Singkat Konflik Sahara dan Yai Mim
Kasus ini bermula dari perselisihan antara Sahara dan Yai Mim yang sempat viral di media sosial beberapa minggu lalu.
Awalnya, konflik dipicu oleh masalah akses jalan dan batas tanah di lingkungan perumahan Joyogrand, Malang.
Perselisihan yang tadinya hanya soal properti kemudian melebar jadi perdebatan personal dan tudingan serius, termasuk dugaan pelecehan serta pencemaran nama baik.
Keduanya saling melayangkan laporan hukum dan sama-sama mengaku menjadi pihak yang dirugikan.
Yai Mim, yang dikenal sebagai tokoh agama sekaligus mantan dosen UIN Malang, sempat mendapat dukungan publik, terutama setelah beberapa influencer dan figur publik seperti Aviwkila ikut menyoroti kasus ini.
Namun di sisi lain, Sahara juga memperoleh simpati setelah tampil di beberapa wawancara dan podcast, termasuk bersama Denny Sumargo, di mana ia menyampaikan permintaan maaf terbuka.
Kini, dengan munculnya laporan baru terkait dugaan pelecehan, kasus ini pun kembali memanas dan mencuri perhatian publik.
Proses Hukum Berlanjut ke Tahap Penyidikan
Sementara itu, penyidik Polresta Malang Kota dikabarkan sudah mulai memproses laporan tersebut.
Tahapan selanjutnya adalah pemeriksaan saksi dan verifikasi bukti.
Laporan sudah kami terima dan akan kami tindak lanjuti sesuai prosedur. Semua pihak akan kami panggil untuk dimintai keterangan, ujar salah satu sumber dari Polresta Malang yang enggan disebutkan namanya.
Polisi juga berjanji akan menangani kasus ini secara profesional dan transparan, mengingat tingginya perhatian publik terhadap peristiwa ini.
Tidak ada yang diistimewakan. Semua akan kami proses sesuai ketentuan hukum, katanya.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






