Redaksiku.com – Ekspor Gembel Demi Devisa?” Begitu curhat pedih dari akun TikTok @Callxxx, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Hong Kong.
Setiap weekend, dia dan ribuan temannya harus ˜nongkrong™ di trotoarbukan buat ngonten, tapi karena emang nggak ada tempat buat istirahat.
📦 Kami bukan benalu atau pengganggu pemandangan. Kami cuma manusia yang butuh ruang aman.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
🥲 Lucu ya, kita ini katanya pahlawan devisa, tapi pas hari libur malah gelandangan bermodal kardus dan tenda. Berdasarkan data Konjen RI, ada sekitar 155 ribu PMI di Hong Kong, dan 98%-nya perempuan.
Mereka kerja keras sebagai ART, babysitter, sampai perawat lansia. Gaji resminya emang kelihatan gede, bisa hampir 10 juta sebulan. Tapi jangan lupaHong Kong itu kota mahal, dan hak untuk tinggal di luar rumah majikan tuh nggak ada di kontrak.
📉 Nggak ada mess, nggak ada shelter, bahkan nggak ada tempat duduk yang layak. Pas hari libur, mereka literally ngemper. Parahnya lagi, kehadiran mereka di tempat umum malah dianggap “nggak enak dilihat.”
Padahal yang harusnya malu siapa? Negara yang nggak ngasih tempat? Sistem yang ngebiarin kayak gini? Atau kita yang lupa kalau mereka ini juga pejuang?
ðŸ—£ï¸ Gimana menurut lo? Masa iya negara cuma mau duitnya aja tapi cuek pas rakyatnya butuh tempat berlindung?
#PMITerabaikan #TrotoarJadiRumah #HongKongNgemper #ViralPMI #FYP






