Review Film Demon Slayer: Infinity Castle Pertarungan Epik dalam Dunia Iblis
Film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba The Movie: Infinity Castle menjadi salah satu rilisan anime paling ditunggu tahun 2025.
Sebagai kelanjutan langsung dari seri anime sebelumnya, film ini membawa penonton pada babak klimaks kisah pertempuran melawan Muzan Kibutsuji, Raja Iblis yang selama ini menjadi pusat konflik utama.
Sejak diumumkan akan hadir di layar lebar, hype film ini sudah terasa di berbagai belahan dunia, termasuk Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Penayangannya di Jepang langsung pecah rekor, bahkan berhasil menyaingi film-film box office global.
Di Indonesia, film ini dijadwalkan tayang mulai 15 Agustus 2025 di jaringan bioskop besar dengan format reguler, IMAX, hingga Dolby Cinema.
Kehadiran format tersebut menjadi daya tarik tambahan, karena pengalaman sinematik Demon Slayer memang paling terasa jika ditonton di layar besar.
Kesuksesan Box Office yang Fenomenal
Tidak bisa dipungkiri, nama besar Demon Slayer sudah menjadi jaminan kesuksesan di box office.
Pada hari pertama perilisannya di Jepang, Demon Slayer Infinity Castle mencatatkan pendapatan sekitar ¥1,7 miliar atau setara Rp 177 miliar.
Dalam empat hari saja, film ini berhasil meraup lebih dari ¥5,5 miliar dari penjualan tiket.
Angka ini terus meningkat dengan cepat. Dalam dua pekan penayangan, total pendapatan sudah menyentuh ¥12,8 miliar atau sekitar Rp 1,4 triliun.
Puncaknya, dalam waktu 25 hari, film ini berhasil mengumpulkan lebih dari ¥22 miliar (Rp 2,4 triliun).
Angka tersebut menjadikannya salah satu film anime terlaris sepanjang masa di Jepang, sekaligus mengalahkan rekor One Piece Film: Red.
Pencapaian ini tidak hanya menunjukkan popularitas franchise Kimetsu no Yaiba, tetapi juga membuktikan bahwa kisah Tanjiro dan kawan-kawan masih memiliki tempat istimewa di hati para penggemar anime.
Cerita Infinity Castle yang Penuh Ketegangan
Cerita Demon Slayer Infinity Castle dimulai ketika Tanjiro Kamado, Nezuko, bersama para Hashira masuk ke dalam kastil tak terbatas yang dikuasai Muzan Kibutsuji.
Kastil ini bukan sekadar markas, melainkan labirin besar yang terus berubah bentuk, memberikan kesan mencekam sekaligus menantang bagi siapa saja yang masuk.
Di dalam kastil inilah pertempuran klimaks terjadi. Penonton disuguhi duel intens antara para pembasmi iblis melawan iblis tingkat atas (Upper Moon).
Beberapa adegan pertarungan yang paling ditunggu antara lain:
- Tanjiro & Giyu vs Akaza, pertempuran yang memperlihatkan kekuatan dan tekad untuk melawan iblis tangan kanan Muzan.
- Shinobu vs Doma, duel tragis yang memperlihatkan pengorbanan seorang Hashira demi melawan iblis dengan kekuatan mengerikan.
- Zenitsu vs Kaigaku, pertempuran penuh emosi antara dua murid yang dulu berlatih di bawah guru yang sama.
- Muichiro Tokito vs Kokushibo, pertarungan penuh pengorbanan melawan iblis Upper Moon paling kuat yang pernah ada.
Kekuatan film ini tidak hanya terletak pada adegan aksi yang menegangkan, tetapi juga pada sisi emosional karakter.
Banyak momen kilas balik yang memperdalam cerita dan membuat penonton semakin memahami alasan di balik setiap keputusan serta pengorbanan para Hashira.
Visual dan Animasi Kelas Dunia
Studio Ufotable kembali membuktikan reputasinya sebagai salah satu studio anime terbaik di dunia.
Animasi yang ditampilkan dalam Infinity Castle benar-benar menakjubkan.
Detail kastil yang selalu berubah, pencahayaan dramatis, hingga efek jurus pernapasan yang penuh warna membuat setiap adegan terasa hidup.
Penggunaan teknologi visual modern juga membuat film ini terasa sinematik.
Gerakan kamera yang dinamis, perpaduan CGI dengan animasi 2D yang mulus, serta koreografi pertarungan yang epik menjadikan film ini layak disebut sebagai salah satu anime dengan kualitas visual terbaik sepanjang masa.
Menonton di layar IMAX akan membuat penonton benar-benar merasakan atmosfer pertempuran yang intens.
Musik dan Soundtrack yang Menyentuh
Tidak lengkap rasanya jika membahas Demon Slayer tanpa menyebutkan soundtrack-nya.
Untuk film ini, komposer Yuki Kajiura dan Go Shiina kembali menghadirkan musik yang memukau. Perpaduan instrumen orkestra dengan nuansa tradisional Jepang menghasilkan suasana dramatis yang sempurna.
Lagu tema yang dinyanyikan oleh Aimer dan LiSA juga memberikan kekuatan emosional pada film ini.
Dari adegan pertempuran hingga momen pengorbanan, musik mampu memperkuat perasaan penonton sehingga lebih larut dalam cerita.
Kelebihan dan Kekurangan Film
Seperti karya besar lainnya, Demon Slayer Infinity Castle memiliki sejumlah kelebihan dan sedikit kekurangan.
Kelebihan:
- Animasi spektakuler dengan detail luar biasa.
- Pertarungan epik yang penuh strategi dan emosi.
- Pengembangan karakter yang lebih mendalam, terutama Hashira.
- Soundtrack kuat yang memperkuat atmosfer film.
Kekurangan:
- Durasi yang panjang (sekitar 2 jam 35 menit) membuat beberapa penonton merasa lelah.
- Banyak kilas balik yang terkadang memperlambat ritme cerita.
Meski begitu, kekurangan tersebut tidak mengurangi kualitas keseluruhan film. Justru memberikan ruang bagi penonton untuk lebih memahami latar belakang dan motivasi setiap karakter.
Halaman : 1 2 Selanjutnya






