Redaksiku.com – Figma, platform desain kolaboratif populer, mengalami lonjakan harga saham hingga 7% pada 6 September 2025, setelah CEO OpenAI, Sam Altman, memamerkan integrasi terbaru antara ChatGPT dan Figma di acara tahunan OpenAI DevDay 2025 di San Francisco.
Kabar ini langsung menjadi topik panas di kalangan desainer, pengembang, hingga investor. Integrasi tersebut dianggap sebagai langkah besar dalam masa depan kolaborasi desain dan kecerdasan buatan (AI), membuka peluang baru bagi pengguna untuk menciptakan desain lebih cepat, intuitif, dan efisien cukup lewat percakapan di ChatGPT!
Integrasi ChatGPT dan Figma: Desain Langsung dari Chat
Dalam presentasinya, Sam Altman mendemonstrasikan bagaimana pengguna bisa langsung menjalankan tugas desain Figma melalui ChatGPT tanpa harus membuka aplikasi Figma secara terpisah.
Melalui OpenAI Apps SDK, ChatGPT kini dapat menjalankan perintah untuk membuat desain sederhana, mengubah sketsa menjadi diagram digital, hingga memodifikasi tata letak berdasarkan permintaan pengguna.
Kamu bisa cukup bilang ˜ubah sketsa ini jadi wireframe aplikasi mobile,™ dan ChatGPT akan melakukannya langsung di Figma, ujar Altman saat sesi demo, yang disambut tepuk tangan meriah dari peserta DevDay.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan integrasi ini, ChatGPT bukan hanya berfungsi sebagai asisten menulis atau coding, tetapi kini berperan aktif sebagai co-designer digital.
Kolaborasi Inovatif: AI dan Desainer di Satu Tempat
Figma memang dikenal sebagai alat desain berbasis kolaborasi yang sangat populer di kalangan kreator digital. Dengan integrasi ChatGPT, kini workflow tim desain menjadi lebih seamless.
Misalnya, seorang desainer bisa meminta ChatGPT untuk buat layout halaman landing produk dengan gaya minimalis, dan ChatGPT akan langsung membuat draft di kanvas Figma.
Tak berhenti di situ, integrasi ini juga memungkinkan AI membantu proses brainstorming desain di FigJam, platform papan ide milik Figma.
Menurut OpenAI, pengguna dapat meluncurkan FigJam langsung dari ChatGPT untuk terus mengembangkan ide visual, membuat mindmap, atau mendesain alur pengguna tanpa harus berpindah platform.

Figma Rencanakan Ekosistem Terbuka untuk Developer
Selain fitur utama yang diumumkan, OpenAI juga mengonfirmasi bahwa developer akan bisa mengajukan aplikasi pihak ketiga yang kompatibel dengan integrasi ChatGPT-Figma mulai akhir 2025.
Artinya, dalam waktu dekat, ekosistem desain digital akan semakin terbuka dan fleksibel. Pengembang dapat menciptakan plugin atau tools baru untuk meningkatkan pengalaman pengguna mulai dari generator ikon otomatis hingga sistem analitik desain berbasis AI.
Hal ini sejalan dengan visi Figma yang ingin membangun lingkungan kreatif yang lebih terbuka, adaptif, dan kolaboratif.
Kami ingin ChatGPT menjadi bagian alami dari proses desain, bukan sekadar alat tambahan. Integrasi ini memberi ruang bagi AI untuk ikut berkontribusi dalam kreativitas manusia, ujar Luke Zhang, Product Manager Figma, dalam wawancaranya dengan TechCrunch.
Zhang juga menambahkan bahwa ChatGPT dapat merekomendasikan Figma secara otomatis jika mendeteksi percakapan pengguna yang berkaitan dengan desain atau pembuatan prototipe.
Misalnya, ketika pengguna ChatGPT menulis aku ingin membuat mockup aplikasi, sistem akan langsung menyarankan penggunaan Figma bahkan menawarkan template awal.
Lonjakan Saham Figma: Terbesar Sejak IPO
Reaksi pasar terhadap pengumuman ini sangat positif. Saham Figma di NYSE melonjak 7%, menandai kenaikan terbesar sejak perusahaan itu melakukan debut IPO pada Juli 2025.
Investor menilai bahwa integrasi dengan ChatGPT menjadi titik balik penting bagi Figma dalam memperluas potensi monetisasi dan memperkuat posisinya di pasar desain global yang semakin kompetitif.
Para analis Wall Street menilai langkah Figma ini strategis, terutama di tengah tren peningkatan penggunaan AI di berbagai industri kreatif.
Integrasi ini bukan cuma fitur tambahan, tapi evolusi alami bagi ekosistem Figma untuk bertahan dan berkembang di era desain berbasis AI, ujar seorang analis teknologi dari Bloomberg Intelligence.
Sinergi AI dan Desain: Masa Depan Kolaborasi Digital
Kolaborasi antara Figma dan OpenAI ini bukan sekadar penggabungan dua platform besar, tetapi simbol dari era baru dalam dunia desain.
Kini, desainer tidak hanya mengandalkan kreativitas manusia, tetapi juga asisten AI yang bisa berpikir, beradaptasi, dan membantu mengoptimalkan hasil kerja.
Dengan adanya integrasi ChatGPT, proses yang dulunya membutuhkan banyak waktu seperti menyusun ide, merancang layout, dan mengoreksi desain bisa dilakukan hanya dalam hitungan menit.
Bagi banyak pelaku industri kreatif, ini adalah terobosan yang mengubah cara kerja tim desain dan pengembang produk digital.
Potensi Monetisasi Baru
Selain kemudahan teknis, integrasi ini juga membuka peluang bisnis baru bagi Figma dan OpenAI.
OpenAI menyebut bahwa akan ada fitur monetisasi tambahan untuk integrasi pihak ketiga. Artinya, pengembang dan kreator plugin bisa mendapatkan keuntungan finansial dari tools yang mereka buat di dalam ekosistem Figma x ChatGPT.
Langkah ini mirip dengan strategi Apple App Store atau Google Play, di mana pengembang independen bisa berkontribusi sekaligus memperoleh pendapatan dari inovasi mereka.
Banyak pihak percaya model bisnis seperti ini akan memperkuat komunitas desain global, karena menciptakan ekosistem yang saling mendukung antara pengguna, pengembang, dan perusahaan teknologi.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






