Redaksiku.com – Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah, Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan sebenar-benarnya takwa, yaitu menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
Karena hanya dengan takwa, kita akan selamat di dunia maupun di akhirat.
Dalam kesempatan khutbah Jumat yang mulia ini, khatib ingin mengangkat tema yang sangat relevan dalam kehidupan kita sehari-hari, yaitu menjaga lisan di era digital.
Saudara-saudaraku yang dirahmati Allah,
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lisan adalah salah satu anggota tubuh yang kecil, namun dampaknya sangat besar. Dari lisan bisa lahir kebaikan besar, tetapi juga bisa keluar kebinasaan.

Rasulullah SAW bersabda:
Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.
(HR. Bukhari dan Muslim)
Hadis ini mengingatkan kita betapa besar tanggung jawab kita terhadap apa yang kita ucapkan.
Di era media sosial seperti sekarang, lisan tidak hanya keluar melalui mulut, tetapi juga lewat jari-jari kita. Cuitan di Twitter, komentar di Instagram, status WhatsApp, hingga video di TikToksemuanya bisa dihitung sebagai ucapan kita.
Betapa banyak orang hari ini terjatuh dalam dosa karena lisan digital: menyebar berita bohong (hoaks), ghibah, fitnah, adu domba, bahkan hujatan dan ujaran kebencian. Padahal semua itu akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat kelak.
Allah SWT berfirman dalam surah Qaf ayat 18:
Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya, melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).
Artinya, semua yang kita ucapkan, baik di dunia nyata maupun di media sosial, semuanya dicatat. Maka janganlah kita meremehkan setiap tulisan dan perkataan kita, sebab akan menjadi saksi di hadapan Allah SWT.
Ma™asyiral Muslimin Rahimakumullah,
Marilah kita merenungkan sejenak. Sudahkah lisan kita digunakan untuk hal-hal yang diridhai Allah? Ataukah justru sering menyakiti orang lain?
Bayangkan jika selama bertahun-tahun hidup kita, yang lebih banyak keluar dari lisan dan tangan kita adalah ucapan yang menyakitkan, tulisan yang menyesatkan, komentar yang merendahkan, atau share yang penuh kebencian. Na™udzubillahi min dzalik.
Rasulullah SAW bersabda:
Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan satu kata yang Allah ridai, yang ia sendiri menganggapnya sepele, namun dengan itu Allah mengangkat derajatnya. Dan seorang hamba mengucapkan satu kata yang dimurkai Allah, yang ia tidak menyangka akan membahayakannya, namun dengan itu ia terjerumus ke dalam neraka.
(HR. Bukhari)
Jamaah yang dirahmati Allah,
Mari kita jadikan lisan kita sebagai jalan menuju surga, bukan jalan ke neraka. Gunakan lisan untuk berdzikir, membaca Al-Qur™an, memberi nasihat, dan menyebarkan kebaikan. Termasuk di media sosialsebarkan ilmu yang bermanfaat, kata-kata yang menenangkan, dan berita yang benar.
Ingatlah, zaman sekarang bukan hanya amal perbuatan fisik yang diperhitungkan, tapi juga jejak digital kita. Maka bersihkan media sosial kita dari hal-hal yang sia-sia, atau bahkan berdosa. Jadilah pribadi Muslim yang bijak dalam berkata-kata, baik secara langsung maupun melalui jari-jemari kita.
Sebagai penutup khutbah ini, marilah kita memperbanyak doa kepada Allah agar diberi kemampuan menjaga lisan dan hati kita dari hal-hal yang sia-sia dan merusak.
اللَّهÙمَّ Ø£ÙŽØµÙ’Ù„ÙØÙ’ لَنَا Ù„ÙØ³ÙŽØ§Ù†ÙŽÙ†ÙŽØ§ØŒ ÙˆÙŽÙ‚ÙŽÙ†Ù‘ÙØ¹Ù’نَا Ø¨ÙØ§Ù„Ù’ØÙŽÙ‚Ù‘ÙØŒ ÙˆÙŽØ¬ÙŽÙ†Ù‘ÙØ¨Ù’نَا الْبَاطÙÙ„ÙŽØŒ وَاجْعَلْ ÙƒÙŽÙ„ÙمَاتÙنَا Ù†Ùورًا ÙÙÙŠ الظّÙÙ„ÙÙ…ÙŽØ§ØªÙØŒ آمÙيْن
Semoga khutbah ini menjadi pengingat bagi kita semua. Aamiin ya Rabbal ™Alamiin.
œï¸ Rangkuman Nilai Khutbah:
- Pentingnya menjaga lisan dan ucapan, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
- Ancaman akibat lisan yang tak terkendali: dosa ghibah, fitnah, hoaks.
- Dorongan untuk menyebar kebaikan dan berhati-hati dalam berkata.
- Hadis dan ayat Qur™an yang memperkuat ajakan untuk bertutur yang baik.
Follow Sosial Media Redaksiku : Facebook, Instagram, Tiktok, X, Youtube, Pinterest
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai sumber






