Redaksiku.com Mungkin bagi sebagian orang sudah tidak asing lagi saat mendengar istilah red string theory, karena di beberapa media sosial sudah banyak content creator yang membahas tentang red string theory dan cukup menarik perhatian.
Pengertian Red String Theory
Red string theory atau yang biasa dikenal dengan ikatan benang merah, merupakan salah satu kepercayaan kuno yang berasal dari Tiongkok dan Jepang. Benang merah yang tidak kasat mata ini , konon diikatkan pada jari kelingking kedua orang yang telah ditakdirkan untuk berjodoh.
Jadi meskipun orang yang terikat benang merah dengan kita belum pernah bertemu bahkan terpisah oleh jarak dan keadaan, maka suatu saat nanti jika sudah pada waktunya pasti akan bertemu dan menjadi satu kembali.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Red string theory sama saja dengan mempercayai takdir bahwa yang namanya jodoh sudah digariskan Tuhan, alias jodoh tidak bakal kemana. Untuk itu manusia tidak perlu sibuk mencarinya karena melalui semesta, Tuhan mempunyai cara untuk mempertemukan dua orang yang sudah terikat dengan takdir.
Cara Menemukan Pasangan Menurut Red String Theory
1. Bersabar
Semua yang ada di alam semesta ini ada waktunya masing-masing, tidak bisa dipaksakan. Banyak orang yang sibuk mencari jodoh, tetapi mereka tidak kunjung menemukannya karena mereka terlalu fokus mengejar dan segala sesuatu yang terlalu dikejar justru akan semakin menjauh.
Daripada memaksakan diri untuk menemukan jodoh secepat mungkin hingga pada akhirnya salah orang, lebih baik fokus pada diri sendiri terlebih dahulu dan mempercayakan semua waktunya pada sang pencipta. Biasanya jodoh akan datang dengan caranya, disaat kita sudah benar-benar siap dan tidak fokus mencarinya.
2. Tinggalkan Hubungan Toxic
Jika kedua orang memang ditakdirkan untuk berjodoh, biasanya Tuhan akan mempermudah jalannya untuk bersama. Namun, jika kedua belah pihak tidak ditakdirkan untuk berjodoh maka akan selalu ada saja permasalahan yang terus menyakiti perasaan.
Jika hubungan sudah terasa melelahkan dan terasa toxic jangan pernah mencoba untuk mempertahankannya berkali-kali, paksa dan lepaskan diri dari hubungan toxic yang membelenggu. Fokuslah pada penyembuhan batin, disaat kita fokus pada diri biasanya akan hadir seseorang yang lebih baik dari sebelumnya.
3. Mempercayai Feeling
Biasanya seseorang yang ditakdirkan untuk kita mereka akan jauh lebih mudah untuk masuk dalam kehidupan kita, artinya kita bisa merasa nyaman dan mudah menerima kehadirannya dengan terbuka meskipun belum pernah bertemu ataupun mengenalnya sama sekali. Seakan-akan diri kita juga tertarik dengannya.
Itulah yang dinamakan dengan ikatan takdir, seseorang yang ditakdirkan untuk kita tidak memerlukan usaha lebih untuk kita dapat menerimanya. Bahkan tak jarang dari segi karakter, hobi dan kesukaan banyak ditemukan kesamaan. Jika kamu menemukan tanda ini di dalam diri seseorang, bisa jadi dia terikat benang merah dengan kamu.
4. Percaya Dengan Takdir
Percayalah dengan takdir Tuhan, tidak perlu bersusah payah mencari cara untuk bertemu jodoh ataupun memaksakan diri untuk berjodoh dengan seseorang. Sebab segala sesuatu tidak dapat dipaksakan dan akan berjalan menurut takdirnya.
Pecayalah bahwa seseorang yang ditakdirkan untuk kita, meskipun saat ini sedang terpisah karena suatu keadaan pasti di waktu yang tepat akan kembali. Bahkan yang belum pernah bertemu pasti akan bertemu, jadi tidak perlu memaksa seseorang untuk tetap stay sambil berdoa pada Tuhan untuk menjadikan orang tersebut jodoh kita.
Mengenal red string theory dapat membantu kita memahami bahwa segala sesuatunya sudah ditakdirkan atau dituliskan oleh Tuhan, percayalah bahwa yang ditakdirkan untuk kita pasti akan menemukan cara untuk datang dalam kehidupan kita dan tidak mungkin orang lain bisa mengambilnya.
Ikuti berita terkini dari Redaksiku di Google News atau
WhatsApp Channels






