Redaksiku.com – Nama Ratu Tisha Destria tidak asing lagi di telinga para pecinta sepak bola Indonesia.
Sosok perempuan kelahiran Jakarta, 30 Desember 1985 ini dikenal sebagai salah satu tokoh perempuan yang berhasil menorehkan prestasi di dunia olahraga yang didominasi laki-laki.
Dengan latar belakang akademik mumpuni serta kecintaan besar terhadap sepak bola, Ratu Tisha menjelma menjadi figur penting dalam perjalanan sepak bola nasional.
Awal Ketertarikan pada Sepak Bola
Ratu Tisha mulai akrab dengan sepak bola sejak masa SMA. Ia pernah menjadi manajer tim sepak bola di SMA Negeri 8 Jakarta, sebuah pengalaman yang membuatnya semakin jatuh cinta pada olahraga ini. Kecintaan itu tidak berhenti meski ia kemudian menempuh pendidikan tinggi di jurusan Matematika, Institut Teknologi Bandung (ITB). Saat banyak orang menganggap sepak bola hanya sekadar hobi, Tisha justru melihatnya sebagai jalan hidup.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Setelah menyelesaikan studi di ITB, Tisha sempat berkarier di perusahaan pengeboran minyak. Namun, panggilan hatinya pada dunia sepak bola membuat ia mengambil keputusan besar untuk melanjutkan pendidikan lewat jalur beasiswa prestisius FIFA Master pada 2013.
Pendidikan dan Pengalaman Internasional
FIFA Master adalah program setara S2 yang berfokus pada manajemen, hukum, dan humaniora olahraga. Program ini digelar di tiga universitas berbeda: SDA Bocconi School of Management di Italia untuk bidang manajemen, Université de Neuchâtel di Swiss untuk bidang hukum, serta De Montfort University di Inggris untuk bidang humaniora.
Melalui pengalaman internasional itu, Tisha bertemu dengan banyak tokoh penting dunia sepak bola. Salah satunya adalah Fatma Samoura, perempuan pertama yang menjabat Sekretaris Jenderal FIFA pada 20162023. Jaringan luas dan ilmu yang ia peroleh di Eropa kemudian menjadi modal berharga ketika ia kembali ke Tanah Air.
Karier Awal di Sepak Bola Nasional
Sekembalinya ke Indonesia, Ratu Tisha langsung dipercaya mengemban tanggung jawab besar. Pada 2016, ia ditunjuk sebagai Direktur Kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC), kompetisi yang lahir untuk mengisi kekosongan setelah sepak bola Indonesia dibekukan FIFA pada 2015. Meski hanya berjalan setahun, ISC menjadi momentum penting yang menandai kembalinya atmosfer kompetisi di Tanah Air.
Pada 2017, Tisha dipercaya sebagai Direktur Kompetisi dan Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB). Namun, kariernya berputar lebih cepat dari yang dibayangkan. Tak sampai setahun, ia terpilih sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI pada Mei 2017, sekaligus menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi strategis tersebut.
Menjadi Sekjen PSSI dan Wakil Presiden AFF
Jabatan Sekjen PSSI membawa Tisha pada berbagai keputusan besar. Ia bahkan dipercaya menjadi Wakil Presiden Federasi Sepak Bola ASEAN (AFF) pada 2019. Namun, perjalanan ini tidak berlangsung lama. Pada April 2020, Tisha mengundurkan diri dari posisinya di PSSI. Meski demikian, kiprahnya tidak berhenti. Tiga tahun kemudian, ia kembali ke struktur PSSI sebagai Wakil Ketua Umum periode 20232027.
Peran Krusial: Datangkan Shin Tae-yong
Salah satu kontribusi terbesar Ratu Tisha di sepak bola Indonesia adalah keberhasilannya membawa Shin Tae-yong sebagai pelatih Timnas Indonesia. Melalui jaringan dengan Asosiasi Sepak Bola Korea (KFA), Tisha berhasil menjalin komunikasi dengan Shin. Pertemuan pertama terjadi di Malaysia pada November 2019, bertepatan dengan laga kualifikasi Piala Dunia antara Indonesia dan Malaysia.
Hasilnya, pada 28 Desember 2019, Shin Tae-yong resmi diperkenalkan sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia. Langkah ini terbukti tepat. Meski belum meraih gelar juara, Shin berhasil meningkatkan kualitas Garuda dengan membawa tim menjadi runner-up Piala AFF 2020 dan 2023, peraih medali perunggu SEA Games 2021, serta mendongkrak peringkat FIFA dari posisi 173 ke 125 hanya dalam empat tahun.
Perjuangan dalam Ajang Internasional
Selain mendatangkan Shin Tae-yong, Tisha juga punya peran besar dalam membawa Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20. Ia mempresentasikan kesiapan Indonesia dalam FIFA Council Meeting di Shanghai pada Oktober 2019. Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya menunjuk Indonesia sebagai tuan rumah ajang bergengsi itu, meskipun pelaksanaannya mundur ke 2023 akibat pandemi Covid-19.
Profil Singkat Ratu Tisha
-
Nama Lengkap: Ratu Tisha Destria
-
Tempat, Tanggal Lahir: Jakarta, 30 Desember 1985
-
Zodiak: Capricorn
-
Agama: Islam
-
Orang Tua: Tubagus Adhe Hidayat dan Venia Maharani
-
Pendidikan: S1 Matematika ITB, FIFA Master (Italia, Swiss, Inggris)
-
Media Sosial: Instagram @ratu.tisha
Meski tidak banyak informasi mengenai kehidupan pribadinya, Tisha dikenal sebagai sosok yang fokus pada karier dan kontribusi di sepak bola.
Isu Gaji dan Jabatan Lain
Meski jabatan Sekjen PSSI merupakan posisi bergaji, angka pasti penghasilan Ratu Tisha tidak pernah dipublikasikan. Selain dari PSSI, ia disebut juga memiliki peran di luar organisasi sepak bola, seperti menjabat Komisaris di Perserang Serang dan Komisaris Independen di Electronic City.
Penulis : Redaksiku
Editor : Redaksiku
Sumber Berita: Berbagai Sumber
Halaman : 1 2 Selanjutnya






