Prof Fu Zhonghua Latih 50 Praktisi Kesehatan Teknik FSN di Surabaya

- Penulis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 07:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prof Fu Zhonghua memberikan pelatihan teknik FSN kepada 50 praktisi kesehatan di Surabaya

Prof. Fu Zhonghua melatih 50 praktisi kesehatan Indonesia teknik Fu Subcutaneous Needling di Surabaya.

Redaksiku.com – Surabaya menjadi pusat pengembangan teknik medis inovatif melalui kehadiran langsung penemu metode Fu Subcutaneous Needling (FSN), Prof. Fu Zhonghua, pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Bertempat di PrimeBiz Hotel Surabaya, pakar asal Tiongkok tersebut memimpin pelatihan intensif yang diikuti oleh 50 praktisi kesehatan dari berbagai wilayah di Indonesia untuk mendalami teknik penanganan nyeri kronis.

Langkah ini menandai babak baru dalam integrasi pengobatan tradisional yang dimodernisasi dengan pendekatan anatomi medis barat di Jawa Timur. Para peserta yang terdiri dari dokter dan tenaga medis profesional mendapatkan kesempatan langka untuk mempelajari langsung filosofi serta aplikasi praktis FSN yang kini mulai banyak diminati oleh pasien dengan keluhan muskuloskeletal.

Fu Subcutaneous Needling sendiri merupakan teknik akupunktur modern yang memfokuskan intervensi pada jaringan bawah kulit (subkutan) daripada menusuk otot atau titik syaraf dalam secara tradisional. Kehadiran tokoh sekaliber Prof. Fu di Surabaya diharapkan mampu meningkatkan standar kompetensi para terapis dan klinisi dalam memberikan alternatif penyembuhan yang minim rasa sakit namun bereaksi cepat terhadap titik nyeri.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Transformasi Terapi Nyeri Melalui Pendekatan Subkutan

Selama sesi pelatihan, Prof. Fu Zhonghua menekankan bahwa efektivitas FSN terletak pada kemampuannya untuk memanipulasi jaringan ikat longgar tanpa menyentuh jaringan otot yang sensitif secara langsung. Teknik ini menggunakan jarum khusus yang didesain untuk bergerak secara horizontal di area subkutan, yang secara fisiologis mampu merelaksasi otot-otot yang mengalami pengencangan patologis atau tight muscles.

Sebanyak 50 praktisi kesehatan terpilih mengikuti workshop intensif ini untuk memperoleh sertifikasi langsung dari penemu metode FSN.

Banyak praktisi di Indonesia mulai melirik metode ini karena sifatnya yang minimalis namun memberikan dampak yang signifikan pada mobilitas pasien. Berbeda dengan akupunktur klasik yang mungkin memerlukan waktu lama untuk menunjukkan hasil pada kasus tertentu, FSN seringkali memberikan efek instan dalam meredakan ketegangan otot segera setelah jarum dimanipulasi dengan gerakan menyapu.

Antusiasme para peserta terlihat saat sesi demonstrasi klinis berlangsung, di mana Prof. Fu menunjukkan cara mengidentifikasi titik-titik pemicu (trigger points) yang menjadi sumber nyeri primer. Pengetahuan ini sangat krusial bagi tenaga medis Indonesia mengingat tingginya angka gangguan muskuloskeletal yang diderita oleh pekerja di kota-kota besar akibat gaya hidup sedenter maupun beban kerja fisik yang berat.

Metode FSN menggunakan jarum disposabel yang dimodifikasi khusus untuk meminimalkan trauma pada pembuluh darah dan syaraf di area target.

Keunggulan Klinis dan Keamanan Prosedur FSN

Dalam kurikulum pelatihannya, Prof. Fu menjelaskan beberapa keunggulan utama yang membuat teknik ini diakui secara internasional. Fokus utama pengembangan FSN adalah keamanan pasien, di mana kedalaman jarum yang hanya mencapai lapisan subkutan secara drastis mengurangi risiko cedera organ dalam atau perdarahan hebat dibandingkan teknik jarum dalam lainnya.

  • Penyembuhan nyeri sendi dan otot yang seringkali tidak responsif terhadap obat-obatan oral.
  • Minimalisasi rasa nyeri saat prosedur dilakukan karena minimnya ujung syaraf nyeri di lapisan lemak subkutan.
  • Peningkatan fleksibilitas otot yang kaku (stiff muscles) melalui stimulasi jaringan ikat.
  • Durasi pengerjaan yang relatif singkat namun memiliki efek jangka panjang bagi pemulihan pasien.

Pelatihan ini tidak hanya memberikan teori, tetapi juga mewajibkan para praktisi untuk mempraktikkan gerakan tangan yang presisi di bawah pengawasan ketat. Keahlian motorik dalam mengarahkan jarum menjadi kunci keberhasilan metode ini, sehingga pelatihan langsung dari sang penemu menjadi momentum yang sangat berharga bagi komunitas medis di tanah air.

Identifikasi lokasi otot yang menegang dengan perabaan manual tetap menjadi fondasi utama sebelum memulai prosedur penusukan jarum FSN.

Peningkatan Kapasitas Tenaga Medis Indonesia

Penyelenggaraan acara di Surabaya ini merupakan bagian dari upaya global untuk menyebarkan ilmu kedokteran integratif yang berbasis bukti (evidence-based medicine). Bagi para praktisi di Indonesia, menguasai FSN berarti menambah modalitas terapi untuk menangani kasus-kasus sulit seperti frozen shoulder, nyeri punggung bawah (LBP), hingga migrain kronis yang selama ini sulit diatasi secara konvensional.

Prof. Fu Zhonghua menyatakan apresiasinya terhadap dedikasi dokter-dokter Indonesia yang sangat terbuka terhadap inovasi teknologi medis. Menurutnya, pemahaman anatomi yang baik digabungkan dengan teknik FSN akan menciptakan sinergi pengobatan yang sangat efektif bagi masyarakat luas.

“Tujuan utama kami adalah mengurangi penderitaan pasien secepat mungkin dengan risiko yang sekecil mungkin melalui pemahaman jaringan subkutan yang tepat.”

— Prof. Fu Zhonghua

Selain aspek teknis, pelatihan ini juga membahas etika medis dan standardisasi alat kesehatan yang digunakan. Semua peralatan yang diperkenalkan dalam workshop ini telah memenuhi standar keamanan internasional, memastikan bahwa layanan yang diberikan oleh 50 praktisi ini nantinya sesuai dengan regulasi kesehatan yang berlaku di Indonesia.

Masa Depan Kedokteran Integratif di Jawa Timur

Kehadiran ahli internasional seperti Prof. Fu ke Surabaya menegaskan posisi kota ini sebagai salah satu pusat rujukan medis terkemuka di Indonesia Timur. Dengan bertambahnya 50 praktisi yang kompeten dalam teknik FSN, diharapkan akses masyarakat terhadap pengobatan nyeri yang inovatif akan semakin mudah dijangkau tanpa harus pergi ke luar negeri.

Investasi pada pengetahuan medis semacam ini diprediksi akan terus berkembang seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kualitas hidup tanpa nyeri kronis. Para alumni pelatihan ini nantinya akan membentuk jaringan profesional yang terus memperbarui informasi mengenai perkembangan terbaru dalam dunia kedokteran jaringan ikat.

  • Pelatihan melibatkan transfer teknologi medis modern Tiongkok untuk memperkuat layanan rehabilitasi medik lokal.

Sebagai langkah lanjutan, direncanakan akan ada program bimbingan berkelanjutan bagi para praktisi yang telah dilatih agar mereka dapat mengaplikasikan ilmu ini secara maksimal di klinik maupun rumah sakit masing-masing. Prof. Fu sendiri berkomitmen untuk terus memantau perkembangan implementasi FSN di Indonesia melalui kolaborasi dengan asosiasi medis setempat.

Prosedur FSN hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis yang telah tersertifikasi untuk menjamin keamanan dan ketepatan diagnosis titik nyeri.

Dengan berakhirnya sesi pelatihan di PrimeBiz Hotel, Surabaya kini memiliki tenaga-tenaga ahli baru yang siap mengaplikasikan teknik Fu Subcutaneous Needling. Inisiatif ini tidak hanya meningkatkan profil profesional para tenaga kesehatan, tetapi juga memberikan harapan baru bagi jutaan penderita nyeri kronis di Indonesia untuk mendapatkan kesembuhan melalui metode yang aman, efektif, dan modern.

Pertanyaan Umum

Apa perbedaan utama antara FSN dengan akupunktur biasa?

Akupunktur tradisional biasanya menyasar titik-titik meridian dengan kedalaman jarum hingga ke jaringan otot, sedangkan FSN hanya menyasar lapisan subkutan (bawah kulit) dan menggunakan jarum khusus dengan gerakan manipulasi horizontal untuk merelaksasi otot.

Apakah teknik FSN aman untuk penderita penyakit kronis?

Secara umum teknik ini sangat aman karena prosedurnya minimal invasif dan tidak masuk ke area organ atau pembuluh darah besar. Namun, konsultasi dengan praktisi bersertifikat tetap diperlukan untuk menilai kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh.

Berapa lama efek pereda nyeri dari metode FSN dapat dirasakan?

Banyak pasien melaporkan adanya perubahan atau penurunan skala nyeri yang signifikan segera setelah prosedur dilakukan. Namun, untuk hasil yang permanen dan pemulihan fungsi otot secara total, biasanya diperlukan beberapa kali sesi tergantung pada keparahan kondisi pasien.

Ringkasan

Prof. Fu Zhonghua, penemu metode Fu Subcutaneous Needling (FSN), memimpin pelatihan intensif bagi 50 praktisi kesehatan di PrimeBiz Hotel Surabaya pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Program ini bertujuan untuk memperkuat kompetensi dokter dan tenaga medis Indonesia dalam mengaplikasikan teknik penanganan nyeri kronis yang mengintegrasikan pengobatan tradisional Tiongkok dengan anatomi medis modern.

Berbeda dengan akupunktur tradisional yang menusuk otot secara dalam, teknik FSN berfokus pada manipulasi horizontal di lapisan subkutan untuk merelaksasi jaringan ikat yang menegang. Metode ini menawarkan keunggulan berupa minimnya rasa sakit saat prosedur berlangsung dan efikasi yang cepat dalam mengatasi gangguan muskuloskeletal seperti nyeri punggung bawah, frozen shoulder, serta migrain tanpa risiko cedera pada organ dalam atau pembuluh darah.

Kehadiran tenaga ahli internasional ini menandai standarisasi prosedur kedokteran integratif di Jawa Timur melalui penggunaan alat kesehatan disposabel yang memenuhi regulasi keamanan global. Untuk menjamin keamanan pasien dan ketepatan diagnosis, prosedur FSN ini hanya diperuntukkan bagi tenaga medis profesional yang telah mendapatkan sertifikasi resmi dan pengawasan klinis yang ketat.

Follow WhatsApp Channel www.redaksiku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pelajaran Hukum Unity of Sciences dari Putusan MK No. 01/2026
Kapolres Malang Pastikan Kualitas Makanan Program MBG di Sekolah
Bupati Setyo Wahono Targetkan RSUD Sumberrejo Jadi Pusat Rujukan Regional
6 Manfaat Air Rebusan Nanas untuk Imunitas dan Kesehatan Tubuh
Bukan Dipaksa, Tapi Dipersiapkan: Cara Menghadapi Anak yang Takut ke Dokter
7 Manfaat Buah Nanas untuk Kesehatan dan Aturan Konsumsinya
Jadwal Pelantikan Rektor UINSA Surabaya pada Oktober 2026
AstraZeneca dan UNICEF Investasi US$1,3 Juta untuk Kesehatan Remaja

Tulis Komentar

Alamat email tidak akan dipublikasikan. Kolom wajib ditandai *.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 18:36 WIB

Pelajaran Hukum Unity of Sciences dari Putusan MK No. 01/2026

Rabu, 7 Oktober 2026 - 16:44 WIB

Kapolres Malang Pastikan Kualitas Makanan Program MBG di Sekolah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Bupati Setyo Wahono Targetkan RSUD Sumberrejo Jadi Pusat Rujukan Regional

Selasa, 6 Oktober 2026 - 19:08 WIB

6 Manfaat Air Rebusan Nanas untuk Imunitas dan Kesehatan Tubuh

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Bukan Dipaksa, Tapi Dipersiapkan: Cara Menghadapi Anak yang Takut ke Dokter

Berita Terbaru

Aktor Korea Selatan Kim Woo Bin memberikan hadiah spesial sebagai bentuk apresiasi kepada penggemar setianya.

Viral

Kim Woo Bin Beri Hadiah Spesial untuk Penggemar Setia

Rabu, 7 Okt 2026 - 21:00 WIB

Koleksi hoodie UNIQLO menawarkan kenyamanan dan gaya kasual dengan harga mulai dari Rp399 ribuan.

Life Style

Daftar Harga, Model, dan Spesifikasi Hoodie UNIQLO Terbaru

Rabu, 7 Okt 2026 - 20:43 WIB

error: Content is protected !!