Ledakan petasan yang terjadi di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang, telah mengakibatkan dua korban menderita luka bakar serius.
Insiden yang terjadi pada malam Idul Fitri ini menunjukkan betapa bahayanya membuat petasan secara mandiri.
Meskipun hanya direncanakan untuk dimainkan sendiri, kejadian tragis ini memberikan peringatan bagi masyarakat tentang potensi risiko dari petasan yang sering dianggap sepele.
Penyebab Ledakan Petasan di Malang

Menurut hasil penyelidikan kepolisian, ledakan yang terjadi pada 31 Maret 2025 itu berasal dari pembuatan mercon oleh dua korban, A (19) dan seorang anak berusia 12 tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua korban ini mencoba membuatnya menggunakan bahan-bahan yang dibeli dari toko sekitar lokasi kejadian.
Petasan yang mereka buat awalnya tidak padat, namun untuk memadatkannya, mereka menggunakan obeng dan palu, yang akhirnya menyebabkan ledakan besar.
Meski mereka berniat untuk memainkan mercon tersebut sendiri, ledakan yang terjadi sangat kuat dan mengakibatkan luka bakar serius di bagian wajah, kaki, dan tangan korban.
Hasil pemeriksaan medis menyatakan bahwa kedua korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen dari tubuh mereka, yang mengharuskan mereka menjalani operasi pembersihan untuk mencegah infeksi.
Petasan yang Dibuat Tanpa Pengetahuan yang Memadai Berbahaya
Proses pembuatan petasan yang dilakukan oleh korban sangat membahayakan. Mereka mencoba mengikuti tutorial yang ditemukan di YouTube tanpa memperhitungkan risiko yang ada.
Menurut keterangan korban, mereka mulai membuat petasan dengan ukuran kecil dan rencananya akan dimainkan keesokan harinya.
Sayangnya, petasan kedelapan yang mereka buat meledak saat masih dalam proses pembuatan, menyebabkan luka bakar yang sangat parah.
Kasus ini menjadi contoh nyata bahwa membuat petasan tanpa pengetahuan yang memadai sangat berisiko.
Tanpa pemahaman yang cukup tentang bahan-bahan yang digunakan dan cara pembuatan yang benar, ledakan petasan bisa terjadi kapan saja, bahkan dengan kerusakan yang lebih fatal.
Karena itu, sangat penting bagi masyarakat untuk menyadari bahaya yang tersembunyi dalam pembuatan petasan secara mandiri.
Dampak Psikologis dan Sosial pada Korban
Selain dampak fisik yang ditimbulkan akibat luka bakar, kejadian ini juga memberikan dampak psikologis pada korban dan keluarga mereka.
Luka bakar yang serius tentu memerlukan perawatan intensif dan waktu pemulihan yang panjang. Ditambah dengan kemungkinan adanya komplikasi medis, korban harus menjalani pengawasan ketat agar infeksi tidak terjadi.
Selain itu, keluarga korban juga harus menghadapi kesulitan dalam biaya perawatan, mengingat pengobatan luka bakar membutuhkan biaya yang tidak sedikit.
Kejadian ini tidak hanya merusak fisik korban, tetapi juga mengganggu kesejahteraan mental dan ekonomi mereka.
Beberapa dari mereka mungkin harus berhenti bekerja atau menjalani perawatan jangka panjang, yang tentunya mempengaruhi kehidupan sehari-hari.
Pola Penggunaan yang Perlu Dihindari untuk Mengurangi Risiko
Untuk menghindari kejadian serupa di masa depan, sangat penting bagi masyarakat untuk memahami risiko penggunaannya yang dibuat secara mandiri.
Dalam kasus ini, petasan yang meledak di rumah korban jelas menunjukkan bahwa petasan bukanlah mainan yang dapat dianggap enteng.
Selain itu, penting untuk diingat bahwa pembuatan mercon tanpa keahlian dan peralatan yang tepat sangat berbahaya.
Pihak berwenang juga perlu lebih tegas dalam mengawasi peredaran bahan baku mercon dan memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama kalangan remaja, tentang bahaya pembuatan dan penggunaan petasan ilegal.
Selain itu, pengawasan terhadap konten yang beredar di platform seperti YouTube perlu lebih ditingkatkan agar tutorial yang berbahaya dapat segera dihapus.
Pemerintah perlu memainkan peran penting dalam mengawasi peredaran bahan-bahan yang berbahaya.
Tindakan preventif seperti pembatasan penjualan bahan untuk membuat mercon dan penegakan hukum yang lebih ketat dapat membantu mengurangi risiko insiden serupa.
Selain itu, penting bagi masyarakat untuk diberikan pemahaman tentang bahaya yang ditimbulkan dari pembuatan atau penggunaan barang-barang ilegal.
Sebagai langkah preventif, pihak berwenang juga dapat melakukan edukasi di sekolah-sekolah dan komunitas tentang keselamatan dalam menggunakan barang-barang yang berpotensi berbahaya.
Masyarakat perlu mengetahui bahwa meskipun sering kali digunakan dalam perayaan, risiko yang ditimbulkan dari bahan ini jauh lebih besar dari hiburan yang diberikan.
Dengan demikian, ledakan yang terjadi di Malang ini memberikan peringatan bagi kita semua untuk lebih berhati-hati dan memperhatikan keselamatan dalam menggunakan atau membuat petasan.
Kejadian ini bisa jadi pelajaran untuk lebih bijak dalam memilih aktivitas hiburan yang aman, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Pihak berwenang perlu meningkatkan upaya pengawasan dan edukasi agar masyarakat tidak lagi mengabaikan bahaya yang bisa ditimbulkan oleh bahan berbahaya ini.***
Halaman : 1 2 Selanjutnya






